Jakarta Tollroad Terima Kredit Sindikasi Rp 13,7 Triliun

Jakarta Tollroad Terima Kredit Sindikasi Rp 13,7 Triliun
Ilustrasi jalan tol. ( Foto: istimewa )
Bayu Marhaenjati / BW Rabu, 28 November 2018 | 09:53 WIB

Jakarta- PT Jakarta Tollroad Development (JTD), menerima pinjaman investasi sindikasi berjumlah Rp 13,7 triliun, untuk pembiayaan proyek pembangunan tahap I ruas Jalan Tol Semanan-Sunter-Pulo Gebang, yang merupakan bagian dari enam ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta. Tahap I ini ditargetkan rampung 2021.

Penandatanganan perjanjian kredit investasi sindikasi yang melibatkan 29 joint mandated lead arranger and bookrunner itu dilaksanakan di Jakarta, Selasa (27/11).

"Jadi penandatanganan kredit sindikasi adalah untuk ruas jalan tol tahap I, yaitu ruas Semanan-Sunter-Pulo Gebang. Investasi yang kita lakukan kurang lebih dengan perbandingan pembiayaan 70 persen dari perbankan, 30 persen dari modal sendiri," ujar Direktur Utama JTD Frans Sunito, di Jakarta, Selasa (27/11).

Dikatakan, proyek jalan tol tahap I yang diperkirakan membutuhkan Rp 21,5 triliun itu, dibangun dalam tiga seksi A, B dan C. Seksi A meliputi bagian timur seperti Pulo Gebang sampai Kelapa Gading, seksi B bagian barat yakni Semanan hingga Grogol, dan seksi C bagian tengah, Grogol sampai dengan Kelapa Gading.

"Yang sedang kita konstruksi sekarang seksi A Pulo Gebang-Kelapa Gading. Seksi A saat ini progres konstruksi 30 persen, dan diharapkan selesai pada semester II 2019. Kemudian, seksi B akan mulai awal 2019. Selanjutnya, seksi C menyusul dan berakhir pada 2021. Keseluruhan tahap I akan beroperasi penuh pada tahun 2021," ungkapnya.

Ia menyampaikan, pembebasan lahan tahap I sudah hampir rampung, diperkirakan di atas 90 persen. Sementara, hingga saat ini serapan dana pengembangan konstruksi sudah mencapai sekitar Rp 1 triliun yang berasal dari ekuiti perusahaan.

"Kami konstruksinya jalan terus, pembebasan lahan bisa dilaksanakan pararel dengan konstruksi, karena kita banyak menggunakan ruang di atas jalan," katanya.

Chief Financial Officer (CFO) JTD Reynaldi Hermansjah mengatakan, sindikasi Rp 13,7 triliun ini merupakan pembiayaan pembangunan jalan tol yang terbesar hingga saat ini, dengan melibatkan bank konvensional dan syariah.

"Pinjaman ini melibatkan joint mandated lead arranger and bookrunner. Intinya ada enam bank, yakni Bank Mandiri, BNI, BCA, Bank DKI, Bank Mega, dan Mandiri Syariah, ini merupakan debitur yang besar. Mereka mengajak perbankan lain untuk turut serta melakukan pembiayaan jalan tol ini (total 29 bank). Semua pembiayaan menggunakan mata uang rupiah. Walaupun ada bank asing, semua menggunakan rupiah," jelasnya.

Menurutnya, JTD memiliki kewajiban mengembalikan pinjaman investasi ini dalam jangka waktu atau tenor 15 tahun. "Suku bunganya, pada massa pembangunan 11 persen per annum. Nanti pada saat pembangunan telah selesai dan beroperasi kami akan membayar bunga 10,75 persen per annum," tandasnya.

Diketahui, pembangunan proyek 6 ruas tol dalam kota, dibagi dalam tiga tahap. Tahap I meliputi Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang sepanjang 30 kilometer.

Tahap II adalah ruas Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 kilometer, dan Kemayoran-Kampung Melayu dengan panjang 9,6 kilometer. Tahap III mulai dari Ulujami menuju Tanah Abang sepanjang 8,7 kilometer dan Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,16 kilometer.

Pembangunan ruas jalan tol yang dilakukan JTD bertujuan menambah kapasitas jaringan jalan arteri yang ada supaya arus lalu lintas lebih baik. Seluruh struktur badan jalan dibangun dengan konstruksi tol layang atau dibangun di atas jalan arteri yang sudah ada.

Dalam membangun ruas jalan, JTD turut menghitung tingkat pencahayaan, kepatutan dan keramahan lingkungan. Tingkat ketinggian, dibangun serendah-rendahnya 11,5 meter guna mengakomodasi pencahayaan yang cukup. Selain itu, juga membuat sumur resapan sehingga konstruksi jalan tol ini ramah terhadap kondisi tanah serta lingkungan.

Apabila sudah rampung, PT JTD bakal mengoperasikan sendiri ruas tol itu, dan akan memberlakukan tarif Rp 2.200 per kilometer.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE