Presiden Jokowi Sambut Usulan Tim Kajian Pangan Lemhannas
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Presiden Jokowi Sambut Usulan Tim Kajian Pangan Lemhannas

Selasa, 15 September 2020 | 21:48 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik usulan untuk mengubah budaya pertanian Indonesia menuju mekanisasi yang modern dan feasible agar dapat berkompetisi secara global dengan membuka lumbung pangan (food estate) dengan didukung sumber daya yang kompetitif, termasuk generasi milenial.

Presiden juga menerima usulan agar rakyat Indonesia untuk tidak membuang-buang makanan (food waste) dan memperkuat budaya baru untuk menghargai makanan dengan menyantap makanan yang sudah diambil. Ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Pernyataan itu ditegaskan Presiden Jokowi saat menerima Gubernur Lemhannas Letjen (Pur) Agus Widjojo yang memimpin tim kajian ketahanan pangan nasional Lemhannas dalam rangka memberi masukan kepada pemerintah, di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/9/2020). Usulan tersebut merupakan hasil kajian Tim Ketahanan Pangan Lemhannas dan para pakar di bidangnya sesuai dengan kaidah pengkajian yang diselenggarakan pada dua bulan terakhir.

Tim Kajian yang hadir dalam pertemuan itu adalah Dadan Umar Daihani (tenaga profesional bidang SKA dan Tannas Lemahannas) serta IKAL PPSA XXI yang terdiri atas Komjen (Pur) Arif Wachjunadi (Ketua IKAL PPSA XXI), Komjen Firli Bahuri (Ketua KPK), Marsdya Wieko Syofyan (Wagub Lemhannas), Letjen Eko Margiyono (Pangkostrad), Marsdya Donny Ermawan (Sekjen Kemhan), Reni Maryerni (Deputi Pengkajian Lemhannas), dan Edi Permadi (tenaga profesional Bidang SKA Lemhannas).

Di dalam pertemuan itu terungkap bawah lumbung pangan dapat mendorong terciptanya rantai ekonomi yang menghasilkan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja. Maka dari itu, lumbung pangan nasional perlu didukung oleh pembiayaan pertanian yang feasibel dan digitalisasi pasar.

Selain itu, diperlukan big data untuk membangun peta pangan nasional yang terintegrasi dari hulu, yakni benih, pupuk, obat-obatan, sumber daya manusia, ketersediaan lahan yang sesuai, pengairan, alat dan mesin pertanian, sampai hilir, yakni peta kuliner nasional dan global. Langkah mengkolaborasikan peta pangan nasional tersebut harus berbasis pada keunggulaan kompetitif bagi komoditas unggulan lokal yang berorientasi pasar baik dalam negeri maupun ekspor, sehingga menciptakan proses bisnis yang berkelanjutan bagi setiap pemangku kepentingan.

Berkaca pada data yang ada dan mengingat menyia-nyiakan makanan sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, Tim Kajian mengusulkan kepada Presiden untuk dimulainya kampanye nasional untuk tidak menyia-nyiakan makanan.

Berdasarkan berbagai data, pada 2016, sampah makanan di Indonesia per tahun mencapai 1,3 juta ton atau per orang menghasilkan 300 kg sampah makanan per tahun. Jika dirupiahkan, 1,3 juta ton sampah makanan itu senilai Rp 27 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh kebiasaan menyisakan makanan yang ironisnya 19,6 juta penduduk Indonesia masih kekurangan gizi. Jika dikonsumsi, Rp 27 triliun itu dapat memberi makan 28 juta orang per tahun.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa dalam mewujudkan ketahanan pangan ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebagai acuan, yakni peringatan Organisasi Pangan Dunia (FAO) tentang ancaman krisis pangan dunia, substitusi bahan pangan impor, yakni beras dan jagung, serta mekanisasi pertanian dengan budaya baru berbasisikan petani milenial.

Terkait dengan lumbung pangan, Presiden Joko Widodo menjelaskan, pemerintah mulai melakukan pendatataan, termasuk di dalamnya 168.000 ha dari satu juta lahan gambut untuk ditanami padi, singkong, dan jagung. Selain itu,30.000 ha lumbung pangan di dataran tinggi Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, yang ditanami kentang dan bawang, serta potensi lumbung pangan di Merauke, Papua seluas 4,25 juta ha. Disinggung pula oleh Presiden tentang PTP yang memiliki 13,5 juta ha dan masih berpeluang ditanami tanaman pangan.

Pernyataan Presiden tersebut untuk menambahkan usulan Tim Kajian untuk menggunakan lahan-lahan kosong dan tidak produktif yang saat ini dikuasai negara ataupun badan usaha milik negara. Dalam penjelasannya, Eko Margiyono saat menjabat Pangdam Jaya telah memulai memanfaatkan lahan kosong di Teluk Naga untuk ditanami tanaman hortikultura.

Selain itu, Firli Bahuri menjelaskan kepada Presiden, dimungkinkan terjadinya tindak pidana korupsi dalam kaitannya alih fungsi lahan. Oleh karena itu, dalam konteks penyediaan lumbung pangan ini, KPK berinisiatif untuk membantu pemerintah dengan mengawal alih fungsi lahan tersebut.

Usulan
Dalam usulan yang disampaikan oleh Edi Permadi, Tim kajian merekomendasikan lima masukan untuk dapat dipertimbangkan oleh pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Pertama, terkait dengan lahan pangan, perlu ada integrated big data untuk peta pangan nasional dengan berbasis teknologi dan budaya pertanian mekanisasi modern serta penyusunan clustering food estate yang diterima pasar.

Kedua, terkait dengan tata kelola pangan (food governance) diperlukan project management office (pmo) yang bertanggung jawab terhadap orkestrasi secara menyeluruh terkait integrasi model bisnis food estate dari hulu ke hilir dan mengefektifkan peran Bulog sebagai jaring pengaman dan stabilisator harga untuk beras dan bahan pangan pokok strategis lainnya.

Ketiga, terkait dengan budaya pertanian (agriculture), perlu ada transformasi organisasi petani yang antara lain terjaminnya akses terhadap modal, mendorong tumbuhnya industri perarntara dan produk jadi pertanian, pengurangan makanan sisa (food waste) melalui kampanye nasional, dan memanfaatkan influencer berbagai jaringan media.

Keempat, terkait pemanfaatan lahan, termasuk di dalamnya proteksi alih fungsi lahan, inventarisasi lahan pertanian melalui big data, sinkronisasi dalam pemberian izin oleh lembaga yang tumpang tindih dan pemanfaatan lahan tidur dan tidak produktif untuk pertanian.

Kelima, terkait dengan sumber daya manusia dengan menyediakan tenaga terampil yang dapat terserap dari hilir hingga hulu beserta tenaga penampingnya, tenaga kerja sukarela untuk menyerap tenaga kerja korbah PHK Covid 19, serta insentif berupa biaya program studi pangan di perguruan tinggi dan lebih fokus ke program studi berbasis beasiswa dan ikatan dinas.

Gubernur Lemhannas Agus Widjojo menjelaskan, lima usulan ini merupakan hasil kajian Forum Group Discussion (FGD) dan Round Table Discussion (RTD) yang diselenggarakan di Gedung Lemhannas dan dan didukung IKAL PPSA XXI. Mereka yang ikut dalam pembahasan itu adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pengusaha Franciscus Welirang, Ketua HKTI Moeldoko, Dirjen Penataan Agraria dan Tata Ruang Andi Tenrisau, pemerhati ekonomi regional Marcelino Rumambo Pandin, Deputy Managing Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Afrizal Gindow, mantan Menteri Pertanian Anton Apriantono, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker Aris Wahyudi, Ketua Program Pascasarjana IPB Akhmad Fauzi, Sekretaris Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Asra Ida RM Sigalingging, dan Kelompok Petani Milenial Bagas Suratman.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kebijakan Penanganan Covid-19 Harus Sama dan Seragam

Semua daerah yang angka positif Covid-19 masih tinggi harus mendapat perhatian serius.

NASIONAL | 15 September 2020

Dalam Sepekan, Kasus Positif Covid-19 Secara Nasional Naik 10,4%

Melihat jumlah kasus positif yang semakin tinggi, menjadi bukti kasus Covid-19 di Indonesia belum selesai.

NASIONAL | 15 September 2020

Pemprov Sumut Siapkan Lokasi Alternatif untuk Pasien Isolasi Mandiri

Jumlah kasus aktif positif Covid-19 di Sumut tercatat 3.004 orang.

NASIONAL | 15 September 2020

30 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc MA Lulus Seleksi Kualitas

Komisi Yudisial (KY) mengumumkan 30 orang calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA) Tahun 2020 lulus seleksi kualitas.

NASIONAL | 15 September 2020

Pelaksanaan Pilkada Serentak Harus Lebih Bertanggung Jawab

Para calon perlu berperan lebih aktif tidak hanya dalam pendidikan politik, tetapi juga perlu lebih meningkatkan tanggung jawabnya terhadap kesehatan masyarakat

NASIONAL | 15 September 2020

Polri: KKB Papua Renggut 9 Nyawa Sepanjang 2020

Untuk korban luka akibat aksi kelompok kriminal bersenjata di Papua sebanyak 23 orang, yakni 10 orang warga sipil, 7 orang anggota TNI dan 6 orang anggota Polri

NASIONAL | 15 September 2020

Komisi IX DPR: 30 Hotel Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid 19

Pemerintah sudah membuat rencana alternatif dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan dan hotel-hotel untuk dijadikan tempat penampungan isolasi dan perawatan.

NASIONAL | 14 September 2020

Pembatasan Sosial Berskala Mikro Dinilai Butuh Pengawasan Ketat

Presiden Jokowi telah meminta penerapan PSBM di delapan provinsi prioritas.

NASIONAL | 15 September 2020

PSBB, Rem Darurat untuk Membatasi Covid-19

Positivity rate di Jakarta setelah penambahan Senin, sebesar 15,7 persen.

NASIONAL | 15 September 2020

Beberapa Catatan yang Mendorong PSBB Lagi

Pelonggaran aktivitas publik memicu kembali kenaikan jumlah kasus positif Covid-19.

NASIONAL | 15 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS