Bank Jatim Optimistis Capai Target Tahun ini

Bank Jatim Optimistis Capai Target Tahun ini
Dirut Bank Jatim R. Soeroso (tengah) bersama jajaran direksi Bank Jatim lainnya usai pemaparan kinerja Bank Jatim triwulan III 2018 di kantor Bank Jatim, Surabaya, Rabu (31/10). ( Foto: Beritasatu Photo )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 31 Oktober 2018 | 17:23 WIB

Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) optimistis mampu mencapai target yang ditetapkan sampai akhir 2018.

Dirut Bank Jatim, R Soeroso mengatakan, rasio keuangan Bank Jatim posisi September 2018 menunjukkan tren positif. Antara lain, Return on Equity (ROE) sebesar 20,20 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen, Return On Asset (ROA) 3,38 persen, Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) tetap terjaga di pososi 64,86 persen, serta CASA rasio Bank Jatim sebesar 67,11 persen.

"Dengan capaian kinerja selama triwulan ketiga ini kami optimistis dengan target pertumbuhan sampai akhir tahun ini, yaitu pertumbuhan aset sebesar 8,5 persen, kredit sebesar 10,65 persen, DPK 10 persen dan laba sebesar 5 persen," kata Soeroso saat acara Media Gathering Bank Jatim di Surabaya, Rabu (31/10).

Lebih lanjut, Soeroso menyatakan selama triwulan III 2018, Bank Jatim mencatat aset tumbuh sebesar 17,81 persen (YoY) atau sebesar Rp 63,43 triliun, laba bersih tercatat Rp 1,06 triliun atau tumbuh 4,54 persen (YoY), Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 20,13 persen (YoY) atau sebesar Rp 52,84 triliun.

Deposito masih mendominasi pertumbuhan DPK, yaitu sebesar Rp 17,38 triliun atau tumbuh sebesar 23,05 persen. "Pertumbuhan deposito ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim terus meningkat," terangnya.

Sedangkan untuk pertumbuhan kredit, Bank Jatim mencatat pertumbuhan sebesar Rp 33,07 triliun atau tumbuh 7,74 persen (YoY). Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi sebesar Rp 21,02 triliun atau tumbuh 10,52 persen (YoY).

"Sektor penyaluran Kredit Bankit KKPA atau kredit kepada koperasi untuk anggotanya memberikan sumbangsih cukup signifikan dengan pertumbuhan sebesar 21,08 persen," kata Soeroso.

Berbagai strategi sudah disiapkan untuk memastikan target pertumbuhan tahun ini. Khusus untuk penyaluran kredit, Bank Jatim akan meningkatkan status Kantor Kas menjadi Kantor Cabang Pembantu untuk meningkatkan peluang penyaluran kredit dan optimalisasi layanan. Bank Jatim juga akan melakukan penetrasi pasar terhadap penyaluran kredit untuk memperoleh lebih banyak informasi serta data pelaku usaha atau UMKM melalui dinas terkait.

"Bank Jatim juga akan meningkatkan penyaluran kredit kepada koperasi melalui skema kredit Bankit KKPA," jelas Soeroso.

Selain itu, lanjut dia, peningkatan fee based income juga menjadi perhatian utama Bank Jatim untuk pencapaian target akhir tahun. Sampai akhir tahun ini, Bank Jatim akan lebih mengoptimalkan transaksi treasury dan bankassurance.

"Kami juga akan meningkatkan layanan basis teknologi informasi melalui layanan e-samsat, SP2D online, mobile banking, SMS banking, dan internet banking," pungkas Soeroso.



Sumber: Investor Daily