Bantu Arus Kas Faskes, CIMB Niaga Jalin Kerja Sama dengan BPJS

Bantu Arus Kas Faskes, CIMB Niaga Jalin Kerja Sama dengan BPJS
Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso (kedua kanan) dan Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (kedua kiri) menandatangani nota kesepahaman terkait Supply Chain Financing (SCF) di Jakarta, Rabu, 12 September 2018. ( Foto: dina manafe )
Dina Manafe / EAS Rabu, 12 September 2018 | 13:39 WIB

Jakarta - Sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) terutama rumah sakit belakangan ini mengeluhkan arus kas keuangannya terganggu karena keterlambatan pembayaran klaim layanan oleh BPJS Kesehatan. Mengatasi ini, BPJS Kesehatan menggandeng perbankan untuk membantu faskes agar arus keuangannya lancar. Kerja sama ini dilakukan melalui skema pembiayaan tagihan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan atau dikenal dengan Supply Chain Financing (SCF).

Sembari menunggu klaim layanan dibayarkan BPJS Kesehatan, faskes bisa ajukan pinjaman ke bank dengan bunga relatif rendah. Jadi, faskes tidak perlu khawatir lagi kekurangan biaya operasional, karena ada dana talangan dari bank.

Setelah dengan Bank KEB Hanna dan beberapa bank lainnya, hari ini, Rabu (12/9), BPJS Kesehatan kembali menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bank CIMB Niaga. Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara dan Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso di Graha CIMB Niaga, Jakarta.

Melalui kemitraan ini, Bank CIMB Niaga akan memberikan pembiayaan kepada faskes dengan pola anjak piutang, sehingga faskes dapat menerima pembayaran lebih awal dari bank atas tagihannya ke BPJS Kesehatan sampai adanya penyelesaian pembayaran dari BPJS Kesehatan dilakukan.

"Sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia, CIMB Niaga siap menyediakan solusi finansial bagi faskes agar bisa menjaga kesinambungan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat tertutama peserta JKN-KIS,” kata Pandji.

Selain pembiayaan, dengan kemitraan ini, faskes juga dapat memanfaatkan berbagai produk dan layanan perbankan yang ditawarkan CIMB Niaga. Dengan konsep one stop financial solution, CIMB Niaga menawarkan solusi lengkap dan komprehensif untuk semua kebutuhan finansial faskes dengan memanfaatkan teknologi terkini. Salah satunya melalui BizChannel@CIMB untuk memudahkan pengelolaan keuangan secara online dengan fitur lengkap yang aman dan nyaman.

Kemal Imam Santoso mengatakan, sinergi dengan CIMB Niaga merupakan langkah BPJS Kesehatan untuk membantu fasilitas kesehatan dalam menjaga arus kas dan likuiditasnya melalui pembiayaan dari perbankan. Saat ini sejumlah bank baik nasional maupun swasta siap memberikan manfaat pembiayaan tagihan pelayanan kesehatan melalui SCF ini.

"SCF ini bisa dimanfaatkan oleh fasilitas kesehatan agar likuiditas rumah sakit berjalan baik,” kata Kemal.

15 Hari
Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, BPJS Kesehatan wajib membayar klaim atas pelayanan yang telah diberikan oleh fasilitas kesehatan kepada peserta paling lambat 15 hari kerja sejak dokumen klaim diterima lengkap.

Ini merupakan peluang bagi CIMB Niaga untuk memberikan fasilitas pembiayaan modal kerja berupa talangan tagihan kepada pihak fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Ini juga peluang bagi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan dana segar selama menunggu pembayaran dari BPJS Kesehatan.

Setelah BPJS Kesehatan membayar, baru fasilitas kesehatan membayar ke bank.

Sampai dengan 1 September 2018, tercatat 201.660.548 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta JKN-KIS. BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 22.467 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.430 rumah sakit termasuk klinik utama, 1.546 apotek, dan 1.091 optik.



Sumber: Suara Pembaruan