Bank Akan Tetap Ekspansi

Bank Akan Tetap Ekspansi
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (tengah) pada Pertemuan Tahunan OJK dengan topik "Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan" di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, 11 Jan. 2019. ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / HA Jumat, 11 Januari 2019 | 23:23 WIB

Jakarta - Setelah bertumbuh 12,9% pada tahun 2018, kredit perbankan tahun ini akan melaju 13% plus-minus 1%. Ekspansi kredit mampu dilakukan karena berbagai indikator kesehatan perbankan cukup mendukung. Tahun 2019 diawali dengan sentimen positif seperti terlihat pada penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga saham di Bursa Efek Indonesia.

"Sektor keuangan hingga akhir tahun 2018 terjaga dengan baik dan dan itu menjadi modal penting memasuki tahun 2019," kata Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso pada Pertemuan Tahunan OJK dengan topik "Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan" di Ritz Carlton, Pacific Place, Jumat (11/1).

Hadir pada kesempatan itu Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur BI Perry Warjiyo, para pimpinan OJK, para pemimpin lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Sesuai dengan topik yang diangkat, Wimboh mengimbau semua pihak, pemerintah, pemimpin lembaga keuangan, dan pelaku usaha untuk berkolaborasi demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Jika pada tahun 2018 laju pertumbuhan ekonomi 5,1%, OJK memperkirakan tahun ini, ekonomi tumbuh 5,3%.

Wimboh menjelaskan, kredit tahun 2019 akan melaju 13% plus-minus 1% dan dana pihak ketiga (DPK) akan meningkat 8-10%. Laju ekspansi kredit didukung oleh kinerja perbankan yang membaik, dilihat dari permodalan, likuiditas, dan risiko pasar. Pada tahun 2018, kredit meningkat 12,9%. Pertumbuhan kredit tertinggi berasal dari bank luar negeri, yakni hingga 35%.

Pada November 2018, CAR perbankan nasional 23,32%. Sedang NPL gross 3,27% dan NPL net 1,14%.

"Ini sebuah pencapaian yang hebat karena di awal tahun 2018, kita mengkhawatirkan pembengkakan kredit bermasalah," ungkap Wimboh.

Meski kondisi global masih diwarnai tekanan, kata Wimboh, aliran dana asing sudah mulai masuk ke pasar modal Indonesia. Harga saham kembali menguat dan pada perdagangan saham di BEI, Jumat (11/1), IHSG ditutup di level 6.361,465, naik 32,751 poin dari sehari sebelumnya dengan net buying asing Rp 812,z miliar.

OJK menargetkan emiten baru tahun 2019 sebanyak 75-100 dengan dana yang dimobilisasi Rp 200 triliun hingga Rp 250 triliun. Pada tahun 2018, terdapat 62 emiten baru yang listing di BEI dengan dana himpun Rp 116 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com