Industri Asuransi Indonesia Meningkat pada 2016

Industri Asuransi Indonesia Meningkat pada 2016
Ilustrasi asuransi ( Foto: IST/Investor Daily )
/ PCN Sabtu, 31 Desember 2016 | 19:19 WIB

Jakarta - Industri asuransi nasional sepanjang tahun 2016 mengalami pertumbuhan signifikan tercermin dari tingginya pendapatan asuransi jiwa, umum, maupun syariah yang mencapai Rp 158,65 triliun pada kuartal III-2016 atau meningkat 78,1 persen dibandingkan tahun 2015.

"Dari sisi investasi, industri asuransi mencapai Rp 386,18 triliun meningkat 25,7 persen dari tahun 2015 yang hanya mencapai Rp 307,29 triliun," kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Hendrisman Rahim, di Jakarta, Sabtu.

Menurut Hendrisman, peningkatan pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya saluran distribusi bancassurance, produk asuransi yang ditawarkan melalui layanan perbankan.

Pemasaran melalui bancassurance dinilai relatif lebih mudah dilakukan karena pasar yang dibidik adalah nasabah perbankan yang lebih memahami beragam jenis jasa keuangan. Apalagi, kini sejumlah bank BUMN yang menggaet mitra strategis telah menunjukkan kinerja terbaik.

Sementara itu, Praktisi Perasuransian, Kapler Marpaung mengatakan kerja sama bank BUMN dengan mitra strategis menjadi kunci pertumbuhan industri asuransi.

Seperti, BNI Life Insurance, anak perusahaan PT Bank Negara Indonesia Tbk yang terus membukukan kinerja positif setelah membentuk perusahaan patungan dengan Sumitomo Life.

Demikian juga PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kenaikan laba siginfikan, serta Bringin Life anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengembangkan bisnis dengan berencana menggaet mitra strategis untuk mengembangkan produk bancaassurance.

Bahkan pemilik perusahaan asuransi FWD Group, Hanwha Life Insurance Co. dan BNP Paribas Cardif sudah menawar saham Bringin Life dengan harga US$ 400 juta hingga US$ 500 juta, meskipun hingga kini belum ada kabar kepastian BRI mengenai penjualan Bringin Life.

Menurut Kapler yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada ini, kerja sama perusahaan asuransi dengan mitra strategis bisa membuat kinerja asuransi semakin kinclong sebab perusahaan semakin bertumbuh, sehat dan kuat.

"Jika BRI sebagai induk usaha jadi menjual 40 persen saham anak usahanya di bidang asuransi tersebut ke mitra strategis maka akan mendongkrak kinerja," ujarnya.

Pascadiakuisisi BRI, BRIngin Life sepanjang 2016 ini menargetkan pertumbuhan premi hingga 40 persen dari tahun lalu menjadi Rp 2,4 triliun.

Produk asuransi kredit mikro Bringin Life juga akan memperoleh dukungan dari 52 juta nasabah BRI yang potensial menjadi calon nasabah mereka. Selain itu, kekuatan jaringan BRI akan memudahkan Bringin Life melakukan penetrasi pasar.

 



Sumber: ANTARA