Bank Muamalat Kucurkan Pinjaman Rp 300 M untuk Tol Kalimantan

Bank Muamalat Kucurkan Pinjaman Rp 300 M untuk Tol Kalimantan
Proyek jalan tol Kalimantan Timur. ( Foto: @jokowi )
Nida Sahara / FMB Jumat, 28 Desember 2018 | 18:34 WIB

Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk ikut serta dalam pembiayaan sindikasi proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam sindikasi tersebut Muamalat berkomitmen mengucurkan dana sampai dengan Rp 300 miliar.

Secara total ada 14 lembaga keuangan yang terlibat dalam proyek tol tersebut, masing-masing 12 bank dan 2 lembaga pembiayaan. Total kredit sindikasi yang dikucurkan senilai Rp 6,98 triliun. Pembiayaan jalan tol sepanjang 99,35 kilometer ini juga salah satunya dilakukan dengan skema pembiayaan syariah.

Chief Executive Officer (CEO) Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, jalan tol ini merupakan yang pertama dibangun di Pulau Kalimantan. Fungsi intermediasi perseroan tetap berjalan dengan baik yang sejalan dengan likuiditas yang terjaga, untuk itu, pihaknya turut memberikan kontribusi pada proyek infrastruktur tersebut.

“Melalui keikutsertaan Bank Muamalat dalam sindikasi ini kami optimistis ke depannya dapat lebih ekpansif lagi. Tentunya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengacu pada risk appetite perseroan di setiap segmen,” kata Permana dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, Jumat (28/12).

Proyek yang dikerjakan oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) ini membutuhkan investasi sekitar Rp 9,9 triliun dengan komposisi pendanaan 70 persen pembiayaan dan 30 persen ekuitas perusahaan.

Untuk diketahui, sebelumnya Bank Muamalat Indonesia menggandeng Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melakukan sindikasi pembiayaan untuk proyek pembangungan jalan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja), Jawa Barat, total plafon proyek ini sebesar Rp 834 miliar.

Gandeng Dukcapil
Di sisi lain, Bank Muamalat menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri terkait akses pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), data kependudukan dan KTP elektronik.

Permana menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan upaya peningkatan layanan kepada nasabah. Pasalnya, bank akan lebih cepat dan mudah dalam mengakses data nasabah secara lebih akurat dan komprehensif.

Akses yang mudah akan mempercepat standar layanan bagi nasabah dan pencegahan tindakan kejahatan melalui pemalsuan identitas. Hal tersebut akan membuat proses verifikasi data yang mudah dan memberikan kenyamanan bagi nasabah.

“Selain mempercepat layanan untuk nasabah, melalui kerja sama ini kami dapat melakukan mitigasi risiko khususnya menghindari pemalsuan data dan rekening fiktif,” ungkap Permana.

Lebih lanjut, Permana meyakini kerjasama ini bermanfaat besar bagi industri perbankan yang mengusung asas kehati-hatian dalam bisnisnya. Basis data kependudukan yang tertata rapi akan memudahkan lembaga keuangan dalam melakukan verifikasi data nasabah.

Ada tiga jenis pemanfaatan data penduduk yang dapat diakses oleh lembaga pengguna. Pertama, data agregat yang meliputi himpunan data perseorangan yang berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Kedua, pemadanan, penyandingan atau pencocokan data. Ketiga, akses data penduduk berdasarkan nama, alamat dan NIK.



Sumber: Investor Daily
CLOSE