Mayoritas Relawan Dukung Keputusan Jokowi Soal Komposisi Kabinet
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Mayoritas Relawan Dukung Keputusan Jokowi Soal Komposisi Kabinet

Kamis, 24 Oktober 2019 | 22:02 WIB
Oleh : Yustinus Paat / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Rumah Nawacita, eks relawan pemenangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin, angkat bicara terkait sikap protes sejumlah organ relawan yang merasa tidak puas dengan komposisi kabinet, khususnya soal bergabungnya Partai Gerindra ke dalam Kabinet Indonesia Maju yang dilantik Presiden Jokowi, Rabu (23/10/2019). Ketua Umum Rumah Nawacita, Raya Desmawanto menegaskan, penyusunan kabinet adalah hak prerogatif presiden yang sudah mempertimbangkan segala hal.

"Jika tidak puas dengan penyusunan kabinet yang kemarin dilantik, ya, silakan saja. Itu penilaian subjektif. Tetapi, saya justru mendengar mayoritas relawan cukup puas dengan komposisi Kabinet Indonesia Maju. Jadi, jangan mengatasnamakan relawan untuk menyampaikan sikap seakan-akan itu mewakili seluruh relawan, karena mayoritas relawan justru merasa puas dan mempunyai harapan kabinet baru ini lebih baik," kata Raya Desmawanto di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Raya menegaskan, ada ribuan organisasi relawan pemenangan Jokowi-Ma'ruf yang turut berjuang dalam pilpres serta terdaftar resmi di Tim Kampanye Nasional (TKN). Mereka bekerja tanpa subsidi dan bantuan materi dari TKN alias bekerja secara swadaya. Bahkan, lebih banyak pula relawan yang tidak terafiliasi dalam organisasi relawan alias bekerja secara mandiri dan tidak ingin dikekang oleh label organisasi relawan.

"Rakyat pemilih Jokowi banyak tak suka bergabung dan bergerak dalam bingkai organisasi relawan. Mereka banyak bergerak sendiri, individu, dan kelompok sosial tanpa embel-embel organisasi relawan. Justru mereka lebih militan dan ikhlas dalam membantu pemenangan Jokowi tanpa publikasi dan pengerahan massa. Saya kira, mereka itu adalah relawan rakyat yang menaruh harapan besar pada Jokowi, yang berjuang tanpa mengatasnamakan organisasi relawan," jelas Raya.

Menurut Raya, Kabinet Indonesia Maju sudah diracik dengan baik, penuh keseimbangan dan mempertimbangkan segala aspek. Ia meyakini Presiden Jokowi telah menetapkan keputusan yang strategis dalam memilih para pembantunya.

"Kabinet Indonesia Maju dirancang untuk percepatan eksekusi dan pencapaian Visi Indonesia, bukan untuk memuaskan beberapa pihak atau kelompok saja. Untuk membangun Indonesia dibutuhkan kebersamaan dan keseimbangan. Bukan sekadar menang-menangan," tegas Raya.

Karena itu, Rumah Nawacita berharap para anggota kabinet tidak mengecewakan rakyat dan kepercayaan yang sudah diberikan oleh Presiden Jokowi. Lagi pula, Jokowi sudah mengultimatum akan mencopot di tengah jalan para menteri yang tak serius bekerja.

"Rakyat berharap para menteri dapat bekerja cepat dengan hasil yang terbaik. Mereka mesti amanah dengan kepercayaan yang sudah diberikan oleh Presiden Jokowi. Dari segi kualifikasi dan kompetensi, secara umum anggota kabinet sudah baik dan memenuhi portofolia, tinggal apakah mereka mampu mengeksekusi kebijakan dan agenda Visi Indonesia. Beri mereka kesempatan untuk membuktikannya, jangan langsung dihakimi," tegas Raya.

Tentang sikap sejumlah relawan yang tidak puas dengan bergabungnya Partai Gerindra ke dalam koalisi pemerintahan, Raya menegaskan kalau mayoritas relawan juga tidak mempersoalkan hal tersebut. Para relawan dapat memahami keputusan Presiden Jokowi dengan membuka bergabungnya Partai Gerindra ke dalam pemerintahan.

"Selain untuk menyejukkan suasana keruh serta polarisasi sosial yang terlanjur terjadi saat pilpres, masuknya Pak Prabowo dan Partai Gerindra ke dalam kabinet/ pemerintahan, akan menjadi energi positif untuk percepatan Visi Indonesia. Pak Jokowi dan Pak Prabowo sudah membuktikan dirinya sebagai negarawan sejati. Sebaiknya kita fokus saja mengawal kabinet ini, tidak lagi menjadikannya sebagai pergunjingan dan kegaduhan. Kabinet harus kerja tancap gas," tutur Raya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Ajukan Idham Aziz Gantikan Tito Karnavian

Idham Aziz akan menggantikan posisi yang ditinggalkan Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

POLITIK | 24 Oktober 2019

Erick Thohir Diizinkan Memiliki Lima Wamen

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan wakil menteri dibutuhkan untuk membantu Erick mengurus ratusan perusahaan BUMN.

POLITIK | 24 Oktober 2019

Bamsoet: Semangat Check and Balances Tetap Dijaga

Anggota legislatif yang dipilih langsung oleh rakyat, tetap akan menjalankan tugas dan fungsinya.

POLITIK | 24 Oktober 2019

DPR Menerima Surat Presiden Pengajuan Idham Aziz

Ketua DPR Puan Maharani meminta Komisi III segera menindaklanjuti surat presiden tentang pencalonan Komjen Pol Idham Aziz sebagai Kapolri.

POLITIK | 24 Oktober 2019

Jokowi Menjawab Polemik Menkes Terawan

Jokowi memastikan rekam jejak Terawan baik dan jelas.

POLITIK | 24 Oktober 2019

Rasa Kekeluargaan saat Pamitnya Arief Yahya dari Kemenpar

Rasa kekeluargaan Mantan Menpar, Arief Yahya, dengan stafnya menimbulkan rasa haru ketika ia sertijab di Balairung Sapta Pesona pada 23 Oktober 2019.

POLITIK | 24 Oktober 2019

Prabowo: Saya Ditugaskan Menjaga Kedaulatan Negara

Menurut Prabowo, tanpa keamanan dan keutuhan wilayah maka negara akan repot.

POLITIK | 24 Oktober 2019

Golkar: Kabinet Baru Bawa Optimisme

Golkar melihat Kabinet Indonesia Maju yang dibentuk Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin membawa optimisme bagi pembangunan bangsa Indonesia.

POLITIK | 24 Oktober 2019

Mahfud MD: Menko Berhak Memveto Kebijakan Menteri Lain

Mahfud menjelaskan, kementerian koordinator akan mengawal kerja tim para pembantu Presiden.

POLITIK | 24 Oktober 2019

Puan Maharani Janji Fasilitasi Kemudahan Berinvestasi

Kata Puan, di dalam pidato presiden usai dilantik, disebutkan ada dua hal yakni RUU Cipta Kerja dan UMKM.

POLITIK | 24 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS