30.000 Orang Daftar BPJS Kesehatan Secara Mandiri

30.000 Orang Daftar BPJS Kesehatan Secara Mandiri
Kartu BPJS Kesehatan ( Foto: Antara / Lucky R )
Agustiyanti Senin, 6 Januari 2014 | 16:18 WIB

Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat sejak mulai beroperasi per 1 Januari 2014, sekitar 30.000 orang telah mendaftarkan diri secara mandiri sebagai peserta BPJS kesehatan.

Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajriadinur menuturkan, sejak mulai beroperasional sebagai BPJS kesehatan per 1 Januari 2014, pihaknya mencatat sudah terdapat sekitar 30.000 orang yang mendaftarkan diri secara mandiri sebagai peserta BPJS.

"Kita sudah membuka pendaftaran BPJS kesehatan sejak 1 Januari 2014, saat ini ada sekitar 30.000 orang yang sudah mendaftarkan diri secara mandiri," ujar Fajriadinur dalam Diskusi terkait Pelayanan BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (6/1).

Menurut dia, masyarakat yang ingin mendaftar secara mandiri dapat membawa kartu tanda penduduk dan foto, serta mengisi sejumlah formulir. Pembayaran iuran pun menurut dia, dapat dilakukan melalui bank yang telah bekerja sama dengan BPJS kesehatan yakni BNI, BRI, dan Bank Mandiri.

Pemerintah sendiri, saat ini telah menetapkan besaran iuran BPJS kesehatan bagi pekerja di luar penerima upah, terdiri atas Rp 25.500 per bulan/orang untuk pelayanan rawat inap kelas tiga, Rp 42.500 per bulan/orang untuk pelayanan rawat inap kelas dua, dan Rp 59.500 per bulan/orang untuk pelayanan rawat inap kelas satu.

Adapun iuran bagi karyawan penerima upah sebesar 4,5 persen dari gaji karyawan per bulan hingga 30 juni 2015 dan meningkat menjadi lima persen pada 1 Juli 2015. Adapun dari komposisi besaran iuran tersebut, pengusaha diminta membayarkan iuran karyawannya sebesar empat persen, sedangkan pekerja sebesar 0,5 persen sebelum 1 Juli 2015 dan satu persen setelah 1 Juli 2015.

Sedangkan iuran penerima bantuan iuran (PBI) untuk masyarakat miskin atau tidak mampu yang dibayarkan pemerintah ditetapkan sebesar Rp 19.225 per bulan/orang. Kemudian Iuran bagi PNS/TNI/Polri/Pensiunan sebesar lima persen yang terdiri dari tiga persen pemerintah dan dua persen pekerja.

Sumber: Investor Daily