Raih Premi Rp 50 M per bulan, PT AJB Masih Fokus Konsolidasi

Raih Premi Rp 50 M per bulan, PT AJB Masih Fokus Konsolidasi
Asuransi AJB Bumiputera ( Foto: Istimewa )
Windarto / WDR Kamis, 18 Mei 2017 | 00:18 WIB

Jakarta-PT Asuransi Jiwa Bumiputera (PT AJB) sudah mulai menata bisnis dengan raihan premi baru sebesar Rp 50 miliar per bulan. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT AJB Wiroyo Karsono. Menurutnya, perusahaan baru mulai beroperasi dan berjualan pada Maret tahun ini. “Tahun ini kami konsolidasi, bangun pondasi yang kuat, sistem yang kuat, dan tidak ada target angka-angka,” tuturnya. Dengan melakukan konsolidasi, Wiroyo berharap tahun depan PT AJB sudah bisa tumbuh lebih baik dan berkembang.

Saat ini PT AJB memasarkan 11 produk untuk masyarakat dari produk asuransi wholelife, pendidikan, mikro, hingga produk unit link. Menurut Wiroyo, produk-produk saat ini kebanyakan produk-produk yang dipasarkan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) namun ada sedikit perubahan. Tapi ke depan, PT AJB akan mengembangkan produk-produk baru.

Guna menguatkan langkah bisnis PT AJB, dalam waktu dekat perusahaan akan mendapatkan suntikan modal lagi, di antaranya melalui right issue PT Evergreen Invesco Tbk (Evergreen) , selaku pemilik PT AJB. “(Dana right issue) Itu bisa untuk mengembangkan bisnis kita, investasi di sistem dan infrastruktur lainnya,” ujar Wiroyo usai menandatangi kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) di Jakarta (18/5).

Kerja sama dengan BRI tersebut terkait layanan cash management, yakni sistem pembayaran premi dari PT AJB melalui jaringan BRI. Pada tahap awal BRI menyediakan fasilitas berupa BRI Virtual Account (Briva). Melalui Briva tersebut, 25 kantor wilayah dan 365 cabang PT AJB di seluruh Indonesia bisa secara realtime mengakses data pembayaran premi yang masuk ke rekening masing-masing wilayah dan cabang.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan BRI Kuswiyoto menyebut, penggunaan layanan Briva oleh PT AJB ini tidak hanya menambah fee base income BRI, juga menambah peluang BRI dalam mengoptimalkan potensi pasar melalui jaringan nasabah PT AJB yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Sinergi keduanya akan memberikan manfaat yang optimal bagi nasabah, dan para agen baik agen BRILink maupun agen PT AJB,” ujar Kuswiyoto. Saat ini BRI memiliki 150 ribu agen BRILink di 75 ribu desa.

Menurut Wiroyo, tidak menutup kemungkinan sinergi lain akan dilakukan PT AJB dengan BRI selain untuk layanan cash management. Kerja sama bisnis asuransi dan bank biasanya disebut bancassurance. “Di dalam rencana bisnis kami ada plan bancassurance, tapi tidak untuk tahun ini. Kami ingin bangun landasan yang kuat dulu setelah itu tahun depan baru bicara peluang-peluang bisnis, termasuk bancassurance,” ujarnya.