Bangun Papua dengan Paradigma Baru
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Bangun Papua dengan Paradigma Baru

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 09:04 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com – Pembangunan di Papua dan Papua Barat harus dilakukan dengan menggunakan paradigma baru. Pembangunan di Papua jangan sekadar terfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga nonfisik, terutama dengan mengedepankan dialog.

Hal itu mengemuka di dalam webinar bertema “Membangun Papua dengan Paradigma Baru” yang digelar Vox Point Indonesia, Jumat (14/8/2020). Para pembicara yang hadir adalah Rektor Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Mangadar Situmorang; pakar pendidikan Vience Tebay; pakar kesehatan, Innah Gwijangge; tokoh masyarakat Merauke, John Gluba Gebze; Pengurus Pusat KAPP dan Duta Komoditas Papua, Meki Wetipo; anggota DPRD Papua, John NR Gobai; SekretarisDaerah Kota Jayapura, Frans Pekey, dan Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager.

“Seminar nasional mengenai Papua pertama kali diselenggarakan oleh Vox Point Indonesia. Ide ini bermula dari keprihatinan para Voxian mengenai kondisi Papua yang terus bergejolak dari waktu ke waktu. Setelah melalui proses diskusi dan pembahasan yang cukup intens di internal Vox, topik seminar dan diskusi kali ini adalah mengenai 'Membangun Papua dengan Paradigma Baru’,” ujar Dewan Pakar Vox Point Indonesia, Adriana Elisabeth.

Disebutkan, narasumber kunci menyampaikan pandangan mengenai akar masalah pembangunan di Papua yang sangat kompleks dan mengusulkan solusi dalam kerangka akademik sebagai pijakan untuk menganalisis model baru pembangunan Papua. Para narasumber juga menyampaikan perspektif berdasarkan pengalaman-pengalaman praktis di bidang masing-masing.

Hal-hal faktual mengenai kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat Papua dapat menjadi pemikiran dan kajian yang lebih mendalam guna menemukan solusi yang tepat bagi Papua.

Berdasarkan pemahaman atas akar masalah pembangunan dan tawaran solusi bagi Papua yang lebih baik di masa depan, maka Vox Point Indonesia mengusulkan kepada pemerintah untuk mengubah pendekatan pembangunan. Pembangunan di Papua jangan lagi pada keberhasilan infrastruktur fisik semata, namun juga pada pembangunan non-fisik atau infrastruktur sosial.

“Terutama, dengan merealisasikan dialog damai Papua untuk membangun budaya tanpa kekerasan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat Papua dalam menentukan arah pembangunan sesuai dengan karakeristik Papua,” ujar Adriana.

Meskipun mustahil membahas semua akar masalah dan solusi Papua dalam waktu singkat, diskusi ini berupaya menggali perspektif para narasumber berdasarkan tiga hal utama yang paling mengemuka bila membicarakan isu Papua.

Pertama, bidang pendidikan dan kesehatan, yang merupakan indikator penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua. Secara parsial, penataan sistem pendidikan dan kesehatan di seluruh Papua menjadi hal yang krusial segera dilakukan.

Namun, upaya pembangunan SDM Papua terkendala oleh konflik yang kerap terjadi di wilayah tertentu, khususnya di Pegunungan Tengah, Papua. Selain itu, Papua yang semakin menjadi daerah terbuka harus berkompetisi dengan SDM non-Papua. Hal ini tampak dalam peta demografi Papua yang cenderung dikuasai oleh warga non-Papua, bukan hanya di sektor ekonomi namun juga merambah di sektor politik.

Kedua, Papua tidak akan menjadi perbincangan yang menarik tanpa menghubungkannya dengan kekayaan dan potensi SDA yang terbentang dari Kepala Burung sampai perbatasan Papua Nugini.

Apakah kekayaan SDA Papua adalah berkah atau bencana? Jawabannya yang objektif sangat diperlukan bukan hanya untuk meningkatkan pemahaman mengenai sumber ekonomi Papua, namun terutama untuk menentukan pendekatan yang tepat dalam konteks pengelolaan dan pemanfaatan SDA Papua, baik untuk pembangunan, kepentingan masyarakat adat dan juga kepentingan bisnis.

Ketiga, sebagian orang percaya bahwa Papua adalah isu politik. Apalagi, menjelang pilkada serentak secara nasional yang juga akan diikuti oleh 11 kabupaten di Papua dan 9 kabupaten/kota di Papua Barat, penentuan para calon dari partai politik dan calon independent mulai ramai diberitakan.

Pilkada adalah proses penting untuk menyaring pemimpin daerah yang paling layak bagi daerah dan masyarakatnya. Namun, momentum politik ini biasanya berakhir ketika pemimpin daerah pascapilkada telah ditetapkan dan bersamaan itu pula, pemimpin daerah cenderung lupa pada janji politiknya selama kampanye.

Siapa yang paling menderita? Sudah tentu masyarakat akar rumput yang sebagian masih tidak paham dengan hiruk pikuk politik. Satu hal yang sangat diharapkan oleh masyarakat Papua yaitu janji kampanye dapat terealisasi dalam arti yang konkret, di mana mereka mendapatkan akses ekonomi dan pelayanan publik yang mudah, murah, dan tepat waktu.

Hal ini tampak sederhana, namun sesungguhnya tata kelola pemerintahan daerah di seluruh tingkatan di Papua harus diperbaiki, sehingga seluruh harapan masyarakat Papua dapat diwujudkan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Peringati HUT RI, IKAPTK Aceh Akan Bagikan 1.945 Masker

Pembagian masker merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Jokowi terkait partisipasi PKK dalam menggencarkan protokol kesehatan di kalangan masyarakat.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Ahwil Lutan Tetap Lurus dan Tidak Neko-neko

Ahwil Lutan menjadi salah satu penerima tanda jasa Medali Kepeloporan.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Imam Besar Masjid Istiqlal: HUT RI Momentum Perkuat Ketahanan Nasional

Dalam rangka kesiapsiagaan nasional, dia mengusulkan bela negara kepada para pemuda di Tanah Air.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Personel TNI Amankan Perairan Jakarta Saat Peringatan HUT ke-75 RI

Pengamanan wilayah perairan sekitar Jakarta disebutkan dilaksanakan hingga 18 Agustus 2020 mendatang dan mengerahkan sejumlah kapal perang.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Ini Isu yang Luput dari Pidato Kenegaraan Jokowi

Isu pendidikan di saat penting juga penting mengingat pendidikan back bone peradaban anak bangsa

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Pagu Anggaran Turun, Mensos Pastikan PKH, Bansos Tunai, dan Kartu Sembako Tetap Lanjut

92% lebih belanja untuk bansos, sisanya 0,55% belanja pegawai, 1,3% belanja modal, dan 5,9% belanja barang.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

UI Terima 1.678 Mahasiswa Baru dari SBMPTN 2020

Sebanyak 1.678 calon mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) diterima melalui UTBK-SBMPTN 2020.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Perguruan Tinggi Tetap Belajar Online pada Tahun Akademik Baru

Ini mempertimbangkan keselamatan mahasiswa dan kita semua supaya perguruan tinggi jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Pidato Kenegaraan Jokowi, Bima Arya : Pandemi Covid-19 Harus Jadi Lompatan

Wali Kota Bogor Bima Arya sepakat dengan Presiden bahwa pandemi harus jadi momentum untuk maju.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Polisi Selidiki Penemuan Jenazah Warga di Poso

Satu orang warga di Kabupaten Poso kembali ditemukan tewas, Jumat (14/8/2020).

NASIONAL | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS