Pandemi Covid-19 Momentum Merancang Masa Depan Papua yang Aman dan Damai
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pandemi Covid-19 Momentum Merancang Masa Depan Papua yang Aman dan Damai

Senin, 21 September 2020 | 19:56 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 bisa menjadi momentum yang baik untuk merancang masa depan Papua yang aman dan damai. Kenormalam baru (new normal) bagi Papua bukan hanya mengenai penanggulangan penyebaran dan penularan virus corona, namun juga upaya untuk merajut kembali relasi sosial untuk perdamaian Papua dalam jangka panjang.

Hal itu dikatakan pemerhati masalah Papua, Adriana Elisabeth dalam webinar yang digelar Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura, Papua, dan Universitas Pertahanan (Unhan) Senin, (21/9/2020). Seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia itu mengangkat dua tema, yakni “Bersama Mendamaikan Papua” yang digelar Uncen bersama 13 organisasi di Papua dan luar Papua. Lalu, seminar yang digelar Unhan mengangkat tema “Identifikasi Potensi Konflik Horisontal dan Resolusi Konflik terkait Pilkada 2020 di Masa Pandemi”.

"Bagaimana mendamaikan Papua? Belajar dari pengalaman Indonesia dalam merajut kembali perdamaian di Ambon, setelah 1999, dan Sampit, setelah 2001, ikatan sosial masyarakat menjadi kekuatan untuk memulai proses perdamaian, meskipun segregasi antara komunitas Kristen dan Islam di Ambon masih berlangsung, bahkan sebagian masyarakat belum sepenuhnya bisa melupakan kejadian sekitar 21 tahun lalu," ujar Adriana.

Dikatakan, imbas kerusuhan Ambon berdarah hampir menjangkau Tanah Papua ketika itu, namun berhasil dicegah. Pengalaman Sampit atau kondisi sosial ekonomi lokal mirip dengan Papua terkait perebutan sumber daya alam (SDA) yang bertransformasi menjadi konflik kepentingan, sementara masyarakat lokal atau adat semakin frustasi karena terus terdesak, sehingga tidak bisa lagi “menjadi nyonya di rumahnya sendiri”.

Namun, ujar Adriana, satu pelajaran dari kasus Sampit, untuk keluar dari gesekan sosial dan pusaran konflik horisontal, masyarakat juga harus mau berubah dan tidak terus menerus meratapi keadaan.

"Masyarakat Papua tampaknya masih dalam proses panjang untuk keluar dari situasi konflik, baik yang bersifat vertikal maupun potensi konflik horisontal yang mulai tampak pascakerusuhan di Wamena dan Jayapura pada 2019," ujarnya.

Menurut Adriana, upaya membangun perdamaian harus terus dilakukan, bahkan harus dalam bentuk yang lebih masif. Kalau selama ini Indonesia telah berkontribusi secara signifikan dalam program perdamaian dunia, baik sebagai fasilitator, mediator, dan juga pasukan perdamaian di wilayah-wilayah konflik dunia, maka pengalaman berharga ini perlu diadopsi dalam konteks resolusi damai Papua.

"Kalau Menhan akan merekrut 1.000 bintara otonomi khusus, mengapa tidak merekrut 1.000 pasukan perdamaian tanpa senjata untuk Papua dan Papua Barat,” tutur Adriana.

Misi perdamaian Papua, kata Adriana, bukan sekadar kegiatan sosial kemanusiaan atau bagi-bagi sembako, namun merupakan langkah strategis yang komprehensif, di mana landasan transformasi konflik dan membangun perdamaian diletakkan, baik melalui pembangunan kapasitas, pelatihan, proses pendidikan berbasis kearifan lokal, maupun konsultasi publik dan pembicaraan-pembicaraan damai.

Sementara, dalam konteks Pilkada Serentak 2020, proses seleksi dan penentuan pemimpin daerah bukan hal biasa, namun merupakan proses penting dan memiliki nilai strategis untuk memilih pemimpin yang berintegritas serta berkapasitas dalam mengatasi pandemi Covid-19. Selain itu, yang lebih penting adalah, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, membangun keadilan, dan menghentikan siklus kekerasan di Tanah Papua.

"Para pemimpin Papua adalah bagian penting dari hirarki kekuasaan nasional di daerah yang memiliki tanggung jawab moral untuk bersama-sama mendamaikan Papua sebagaimana dambaan masyarakat yang menjadi korban dari hiruk pikuk pragmatisme politik dan ekonomi," kata Adriana.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pilkada Medan, Organisasi Gereja Nyatakan Dukung Bobby Nasution-Aulia Rahman

Menurut RE Nainggolan, Kota Medan yang heterogen terdiri dari berbagai suku maupun agama, membutuhkan pemimpin yang berjiwa nasionalis.

NASIONAL | 21 September 2020

Bobby-Aulia Akan Bangun Islamic Center di Medan

"Islamic Center, Christiani Center, Budha Center maupun untuk lembaga keumatan lainnya, nantinya tidak ditangani oleh Pemerintah Kota Medan," kata Bobby.

NASIONAL | 21 September 2020

Klaster BKD Bengkulu Bertambah 3 Kasus Positif Covid-19

Tambahan 3 kasus baru membuat total jumlah klaster BKD yang positif Covid-19 menjadi 10 orang.

NASIONAL | 21 September 2020

BPKP Dukung Percepatan Pengadaan APD di Tengah Pandemi Covid-19

BPKP turut mengawal pengadaan APD agar tetap akuntabel serta meminimalisir potensi penyelewengan anggaran dan kerugian negara.

NASIONAL | 21 September 2020

Penderita Diabetes dan Hipertensi di Jateng Diusulkan Pakai Gelang Khusus

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jateng mempercepat pendataan orang dengan penyakit diabetes dan hipertensi.

NASIONAL | 21 September 2020

Transaksi Rp 623 Miliar per Bulan dari Mahasiswa Hilang Selama Pandemi Covid-19 di DIY

Bank Indonesia (BI) Yogyakarta mencatat, akibat kuliah daring selama pandemi Covid-19, DI Yogyakarta kehilangan transaksi sebesar Rp 623,2 miliar per bulan.

NASIONAL | 21 September 2020

Tuding UI Ajarkan Seks Bebas, Muzzammil Dipolisikan

Civitas Akademika Universitas Indonesia (UI) melaporkan unggahan dari Muzzammil di akun Instagramnya ini ke polisi.

NASIONAL | 21 September 2020

Korban Pelecehan Rapid Test di Bandara Soetta Sudah Buat Laporan Polisi

Polisi hingga saat ini masih fokus pada pemeriksaan keterangan korban pelecehan dan pemerasan oknum

NASIONAL | 21 September 2020

Tiga Terdakwa Pembunuh Hakim Jamaluddin Divonis Mati

Pengadilan Tinggi Medan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Zuraidah Hanum, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi dalam kasus pembunuhan berencana hakim Jamaluddin

NASIONAL | 21 September 2020

Polda Banten Beri Sanksi 2.421 Pelanggar Protokol Kesehatan

Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di Banten dilakukan di sejumlah lokasi dan sasaran utama adalah lokasi keramaian dan fasilitas umum.

NASIONAL | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS