Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Pelabuhan Awerangne, Sulsel

Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Pelabuhan Awerangne, Sulsel

Minggu, 22 November 2020 | 14:32 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri Makassar, Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Kejaksaan Negeri Barru menangkap buronan perkara korupsi fasilitas Pelabuhan Awerangne Oenardi. Buronan bernama alias Ayong itu ditangkap di Kota Makassar, Sulsel.

“Keberhasilan penangkapan buronan pelaku kejahatan oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri Barru ini merupakan buronan ke 113 sepanjang 2020 yang berhasil ditangkap oleh Tim Tabur Kejaksaan dari berbagai wilayah, baik kategori tersangka, terdakwa, maupun terpidana,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Dikatakan, Tim Tabur langsung menangkap Ayong di rumah yang baru ditempatinya di Perumahan Taman Toraja, Jalan Danau Poso Nomor 75, Kota Makassar. Penangkapan itu berlangsung tanpa perlawanan. Selanjutnya, Ayong dibawa ke Kejaksaan Negeri Barru dan dimasukkan ke Rutan Kelas II B Barru guna menjalani hukuman penjara sesuai putusan tersebut.

Terpidana selaku Direktur PT Ardywira Primakarsa adalah terdakwa dalam perkara korupsi pembangunan fasilitas Pelabuhan Awerangnge Tahap I Tahun Anggaran 2005 di Kabupaten Barru. Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta.

Setelah melalui proses persidangan dan upaya hukum, terdakwa diputuskan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama melanggar Pasal 3 UU Tipikor Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Terpidana dihukum dengan pidana penjara selama dua tahun sesuai dengan putusan Mahkamah Agung Nomor: 254 K/Pid.Sus/2011 tertanggal 27 Mei 2011.

Ketika putusan MA tersebut hendak dilaksanakan Jaksa pada Kejaksaan Negeri Barru, terpidana tidak kunjung memenuhi panggilan jaksa untuk hadir ke kantor Kejaksaan Negeri Barru, kendati sudah dipanggil tiga kali berturut-turut. Oleh karena itu, Ayong kemudinan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dinyatakan buron.

Program Tangkap Buronan (Tabur) 3.11 digulirkan oleh Bidang Intelijen Kejaksaan untuk memburu buronan pelaku kejahatan, baik yang masuk DPO Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia. “Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” kata Hari.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gubernur Sulsel Hadiri Maulid Nabi Muhammad

Peringatan maulid 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 November 2020

Mendes PDTT Akan Fokus Revitalisasi Kawasan Transmigrasi

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar akan fokus melakukan revitalisasi terhadap kawasan transmigrasi yang sudah ada.

NASIONAL | 22 November 2020

13 Rumah di Kompleks Asrama Brimob Sumut Terbakar

Nurly menyampaikan, persentase rumah yang terbakar di Asrama Brimob Sumut itu, sekitar 70 persen.

NASIONAL | 22 November 2020

Ekonom USU Ungkap Penyebab Investor Enggan Masuk Medan Sejak 2016

"Kota - kota lain itu cenderung turun ICOR-nya. Artinya, pemerintah masing-masing daerah iti sudah semakin baik mengelola kotanya," tambah Wahyu.

NASIONAL | 22 November 2020

Pilkada Medan, Bobby Tegaskan Legitimasi Pemimpin Diukur dari Partisipasi Pemilih

Bobby - Aulia menyatakan memiliki tekad kuat membangun dan memajukan Kota Medan.

NASIONAL | 22 November 2020

Pasangan Bobby-Aulia Dinilai Unggul di Debat Kedua Pilkada Medan

Nainggolan juga menilai banyak jawaban pasangan nomor urut 1 yang tidak relevan.

NASIONAL | 22 November 2020

Mengapa Pandemi Covid-19 Bisa Ganggu Kesehatan Mental?

Para remaja dan berusia lebih muda cenderung merasa cemas

NASIONAL | 22 November 2020

Jalan-jalan di Alam Membantu Tetap Waras Selama Pandemi

Pepohonan dan tanaman hijau membantu mengalihkan pikiran

NASIONAL | 22 November 2020

PWI Sumsel Ingatkan Wartawan Netral dalam Pemberitaan Pilkada

Wartawan harus menjaga independensinya, karena peran media sebetulnya menjadi pengawas dalam proses pilkada akhir tahun ini.

NASIONAL | 22 November 2020

Ini Upah Minimum di Jawa Barat, Kabupaten Karawang Tertinggi

Kabupaten Karawang memiliki upah tertinggi, yakni Rp 4.798.312 dan Kota Banjar terendah Rp 1.831.884,83.

NASIONAL | 22 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS