Dukung Inisiatif Belt & Road

Standard Chartered Gelar Acara Lari di 44 Negara

Standard Chartered Gelar Acara Lari di 44 Negara
Bank Standard Chartered Indonesia ikut berpartisipasi meramaikan kegiatan lari Belt and Road Relay, pada Minggu, 10 Maret 2019. Kegiatan itu dihadiri oleh CEO Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro (tengah), dan Country Head of Corporate Affairs Standard Chartered Bank Indonesia Diana Mudadalam (kanan) ( Foto: istimewa )
Happy Amanda Amalia / PYA Senin, 11 Maret 2019 | 07:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Standard Chartered Bank Indonesia ikut berpartisipasi meramaikan kegiatan lari Belt and Road Relay, pada Minggu (10/3), dengan melibatkan sekitar 200 karyawannya yang berlari di tiga jarak berbeda, yaitu 2,5 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer.

Selain melibatkan karyawan Standard Chartered Bank Indonesia, ada pula delapan pelari karyawan Standard Chartered dari kelompok negara di mana Bank Standard Chartered beroperasi – yakni Asia, Afrika, Timur Tengah, Eropa dan Amerika – yang berlari dengan menempuh jarak 10 kilometer di Indonesia, pada Minggu.

Kedelapan pelari tersebut adalah Jack Missin (Inggris), Lynsey McGarry (Amerika Serikat), Danny Chang (Malaysia), Therese Neo (Singapura), Henry Xiao Qi Li (Cina), Serena Leung (Hong Kong), Herman Kambugu (Uganda), dan Dina Tarek Elessawy (Dubai).

Tidak hanya di Indonesia, kedelapan pelari itu juga akan berlari di 44 negara yang dilewati oleh jalur Belt and Road dalam kurun waktu 90 hari.

Kegiatan Belt and Road Relay yang digelar oleh Bank Standard Chartered sejak 17 Februari hingga 11 Mei 2019 ini adalah kegiatan lari pertama di dunia yang diadakan di negara-negara yang dilalui oleh jalur Belt and Road.

Dalam kegiatan lari itu, Hong Kong menjadi negara pertama yang memulai pelaksanaan acara pada 17 Februari, bersamaan dengan “Standard Chartered Hong Kong Marathon”, yang merupakan salah satu acara olahraga terbesar di kota tersebut karena melibatkan lebih dari 74.000 pelari.

Sementara Tiongkok akan menjadi negara terakhir yang menutup kegiatan lari ini pada 11 Mei, setelah acara Belt and Road Forum.

Kegiatan tersebut digelar untuk menunjukkan komitmen Standard Chartered dalam mendukung Initiative Belt and Road (Inisiatif Satu Sabuk dan Satu Jalan/OBOR) yang diluncurkan Pemerintah Tiongkok pada Oktober 2013, serta mewujudkan dampak positif dari inisiatif tersebut kepada dunia usaha dan masyarakat global.

Menurut Group Chief Executive Standard Chartered Bill Winters, inisiatif Belt and Road merupakan sebuah agenda berskala sangat besar yang ada saat ini dan sebuah kebanggaan bahwa Standard Chartered Bank memiliki cabang di dua per tiga dari seluruh negara Belt and Road.

“Kelebihan tersebut didukung juga dengan pengalaman panjang, pengetahuan mendalam, serta jaringan luas sehingga memberikan kesempatan yang besar bagi Standard Chartered untuk membantu mitra bisnis, klien, serta masyarakat dalam memanfaatkan inisiatif global tersebut. Bekerjasama dengan klien, pemerintah, media, dan masyarakat di masing-masing negara, kegiatan Belt and Road Relay ini memperkuat komitmen kami sebagai satu bank dalam mendukung inisiatif OBOR,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Minggu.

Sedangkan Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro mengatakan, sebagai bank tertua di Indonesia dengan keberadaan lebih dari 155 tahun, pihaknya senantiasa memainkan peranan aktif dalam mendukung program-program pembangunan nasional.

“Salah satunya dengan menarik investasi asing untuk masuk ke Indonesia dengan memanfaatkan jaringan internasional yang dimiliki Standard Chartered di lebih 60 negara di dunia, termasuk dari Tiongkok,” kata Rino.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi Tiongkok ke Indonesia pada 2018 mencapai US$ 2,4 miliar dan menduduki peringkat ketiga setelah Singapura dan Jepang.

“Kami memperkirakan jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan inisiatif pemerintah untuk memberikan berbagai insentif bagi investor asing,” tambah Rino.

Inisiatif Belt and Road sangat penting bagi Bank Standard Chartered. Pada 2017, Standard Chartered berkomitmen untuk memberikan pembiayaan tambahan paling tidak sebesar US$ 20 miliar hingga 2020 untuk proyek-proyek Belt and Road. Standard Chartered juga telah terlibat dalam lebih dari 50 proyek Belt and Road bernilai lebih dari US$ 10 miliar di berbagai produk dan layanan.



Sumber: PR