Bank DKI Pimpin Kredit Proyek Tol Dalam Kota Rp 3,9 Triliun

Bank DKI Pimpin Kredit Proyek Tol Dalam Kota Rp 3,9 Triliun
Bank DKI dan PT JTD Jaya Pratama meneken perjanjian kredit sindikasi senilai Rp 13,7 triliun untuk pembiayaan investasi tahap I ruas tol Semanan–Sunter dan Sunter–Pulo Gebang. ( Foto: istimewa )
Harso Kurniawan / HK Kamis, 29 November 2018 | 21:30 WIB

Jakarta - Bank DKI dan PT JTD Jaya Pratama meneken perjanjian kredit sindikasi senilai Rp 13,7 triliun untuk pembiayaan investasi tahap I ruas tol Semanan–Sunter dan Sunter–Pulo Gebang. Proyek ini merupakan bagian dari enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta.

Perjanjian kredit tersebut melibatkan 29 kreditor dengan enam joint mandated lead arranger & bookrunner (JMLAB). Direktur Keuangan Bank DKI Sigit Prastowo menuturkan, sebagai salah satu JMLAB, Bank DKI mendapatkan porsi penyaluran kredit sebesar Rp 500 miliar dan mengkoordinir 16 BPD dengan total partisipasi sebesar Rp 3,9 triliun.

Penyaluran kredit tersebut, kata dia, didasari pertimbangan sektor infrastruktur jalan tol merupakan sektor potensial dan dibutuhkan dalam upaya pengembangan wilayah dan peningkatan ekonomi. Selain itu, penyaluran kredit kepada PT JTD Jaya Pratama didasari reputasi dan kinerja keuangan yang baik. JTD Jaya Pratama juga merupakan anak perusahaan dari PT Pembangunan Jaya, BUMD Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, Bank DKI telah berpartisipasi dalam penyaluran kredit ke sejumlah proyek infrastruktur, seperti kepada PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC) untuk pembangunan ruas jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Lintas Marga Sedaya untuk proyek ruas tol Cikampek-Palimanan, Marga Bumi Adhikaratya untuk proyek ruas tol Gempol-Pandanan.

Per November 2018, portofolio kredit sindikasi Bank DKI ke sektor infrastruktur, transportasi, dan kelistrikan mencapai Rp 6,14 triliun. Adapun total penyaluran kredit sindikasi Bank DKI per November 2018 mencapai Rp 8,61 triliun.

Menurut dia, ruas jalan tol yang dibangun bertujuan menambah kapasitas jaringan jalan arteri yang ada dan membuat lalu lintas lebih lancar dan baik. Seluruh struktur badan jalan dibangun dengan konstruksi tol melayang (elevated). Ruas jalan tol tersebut akan menyediakan berbagai fasilitas terintegrasi yang memudahkan penggunanya untuk mengakses fasilitas transportasi umum.



Sumber: Investor Daily
CLOSE