Penyaluran Kredit Bank DKI Tumbuh 20,4%

Penyaluran Kredit Bank DKI Tumbuh 20,4%
Bank DKI meresmikan kantor layanan baru, yang berlokasi di Pasar Malabar, Jakarta, Selasa (30/10). ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 31 Oktober 2018 | 09:27 WIB

Jakarta - Sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan fungsi intermediasi perbankan, per September 2018, Bank DKI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 30,82 triliun atau meningkat sebesar 20,4 persen dibandingkan periode September 2017 sebesar Rp 25,59 triliun.

"Peningkatan penyaluran kredit tersebut ditopang oleh sejumlah aspek seperti fokus Bank DKI dalam pemberdayaan segmen usaha mikro melalui pemberian modal usaha," kata Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/10).

Sampai dengan September 2018, Bank DKI telah menyalurkan Rp 620 miliar ke segmen mikro. Secara year on year (YoY), kredit ke segmen mikro tumbuh 49,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 416 miliar.

Peningkatan ini didorong oleh sejumlah ekspansi jaringan kantor Bank DKI di pasar-pasar DKI Jakarta dan sekitarnya. Sampai dengan saat ini, total kantor Bank DKI yang ada di pasar sebanyak 79 kantor layanan dari total 279 Kantor Layanan yang dimiliki Bank DKI.

Sementara itu, dari sisi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL), mengalami perbaikan dari 4,74 persen per September 2017 menjadi 3,19 persen per September 2018. Membaiknya rasio NPL tersebut didorong dengan upaya perbaikan proses kredit untuk memastikan penyaluran kredit dilakukan secara prudent.

"Beberapa hal yang dilakukan antara lain dengan menyempurnakan SOP, penataan kewenangan memutus kredit sesuai dengan prinsip four eyes principles, sentralisasi proses analisa dan administrasi kredit, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang perkreditan," tambah Sigit.

Per September 2018, total Aset Bank DKI juga tercatat sebesar Rp 48,81 triliun. Berbagai aktivitas bisnis yang dilakukan tersebut telah mendorong pencapaian laba per September 2018 sebesar Rp 563,03 miliar atau meningkat 7,5 persen dibandingkan laba pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 524 miliar.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI per September 2018 tercatat sebesar Rp 37,29 triliun dengan didorong oleh pertumbuhan Tabungan sebesar 11,3 persen YoY dari Rp 6,63 triliun per September 2017 menjadi Rp7,38 triliun per September 2018 dan pertumbuhan Giro sebesar 6,4 persen dari Rp10,44 triliun per September 2017 menjadi Rp11,10 triliun per September 2018.

Rasio keuangan Bank DKI posisi September 2018 tercatat antara lain Return On Asset (ROA) sebesar 2,11 persen, Return on Equity (ROE) sebesar 10,03 persen dan Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,50 persen. Per September 2018, LDR Bank DKI juga tercatat membaik dari 61,86 persen di periode tahun sebelumnya, menjadi 82,66 persen per September 2018.



Sumber: BeritaSatu.com