Penyaluran Kredit BCA Tahun 2014 Tumbuh 11%

Penyaluran Kredit BCA Tahun 2014 Tumbuh 11%
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, di Jakarta, Kamis (5/3) ( Foto: Beritasatu.com/M. Nurhadi Pratomo )
Kamis, 5 Maret 2015 | 19:11 WIB

Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit pada akhir 2014 sebesar Rp 346 triliun atau tumbuh 11%. Pertumbuhan disokong dari kredit investasi dan modal kerja yang disalurkan ke segmen korporasi, komersial, dan UKM.

Berdasarkan laporan hasil kinerja tahun 2014, penyaluran kredit korporasi meningkat 16,9% atau sebesar Rp 120,5 triliun. Kredit komersial dan UKM tumbuh 9,7% atau menjadi Rp 134,2 triliun. Sementara itu, laju kredit konsumer ditahan menjadi sebesar Rp 92,3 triliun atau tumbuh 6,1%.

Pada kuartal keempat tahun 2014, KPR tumbuh 3,2% atau menjadi Rp 54,7 triliun. "Pertumbuhan KPR yang signifikan terjadi mulai September sampai Desember 2014 sebesar 5,6%," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja pada Paparan Kinerja Tahun 2014 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada (5/3). Hal ini disebabkan karena BCA mengurangi suku bunga KPR pada September 2014.

Kredit kendaraan bermotor meningkat 8,3% atau sebesar Rp 28,9 triliun, sedangkan outstanding kartu kredit juga meningkat 18,5% atau menjadi Rp 8,8 triliun. Sepanjang tahun 2014, BCA mengambil langkah lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit, terlihat dari rendahnya rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 0,6% dengan rasio cadangan sebesar 324,2%.

Jahja Setiaatmadja mengatakan, pertumbuhan kredit di tahun 2015 diperkirakan akan tumbuh konservatif antara 12-15%. "Kredit itu akan kita atur jangan terlalu tinggi, jadi tergantung Dana Pihak Ketiga (DPK) kalau DPK ketat Kredit akan rendah dan kalau DPK lancar, Kredit berani lebih tinggi," papar Jahja Setiaatmadja.

"Kita akan terus maintain DPK dikisaran 74-80%," kata Jahja Setiaatmadja. Tercatat DPK terhadap kredit pada akhir 2014 tumbuh 76,8%. Sementara secondary reserves (tidak termasuk obligasi pemerintah) tercatat sebesar Rp 63,9 triliun atau tumbuh 14,3% dari total DPK di tahun 2014. Posisi permodalan BCA yang sehat tercermin rasio kecukupan modal BCA tercatat sebesar 16,9% pada tahun 2014.

"Ke depan kami akan terus membina kepercayaan nasabah dengan menyediakan layanan perbankan transaksi yang berkualitas kepada nasabah," kata Jahja Setiaatmadja.

Sumber: Investor Daily