Pengamat: Lakukan Dialog agar Temuan TGPF Tidak Mereproduksi Kekerasan di Papua
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Pengamat: Lakukan Dialog agar Temuan TGPF Tidak Mereproduksi Kekerasan di Papua

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 10:39 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat intelijen dan keamanan Susaningtyas NH Kertopati mengapresiasi kerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk pemerintah untuk mengusut penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Papua. Nuning berharap, temuan TGPF harus disertai dengan proses dialog agar tidak terjadi reproduksi kekerasan di Papua.

"TPGF patut mendapat apresiasi atas hasil kerja kerasnya, apa pun hasilnya. Tim ini adalah tim kerja cepat. Meskipun begitu, seyogyanya tim ini dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah di Papua," ujar pengamat yang akrab disapa Nuning itu di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Menurut Nuning, dalam hal menjaga keamanan di Papua, pemerintah daerah juga harus turut berperan dan tidak hanya bergantung kepada TNI dan Polri. Hasil temuan TPGF, ujarnya, diharapkan mampu menghasilkan suatu kebijakan penanganan keamanan dengan tanpa mendorong reproduksi kekerasan di sana.

"Tren yang perlu diwaspadai dalam beberapa waktu belakangan ini, sudah terjadi pembunuhan dua orang pendeta di Papua. Jika selama ini kasus kematian orang asli Papua mempunyai implikasi kecil dalam menciptakan instabilitasi di Papua, maka kematian dua pendeta ini apabila diikuti dengan kasus yang sama akan berpotensi menyatukan orang Papua, khususnya orang asli Papua untuk menuntut pemerintah memberi penjelasan," kata Nuning.

Kondisi seperti itu, ujar Nuning, memiliki potensi destruktif yang sangat tinggi. Oleh karena itu, proses dialog yang damai dan konstruktif dengan mengedepankan kemanusiaan sangat baik bila dilaksanakan.

"Hal yang penting juga adalah anggota TPGF harus paham betul sutuasi kondisi geopolitik dan etnografi Papua. Diharapkan juga mereka kenal banyak tokoh penting di sana, baik tokoh agama, adat, masyarakat, dan ekonomi. Bila tidak demikian, dikhawatirkan mereka tidak begitu diterima di sana," tutur Nuning.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Apresiasi Kerja TGPF Penembakan di Intan Jaya, Pengamat: Proses Hukum Harus Transparan

Aparat keamanan juga bisa melakukan kesalahan dalam tugas, karena pengetahuan dan pengalaman yang kurang mengenai wilayah Papua.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Puluhan Wilayah di Malang Disinyalir Gagal Jadi Desa Digital

Dinas Kominfo Pemkab Malang masih berusaha mendorong provider atau penyedia jasa internet supaya bisa menjangkau kawasan perbukitan pesisir pantai selatan.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

KPU Sumut Belum Terima Rekomendasi Diskualifikasi Paslon

KPU Sumut belum menerima rekomendasi dari Bawaslu untuk mendiskualifikasi pasangan calon yang melanggar aturan selama masa kampanye di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Waduh! Beruang Madu Terjerat di Perkebunan Warga

Setelah satwa liar tersebut pulih dari pengaruh obat bius, tim medis melepasliarkan kembali agar dapat bergabung dengan induk beruang.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Masyarakat Bengkulu Diimbau Tak Kunjungi Tempat Wisata saat Libur Panjang

Masyarakat Bengkulu diimbau tidak berkunjung ke tempat keramaian dan wisata pada saat libur panjang akhir Oktober ini

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Tersangka Penyelundup Ratusan Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Siap Disidang

Total barang bukti yang disita berupa narkotika jenis sabu seberat 119 kilogram hingga 3.000 pil ekstasi.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Permudah Akses Data Bagi DPR, BPK Hadirkan Portal Hasil Pemeriksaan

BPK menghadirkan portal ikhtisar hasil pemeriksaan semester (IHPS) dan laporan hasil pemeriksaan (LHP) untuk mempermudah akses data khususnya bagi DPR RI.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

BPK Gelar Taklimat Awal Pemeriksaan Penanganan Covid-19 di Polda Jateng

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggelar taklimat awal atau entry meeting pemeriksaan kinerja penanganan Covid-19 pada Polri di Markas Polda Jawa Tengah.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Kapolda Jateng: Pelaku Pembakar Wanita dalam Mobil Berhasil Dibekuk

Pelaku berinisial EP (30), merupakan rekan bisnis korban.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

SAI Ghana Serah Terima Penugasan Pemeriksaan IMO kepada BPK

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Supreme Audit Institution (SAI) Ghana telah melaksanakan serah terima penugasan formal pemeriksaan eksternal IMO.

NASIONAL | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS