BI-Kementan Luncurkan Asuransi Ternak Sapi

BI-Kementan Luncurkan Asuransi Ternak Sapi
Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah (kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (2/5). (Foto: Antara / Wahyu Putro)
Grace Dwitiya Amianti Rabu, 23 Oktober 2013 | 13:10 WIB

Jakarta– Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi yang tergabung dalam konsorsium untuk skema asuransi ternak sapi.

Peluncurkan tersebut ditandai dengan penyerahan polis kepada 10 peternak sapi anggota Koperasi Warga Mulya, Sleman, dan anggota Asosiasi Peternak Sapi Boyolali (Aspin).

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengatakan, program tersebut merupakan salah satu implementasi dari nota kesepahaman yang terjalin antara kedua lembaga sejak 2011. Tujuannya, mendorong peningkatan akses kepada sumber-sumber pembiayaan untuk usaha di sektor pertanian.

“Tugas utama BI yaitu mengendalikan inflasi, sehingga kami berupaya untuk meneliti dan menyelesaikan masalah di seluruh komponen. Komoditas pangan, termasuk daging sapi, ini menjadi salah satu sumber munculnya inflasi. Ini menjadi salah satu perhatian BI juga,” kata Halim dalam sambutannya pada Peluncuran dan Seminar Asuransi Ternak Sapi di Gedung BI, Jakarta, Rabu (23/10).

Halim mengatakan, karakteristik usaha sektor pertanian, khususnya subsektor budidaya dan pembibitan sapi, dianggap berisiko tinggi karena bersifat rentan terhadap serangan penyakit dan kematian. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerugian kepada peternak.

Sebab itu, kata Halim, sudah selayaknya usaha peternakan mendapat perhatian khusus untuk meminimalisasi risiko melalui asuransi. Dia juga berharap, jika risiko tersebut sudah dapat termitigasi dengan baik, penyaluran kredit perbankan ke pertanian, termasuk klaster sapi, dapat meningkat.

Berdasarkan data BI hingga Agustus 2013, kredit bank umum untuk sektor pertanian mencapai Rp 158,5 triliun. Dari angka tersebut, penyaluran ke subsektor peternakan budidaya mencapai Rp 11,7 triliun atau 7,35%.

Di sisi lain, kredit UMKM sektor pertanian mencapai Rp 43,73 triliun termasuk kredit pada subsektor peternakan budidaya yang mencapai Rp 6,5 triliun atau 14,95%.

“Pemberian kredit ke budidaya sapi baru 0,4%. Jadi, dengan asuransi ini dapat meningkatkan produktivitas sapi supaya perbankan mau masuk lebih banyak,” pungkas Halim. (grc)

Sumber: Investor Daily