Perusak Citra Bumiputera Bakal Disomasi

Perusak Citra Bumiputera Bakal Disomasi
Pengelola Statuter (PS) Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Adhie Massardi (kedua dari kiri) menyampaikan keterangan pers di sela acara sosialisasi dan konsolidasi Bumiputra di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 1 Februari 2017. ( Foto: Istimewa / Istimewa/Asni Ovier )
Asni Ovier / AO Rabu, 1 Februari 2017 | 19:51 WIB

Surabaya - Pengelola Statuter (PS) Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) berencana melakukan somasi kepada sejumlah pihak yang kerap merecoki upaya penyelamatan pemegang polis. Pihak yang akan disomasi antara lain mantan komisaris independen AJB Bumiputera, IR, dan salah satu pemegang polis, JI.

"PS sudah menyiapkan tim hukum untuk melakukan somasi itu," kata PS AJBB Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Adhie M Massardi kepada wartawan di sela acara sosialisasi dan konsolidasi Bumiputra di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/2).

Adhie menjelaskan, somasi akan dilayangkan untuk mengingatkan bahwa pernyataan-pernyataan yang disampaikan keduanya di media massa berdampak pidana bila terus dilanjutkan. Sementara, upaya PS yang ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menunaikan kewajiban AJBB terhadap 6,5 juta pemegang polis sudah berhasil dilakukan, sehingga hak-hak para pemegang polis tersebut bisa terjamin.

"Semua sudah sesuai aturan, sudah diuji, dan sudah diaplikasi. Untuk memuluskan penyelamatan pemegang polis harus berjalan tanpa gangguan," kata Adhie. Dikatakan, JI telah membuat pernyataan-pernyataan negatif soal Bumiputera didasari rasa sakit hati karena uang sebesar Rp 4,9 miliar yang dimintanya urung dipenuhi pihak Bumiputera.

Menurut tagihan yang disampaikan JI kepada Bumiputera, uang tersebut untuk membayar kerja-kerja dirinya bersama tim mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kemudian, dalam putusannya, MK menolak uji materi tersebut.

"Kami tidak mau bayar karena legal standing dia sebagai penagih tidak ada. Misalnya, penunjukan awal dari Bumiputera. Padahal, tugas PS adalah mengamankan setiap rupiah yang masuk dan mempertanggungjawabkannya. Kalau PS bertindak seenaknya, tentu sangat tidak bagus," tutur Adhie.

Sementara, IR, kata Adhie, tidak memiliki moral standing untuk megeritik PS dalam membenahi Bumiputera. Sebab, kesemerawutan pengelolaan yang terjadi di Bumiputera dan permasalahnya kini sedang diatasi oleh PS, muncul justru saat IR menjabat komisaris. "Saat itulah awal terjadi mismanajemen di Bumiputera," katanya.

Adhie menyampaikan, dirinya menerima laporan dari lapangan jika berita-berita negatif yang bersumber dari IR dan JI tersebut telah digunakan oleh para agen pesaing untuk menjatuhkan AJB Bumiputera. Terkait ini, kata dia, PS akan menyampaikan ke Asosiasi Asurasi Jiwa Indonesia (AAJI).

"Berita-berita yang negatif itu dikliping oleh agen kompetitor. Di institusi tidak mengganggu, tetapi di lapangan sangat mengganggu. Ini akan menganggu di pasar, terutama dalam penarikan premi lanjutan. Karenanya, sikap kami akan melakukan somasi, terutama kepada dua orang itu yang telah teridentifikasi," kata Adhie.

Acara sosialisasi dan konsolidasi diikuti sejumlah manajer regional AJB Bumiputera, di antaranya Jateng 1, Jatim 1, Jatim 2, Jatim 3, Bali dan NTB, NTT, dan Kalimantan 2. Adhie berada di Surabaya didampingi Wakil Kordiantor PS bidang Hukum dan Pengawas Internal Mayjen (Purn) Sriyanto Muntasram. Sementara, pada Kamis (2/2), Adhie akan melakukan kegiatan yang sama di Makassar.



Sumber: BeritaSatu.com