DPR: Informasi BIN Bentuk Pasukan Khusus Tidak Benar
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

DPR: Informasi BIN Bentuk Pasukan Khusus Tidak Benar

Sabtu, 12 September 2020 | 22:12 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Informasi yang menyebut bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) membentuk pasukan khusus adalah informasi yang tidak benar. Tayangan video yang beredar dan bertanggal 10 September 2020 adalah demonstrasi keterampilan dari para agen atau siswa Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), bukan pasukan khusus.

"Saya yakin 100 persen tidak ada pasukan khusus. Itu salah pengertian saja. Mereka (yang tampil mendemonstrasikan keahlian itu) adalah agen atau siswa STIN yang sedang menunjukkan keterampilan sesuai tugas mereka,” kata anggota DPR Evita Nursanty di Jakarta, Sabtu (12/0/2020).

Menurut anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan yang pernah 10 tahun duduk sebagai anggota Komisi I DPR dan bermitra dengan BIN tersebut, siswa STIN memang dilatih dengan sangat terampil, seperti ahli pencak silat, karate, siber, dan soft sklil lainnya. Keahlian seperti ini diperlukan kelak ketika mereka terjun di lapangan.

“Jadi, keahlian itulah yang dipertunjukkan sebagai bagian dari seremoni, bukan membuat pasukan khusus. Kita memang membutuhkan siswa STIN yang terampil karena mereka sumber utama SDM BIN sesuai UU Intelijen. Coba lihat juga di film-film itu, bagaimana anggota CIA, FBI, atau badan intelijen lain memiliki keterampilan khusus ketika mereka bertugas, misalnya dalam penyusupan ke komunitas apa pun,” sambung politisi perempuan yang kini duduk di Komisi VI DPR.

Hal itu, kata Evita, sesuai UU Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara yang menyebut STIN sebagai sumber utama SDM untuk BIN, sehingga STIN terus mengembangkan pendidikan untuk mencapai tujuan lulusan yang berdaya saing internasional dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sementara, BIN terus mendorong pengembangan profesi atau kemampuan profesional personel intelijen melalui pendidikan, pelatihan, dan penugasan.

“Perlunya perekrutan dan pengembangan profesi serta kemampuan profesional personel intelijen yang tangguh dan memiliki keahlian khusus ini sejalan dengan perubahan, perkembangan situasi, dan kondisi lingkungan strategis, yang memang perlu melakukan deteksi dini dan peringatan dini terhadap berbagai bentuk serta sifat ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini bersifat kompleks serta memiliki spektrum yang sangat luas,” ucap Evita.

Dikatakan, setiap warga STIN memiliki nilai dasar bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, nasionalisme, berintegritas, tangguh, profesional, setia, loyal, solid, semangat, dan kerahasiaan. Mereka tangguh artinya memiliki sikap pantang menyerah, tabah dan kuat pendiriannya. Profesional berarti memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya seusai dengan profesi yang diembannya.

Karena itu, Evita Nursanty malah berharap, sistem perekrutan dan sistem pelatihan keterampilan khusus ini bisa diterapkan di kampus lain yang berkaitan dengan intelijen pertahanan dan keamanan negara.

“Justru, kita senang BIN memiliki siswa yang dilatih keterampilan khusus, soft skill. Sistem ini bagus jika diterapkan di institusi pendidikan lain, seperti Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) yang sudah bertransformasi menjadi Politeknik Siber dan Sandi Negara atau Universitas Pertahanan. Setiap lulusan memang harus memiliki keahlian khusus,” kata Evita.

Evita juga menyambut sangat baik pengembangan program studi baru di STIN, seperti intelijen medik, intelijen siber, S2 intelijen ekonomi, dan S3 ilmu intelijen strategis. Itu semua sangat bagus sebagai antisipasi terhadap ancaman pada masa depan serta bentuk pembaruan dan modernisasi untuk mewujudkan STIN sebagai kampus bertaraf internasional, yang memberikan kemampuan menghadapi tantangan dan ancaman NKRI.

Bahkan, kata dia, bukan hal yang mustahil alumni sekolah tinggi atau universitas yang berkaitan dengan intelijen pertahanan dan keamanan ini bisa mengabdi di berbagai institusi negara lain. Mereka sudah dibekali dengan nasionalisme, cinta Tanah Air, loyal, berkepribadian tangguh, bermoral tinggi, dan tentunya karena memiliki keterampilan khusus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Doni Monardo: Pemerintah Tanggung Biaya Isolasi Mandiri Pasien Tanpa Gejala di Hotel

Pemerintah akan menanggung biaya isolasi mandiri pasien terkonfirmasi Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala di hotel bintang dua dan tiga.

NASIONAL | 12 September 2020

Anies Diminta Perketat Akses Jakarta Menuju Puncak

Bupati Bogor Ade Yasin meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memerketat akses dari Jakarta menuju Kawasan Puncak.

NASIONAL | 12 September 2020

Indeks Kebebasan Pers Naik Tiap Tahun

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengemukakan, Indeks Kebebasan Pers (IKP) terus naik tiap tahunnya.

NASIONAL | 11 September 2020

KPU Ungkap 63 Bakal Calon Peserta Pilkada Positif Covid-19

KPU mencatat, berdasarkan data terkini setidaknya ada 63 bakal calon peserta pemilihan kepala daerah yang positif Covid-19.

NASIONAL | 12 September 2020

Menko PMK Pastikan Beras Bantuan Pemerintah Berkualitas

Bansos pemerintah untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) berupa beras akan segera disalurkan.

NASIONAL | 12 September 2020

Debat RUU Ciptaker Soal TV Analog Yang Bikin Internet lelet, Fraksi Masih Belum Sepakat Soal Migrasi ke Digital

Di dalam draf RUU Ciptaker, disediakan waktu hingga 2022 untuk persiapan migrasi dari analog ke digital.

NASIONAL | 12 September 2020

IKAPPI DKI: Wakapolri Tidak Perlu Libatkan Preman Pasar Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

Wakapolri tidak perlu merekrut preman pasar untuk membantu aparat keamanan mengawasi warga dalam menjalankan protokol kesehatan.

NASIONAL | 12 September 2020

Ketua Fraksi PAN MInta Anies Baswedan Konsultasi dan Koordinasi PSBB ke Pemerintah Pusat

PAN minta Anies agar konsultasi dengan pemerintah pusat pemberlakuan PSBB.

NASIONAL | 12 September 2020

Jelang PSBB DKI, Kunjungan ke Jalur Puncak Dibatasi

Pemkab Bogor bersama unsur TNI-Polri melakukan pembatasan pengunjung di Jalur Puncak Kabupaten Bogor, Jawa Barat, jelang PSBB DKI Jakarta.

NASIONAL | 12 September 2020

Napi Masih Leluasa Kendalikan Peredaran Narkoba dari Dalam Lapas

Lapas dan rutan masih jadi sarang narkoba.

NASIONAL | 12 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS