Hasto: Modernisasi Jangan Hilangkan Jati Diri Bangsa
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Hasto: Modernisasi Jangan Hilangkan Jati Diri Bangsa

Minggu, 8 Desember 2019 | 19:46 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jember, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyadari bahwa modernisasi menuju era revolusi 4.0 adalah syarat mutlak yang harus diikuti Indonesia agar tak tertinggal. Hanya saja, Hasto mengingatkan, Indonesia sebagai bangsa tak boleh kehilangan jati negara dalam mencapai modernisasi itu.

"Mau era 4.0 atau 5.0, itu sebenarnya hanya alat bagi negara untuk mencapai tujuan. Namun, yang terpenting bagi kita adalah kemajuan yang menjadi jati diri sebagai bangsa," kata Hasto dalam acara diskusi bertema "Jember Menyiapkan Era Digitalisasi 4.0" yang diselenggarakan Lembaga Pemikiran Islam Bung Karno (LPI-BK) di Jember, Jawa Timur, Minggu (8/12/2019).

Hasto mengingatkan, Indonesia sudah melangkah sebagai negara maju pada abad VII sampai abad XV. Banyak peninggalan bersejarah yang menunjukkan kemajuan yang belum dilakukan oleh negara lain, seperti pembangunan Candi Borobudur, artefak, prasasti, dan arca yang bentuknya sangat mendetail.

Bahkan, Hasto tidak bisa memikirkan bagaimana orang pada zaman itu membuat benda yang sangat sulit mengingat teknologinya belum ada. Namun, Hasto kembali berpikir bahwa mental masyarakat saat itu sangat berpegang pada kekuatan luhur Nusantara.

Pada abad VII dan VIII pula, Indonesia sudah mencapai puncak peradaban. Rempah-rempah dan jalur perdagangan sudah mengarungi lautan lepas. "Kapal-kapal kita juga sudah mampu mengarungi samudera. Rempah-rempah kita sudah melawati one road one belt yang digagas Tiongkok," tambah Hasto.

Contoh lainnya, Hasto melihat banyak budaya dan agama ketika masuk di Indonesia membawa semangat Nusantara itu sendiri. Borobudur adalah contoh nyata di mana saat itu India tengah dilanda konflik tetapi perwujudan bangunannya diserap secara damai di Indonesia.

Politikus asal Yogyakarta ini juga mengatakan, Islam masuk lewat budaya Nusantara. Sunan Kalijaga, salah satu tokoh Wali Sanga, menggunakan wayang untuk memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi dan budaya Jawa saat itu. "Akhirnya, Islam masuk dalam kontemplasi Jawa tanpa menggunakan konflik di Indonesia," jelas Hasto.

Selain itu, Hasto menekankan bahwa Pancasila merupakan hasil perenungan Soekarno dengan menggali seluruh mutiara peradaban bangsa, budaya, dan akar Nusantara itu sendiri. Ideologi tersebut menawarkan persatuan bukan hanya untuk Indonesia, tetapi dunia.

Sebab, ujarnya, Indonesia sepanjang sejarah, selalu menerima perbedaan dan menjadi tamu yang baik. "Kalau ada konflik, itu pasti ada aktor-aktor politiknya," tambah Hasto.

Oleh karena itu, Hasto mengajak anak-anak muda untuk memahami jati diri bangsa. Dia meyakini modernisasi hanya alat bagi bangsa, namun hakekat yang harus dijaga adalah jati diri bangsa.

"Kita jangan hilang jati diri karena kita akan terseret arus globalisasi. Kita jangan sekadar ikut-ikutan digitalisasi 4.0, tetapi kita harus berakar kuat pada kebudayaan sendiri. Kita bisa menjadi bangsa yang kuat kalau kita berdiri bersama rekam jejak sejarahnya," kata Hasto.

Dalam acara diskusi ini, hadir anggota DPR dari Dapil Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo Ismail Ahmad, Ketua LPI-BK Ali Assegaf, dan Zuhairi Misrawi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ketua DKPP: Pelanggaran Kode Etik Bisa Diteruskan ke Pidana

Selama ini, penyelenggara pemilu di tingkat ad hoc hanya dikenakan sanksi pemberhentian tetap.

POLITIK | 8 Desember 2019

Bertemu Sekjen PDIP, Habib Husen Berharap Semakin Banyak "Habib Banteng"

Kunjungan Hasto ini dilakukan dalam rangka ikut menghadiri peringatan seratus hari meninggalnya Habib Sholeh Almuhdar, yang masih kerabat Habib Husen.

POLITIK | 8 Desember 2019

Hasto Kristiyanto: Era 4.0 Jangan Hilangkan Jati Diri Bangsa

"Yang terpenting bagi kita adalah kemajuan adalah jati diri itu sendiri sebagai bangsa," kata Hasto.

POLITIK | 8 Desember 2019

Sandiaga Apresiasi Penghargaan Asian of the Year untuk Jokowi

Penghargaan untuk Jokowi adalah kemenangan bangsa Indonesia.

POLITIK | 8 Desember 2019

PKS Komitmen Tak Calonkan Eks Koruptor di Pilkada Serentak 2020

Dengan atau tanpa larangan eks koruptor maju di pilkada, PKS sudah berkomitmen tidak mencalonkan eks koruptor.

POLITIK | 8 Desember 2019

PDIP akan Gelar Rakernas, Ini Pesan Megawati

Megawati mengintruksikan agar memperkuat tradisi kebudayaan rakyat.

POLITIK | 8 Desember 2019

Di Kongres Projo, Jokowi Bicara Infrastruktur dan SDM

Dahulu warga di pedalaman Wamena butuh berjalan kaki empat hari empat malam untuk mencapai rumah sakit di kota.

POLITIK | 8 Desember 2019

Kemdagri: Peraturan KPU Tidak Larang Eks Koruptor Calonkan Diri di Pilkada

Dalam Pasal 4 PKPU tersebut, yang mengatur persyaratan calon kepala daerah, tidak ada larangan bagi mantan terpidana kasus korupsi.

POLITIK | 8 Desember 2019

Guntur Romli Dukung Erick Thohir Bersihkan BUMN dari Radikalisme

Mohamad Guntur Romli mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang tengah "membersihkan" BUMN dari radikalisme.

POLITIK | 7 Desember 2019

Pemilu Serentak Dinilai Sulitkan Sosialisasi Caleg

Isu Pilpres cenderung menenggelamkan program sosialisasi kader.

POLITIK | 7 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS