Sentuhan BTN untuk Pekerja Informal

Sentuhan BTN untuk Pekerja Informal
Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Maryono di sela acara Indonesia Properti Expo (IPEX) di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (2/2/2019). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan / Uthan )
Nurlis E Meuko / NEF Jumat, 8 Februari 2019 | 10:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Inilah saatnya buat mereka para pekerja informal melaui mendapatkan perhatian dari pemerintah dapat menyantuh layanan perbankan. Jika dulu mereka termasuk salah satu yang tidak dapat tersentuh layanan bank karena tidak bankable, maka sekarang para masyarakat yang masuk dalam kelompok pekerja informal sudah dapat menikmati sentuhan layanan perbankan.

Adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang pada bulan ini genap berulang tahun 69 tahun, termasuk salah satu bank BUMN yang cukup getol dalam memberikan perhatian kepada para pekerja sector informal. Dengan pengalaman bank ini dalam memberikan fasilitas pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat di Indonesia sejak 1976, BTN mulai banyak melakukan inovasi produknya untuk bagaimana pembiayaan KPR tidak saja dberikan kepada masyarakat berduit tetapi juga sampai kepada masyarakat yang duitnya senin kamis.

Iya, memang benar saya termasuk pekerja yang ada uangnya itu cuman senin kamis. Padahal dalam seminggu senin dan kamis adalah bagian dari tujuh hari. Tetapi sekarang nasib saya dan teman-teman sejawat mendapat tempat di BTN. Seperti tidur tapi sebetulnya ngga tidur. Ya ngga percaya saja kami dapat tempat di bank besar seperti BTN. Bagaimana tidak percaya, hampir 3/4 hidup saya belum pernah punya tempat tinggal dan baru kali ini bersama istri dan empat orang anak saya sekarang tinggal di rumah sendiri walaupun tidak bagus seperti mereka yang uangnya banyak.

Itulah kenangan dari Supriyatna, salah satu pedagang mie bakso di seputaran perumahan di wilayah Bekasi mengenang kenangan manisnya punya rumah dari BTN. Supriyatno bercerita mewakili teman-temanya yang lain bernasib sama dengannya dan saat ini mereka sama-sama punya rumah. Tidak besar memang dan tidak kecil bagi mereka karena manfaatnya ternyata begitu besar buat mereka. Melalui rumah itu mereka menjadi bahagia dan baru merasakan ternyata memang rumah membuat siapapun yang tinggal di dalamnya menjadi tenang dan senang karena berkumpul bersama dengan keluarga.

Bukan tanpa sebab Bank BTN kemudian membuat ramuan pembiayaan yang diperuntukkan bagi masyarakat seperti cerita Supriyatna. Pemerintah memang memberikan lampu hijau bagi perbankan di Indonesia untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tidak tetap. Lahirlah skim pembiayaan dari BTN yang khusus diperuntukkan pagi pekerja informal.

Setidaknya ada sekitar 6.000.000 masyarakat yang unbankable di Indonesia yang belum memiliki rumah. Hal ini menjadi tanggung jawab, tidak hanya pemerintah pusat dan daerah saja, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh stakeholder termasuk Bank BTN dengan melibatkan akademisi serta komunitas. Termasuk dalam hal ini masyarakat yang tidak punya penghasilan tidak tetap. Inilah saatnya mereka perlu kita sentuh dan BTN hadir untuk mereka,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono pertengahan tahun 2018 lalu di Jawa Tengah.

Ambil saja contoh ketika BTN akhirnya menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dalam hal ini Direktorat Jenderal Penyediaan Rumah, Badan Pertanahan Nasional, Pemerintah Kabupaten Kendal dan Universitas Diponegoro (Undip) melakukan sinergi dalam memfasilitasi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum mendapatkan akses pendanaan dari Bank untuk memiliki rumah melalui skema KPR Mikro “Academy-Business-Community Government” atau ABCG.

ABCG merupakan skema hasil kolaborasi 4 pihak yang tediri dari akademisi, dunia usaha atau bisnis, komunitas dan Pemerintah untuk mendukung pembangunan perumahan swadaya yang berbasis komunitas yang membutuhkan rumah tinggal.

Menurut Maryono, sebagai pilot project wilayah Jawa Tengah menjadi wilayah pertama yang mengaplikasikan KPR BTN Mikro dengan skema ABCG. KPR BTN Mikro dengan skema ABCG dapat diakses oleh konsumen dari kalangan MBR, dan bagi yang belum memiliki tanah maupun rumah. MBR yang dibidik dalam skema ABCG adalah mereka yang hidup di rumah kontrakan, di lingkungan yang tidak layak huni. Sebagian dari mereka berasal dari pekerja honorer seperti guru tidak tetap, wirausaha, pegawai swasta dan lain-lain.

“Jika pilot project ini sukses, kami siap mendukung program penyediaan perumahan dan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten di seluruh nusantara serta para stakeholder untuk bersama-sama membantu MBR mewujudkan mimpi mendapatkan rumah yang layak,” kata Maryono.

Hal yang sama juga terjadi pada lebih dari 60.000 karyawan di bidang kebersihan, keamanan, dan pelayanan terintegrasi lainnya yang terlayani kebutuhan rumahnya melalui sentuhan BTN. Kerjasama BTN dengan BPJS Ketenagakerjaan dan PT ISS Indonesia memberikan kemudahan bagi lebih dari 60.000 karyawan ISS Indonesia untuk memiliki rumah. Puluhan ribu karyawan ISS Indonesia tersebut termasuk para cleaning service, security, dan layanan lainnya.

Banyak sudah yang sudah kita lakukan untuk membantu bagaimana masyarakat MBR dengan penghasilan yang tidak tetap itu dapat kami berikan pelayanan. Mereka memerlukan kita dan kita pun juga memerlukan mereka. Prinsip mutual simbiosis itulah menjadi semangat bagi kami untuk bagaimana membuat skim pembiayaan KPR yang dapat dinikmati oleh mereka. Ya punya rumah tidak hanya buat masyarakat dengan ekonomi mapan saja, karena mereka yang MBR pun sekarang sudah punya rumah, kata Maryono menambahkan.

Saya bangga dan terharu ketika melihat mereka menerima kunci rumah untuk ditinggali bersama keluarganya. Bagaimana tidak ada sopir taxi yang sudah mengabdi sampai berusia 59 tahun baru bisa membeli rumah setelah BTN kerjasama dengan Bluebird.

Lebih terharu ketika melihat para tukang ojek online dan grab membawa anaknya berbondong-bondong bersama teman-temannya yang lain mengisi form permohonan KPR. Dan ikut merasakan kebahagiaan mereka ketika melihat para tukang cukur di Garut mendapatkan rumah yang tidak mereka dapat bayangkan sebelumnya. Mereka menjabat tangan saya dan seperti dikomando mengucapkan terima kasih pak sekarang kami punya rumah.

Ini tidak akan terlupakan dan terus akan membuat saya teringat untuk bagaimana membantu masyarakat mewujudkan keinginannya untuk punya rumah. "69 tahun Bank BTN memberikan ilham dan semangat untuk merumahi masyarakat MBR. Komitmen BTN untuk mewujudkannya dan mendukung program pemerintah dalam sejuta rumah," kata Maryono.



CLOSE