Bank Amar Incar BPR dan BPRS untuk Genjot KTA Tunaiku

Bank Amar Incar BPR dan BPRS untuk Genjot KTA Tunaiku
Ilustrasi aplikasi KTA Digital atau Fintech ( Foto: ist / ist )
Mardiana Makmun / MAR Jumat, 8 Maret 2019 | 10:29 WIB

Jakarta –Bank Amar terus berupaya meningkatkan layanan pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) berbasis aplikasi finance technology (fintech) Tunaiku di masyarakat. Salah satunya adalah dengan mengincar Bank Perekreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) demi meningkakan kucuran kredit yang saat ini sudah mencapai Rp1 triliun.

“Keberhasilan Amar Bank melalui Tunaiku dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan pinjaman dengan kucuran dana mencapai lebih dari Rp 1 triliun, merupakan hasil kerja keras segenap karyawan dan juga prestasi dari strategi yang tepat,” kata kata Presiden Direktur Amar Bank Tuk Yulianto dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, baru-baru ini, Tuk Yulianto mewakili Bank Berpredikat Sehat kategori Aset di bawah Rp2 triliun itu memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan Fintech in House. Dalam sebuah sesi diskusi, Tuk Yulianto berbagi pengalaman mengembangkan Tunaiku, yang telah mengucurkan dana lebih dari Rp 1 triliun bagi masyarakat luas melalui produk aplikasi digital KTA, Tunaiku. Diskusi tersebut dimaksudkan untuk membantu BPR dan BPR Syariah mengembangkan berbagai pendekatan dan kolaborasi untuk mempercepat akselerasi inklusi keuangan dengan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

Tuk Yulianto menegaskan, “Aplikasi Tunaiku dari Amar Bank saat ini menjadi satu-satunya produk bank yang menawarkan layanan fintech (financial technology) untuk produk KTA digital dengan cicilan yang ringan. Saat ini, produk sejenis Tunaiku sebagian besar tidak berasal dari lembaga perbankan,” ungkap Tuk Yulianto.

Sebagai lembaga intermediari keuangan, Amar Bank, lanjut Yulianto, tentu saja paham bagaimana melayani konsumen dan memberikan rasa aman ketika mengakses layanan keuangan dan layanan fintech Tuaniku, Selain itu, Tunaiku juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan dengan mudah, cepat, aman, dan cicilan yang terjangkau. “Tunaiku menawarkan kelebihan dari sebuah produk KTA digital, salah satunya, peminjam tidak harus menjadi nasabah Amar Bank,” tegas Tuk Yulianto.

Salah satu peserta diskusi Direktur Utama BPR Syariah Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko mengungkapkan, “Dengan adanya kelebihan teknologi yang dimiliki oleh Tunaiku, yaitu salah satunya Artificial Intelligence (AI), kami dari BPRS ingin berkolaborasi bersama Tunaiku sehingga kami bisa menjadi channeling agent Tunaiku untuk wilayah kami dan memberikan manfaat untuk masyarakat luas,” ungkap Novi Sujatmiko.

Fintech di Indonesia memang sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Menurut laporan Statista tentang fintech yang diterbitkan pada Desember 2018, pasar yang paling besar adalah Digital Payments dengan total transaksi pada 2019 diperkirakan mencapai US$26,575 million dan diperkirakan rata-rata pertumbuhan per tahunnya (CAGR 2019-2022) mencapai 11.9%. Hasilnya pada 2022 akan mencapai US$37,238 million.

Sedangkan untuk personal loan dan usaha mikro seperti Tunaiku, yang dalam laporan Statista masuk dalam kategori alternative lending akan mencapai total transaksi US$38 million pada 2019. Dengan rata-rata pertumbuhan per tahun (CAGR 2019-2022) mencapai 13.0%, maka akan mencapai total transaksi US$54.2 million pada 2022.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, apakah itu melalui KTA digital Tunaiku atau berbagai layanan keuangan lain yang dimiliki oleh Amar Bank. Dengan makin mudahnya akses keuangan bagi masyarakat luas akan membuat masyarakat lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan baik personal ataupun usaha dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” tutup Tuk Yulianto.