Manulife Optimistis Capai Hasil Positif di Tahun 2017

Manulife Optimistis Capai Hasil Positif di Tahun 2017
Manajemen Manulife berpose bersama. ( Foto: Istimewa )
Paulus Nitbani / PCN Selasa, 16 Mei 2017 | 15:10 WIB

Jakarta-Perusahaan asuransi jiwa Manulife Indonesia optimistis perseroan akan mencapai hasil positif pada tahun 2017 ini. Sikap optimistis ini sejalan dengan perkembangan positif yang dicapai perseroan pada tahun 2016 lalu.

Hal tersebut Direktur & Chief Financial Officer Manulife Indonesia Colin Startup dalam paparan kinerja Manulife Indonesia di Jakarta, Selasa (16/5).

Ia menilai, situasi ekonomi saat ini mulai cukup baik, makanya pihaknya optimistis bisa mendapat hasil yang baik. "Fokus tahun ini salah satunya dengan menyediakan lebih banyak produk beragam dan menjangkau lebih banyak nasabah melalui kemitraan distribusi," ujar dia.

Hal serupa dikatakan Presdir PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Legowo Kusumonegoro. Ia menilai, pada 2016, ada risiko-risiko yang dilihat investor soal perekonomian dunia, terutama terkait kemana kebijakan pemerintahan baru AS di bawah kepemimpinan Dinakd Trump. Tahun itu, di Indonesia juga menghangat dengan adanya Pilkada serentak, termasuk Polkada di DKI.

"Ternyata hasilnya damai-damai saja walau ada sedikit ketidaknyamanan. Tapi fondasi perekonomian Indonesia sangat kuat. Jangka panjang positif," tuturnya. Makanya cocok bagi investor Indonesua untuk berinvestasi jangka panjang dalam bentuk saham maupun obligasi.

"Dari dunia investasi tahun ini masih positif. Rupiah kita kuat. Cadangan devisa juga kuat, current account sehat," ujarnya.

Startup melanjutkan, Manulife Indonesia terus memperluas jangkauan dan cakupan pasar melalui kerja sama jalur distribusi, terutama melalui perjanjian distribusi strategis berjangka panjang dengan bank-bank ritel serta melalui jalur telemarketing dan pemasaran langsung yang dilakukan secara selektif. Manulife Indonesia meraup sekitar 35 persen penjualan asuransi baru dari jalur distribusi kemitraannya.

"Kami bangga dengan apa yang telah kami capai melalui bisnis kemitraan kami. Tahun lalu, perjanjian distribusi jangka panjang kami dengan beberapa mitra bank strategis memberikan kontribusi yang signifikan terhadap hasil bisnis dan memberi kami akses ke lebih dari 11 juta nasabah di negara ini,” ujar dia.

Ditambahkan, pada Maret 2016, pihaknya menandatangani kerja sama asuransi jiwa kredit dengan BCA Finance, yang memberi akses ke jaringan cabang-cabang perusahaan pembiayaan tersebut di 50 kota di Indonesia. "Kesepakatan ini merupakan kerja sama distribusi perdana Manulife dengan lembaga keuangan nonbank," tambah Startup.

Ia menjelaskan, Manulife Indonesia terus mendukung program literasi keuangan pemerintah melalui program-program TV edukatif-nya yang populer.

Dikisahkan, setiap minggu, jutaan pemirsa menyaksikan tayangan acara-acara yang juga telah meraih penghargaan tersebut. Pada tahun 2016, Do It (sebelumnya dikenal sebagai Gaya Hidup Masa Depan) melampaui 163 episode, sementara Cerdas 5 Menit mencapai 791 episode.

Pihaknya juga menyediakan berbagai macam bantuan untuk sekolah-sekolah di lima daerah, termasuk membangun kembali dan merenovasi bangunan-bangunan sekolah yang rusak. "Program Sekolah Binaan ini merupakan bagian dari fokus perusahaan untuk membangun generasi muda dan membantu memberikan akses ke pendidikan di Indonesia," tutur dia.

Sementara itu, Novita Rumngangun, Direktur & Chief Marketing Officer Manulife Indonesia menambahkan, pada Februari 2016, tambah Startup, Manulife Indonesia meresmikan gedung baru sekolah binaannya, SDN Pondok Tisuk di Sukabumi. Perusahaan juga bergabung dengan Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach (PSF-SDO) untuk meluncurkan Program Pengembangan Wirausaha Muda yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan kemampuan di bidang keuangan para guru dan siswa di Banda Aceh.

“kami bangga dapat membantu masyarakat Indonesia melalui investasi kami pada edukasi literasi keuangan. Program-program aktivitas tanggung jawab sosial kami memberi kami kesempatan untuk menggunakan keterampilan keuangan kami untuk merespon tren sosial jangka panjang seperti inklusi keuangan, yang saat ini menjadi tujuan utama OJK. Ini adalah bagian penting dari kontribusi kami dalam membantu mengembangkan pasar asuransi dan investasi di Indonesia,” simpul Novita.