4 Kesalahan Perencanaan Keuangan yang Sering Dilakukan

4 Kesalahan Perencanaan Keuangan yang Sering Dilakukan
Managing Director Amar Bank Vishal Tulsian memaparkan program edukasi literasi yang dilakukan Amar Bank dan Tunaiku di kantornya di Jakarta. ( Foto: ist / ist )
Mardiana Makmun / MAR Minggu, 14 April 2019 | 08:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Perencanaan dan pengelolaan keuangan menjadi kunci sukses seseorang, keluarga, maupun organisasi. Namun karena ketidaktahuan, ketidakcakapan, dan kontrol diri yang rendah, keuangan bisa menjadi kacau, tujuan gagal, dan kualitas hidup rendah.

“Kesalahan terbesar perencanaan keuangan adalah mengambil pinjaman lebih dari kemampuan membayar,” kata Managing Director Amar Bank Vishal Tulsian di kantornya di Jakarta.

Vishal pun mengungkapkan empat besar kesalahan perencanaan yang sering dilakukan.

Pertama, mengambil pinjaman lebih dari kemampuan membayar.

Kedua, tidak membuat skala prioritas pengeluaran. “Prioritaskan pengeluaran untuk hal yang penting, seperti uang untuk makan, tempat tinggal (sewa rumah), transportasi, pakaian, dan pendidikan anak,” lanjut Vishal.

Ketiga, tidak menunda pengeluaran yang tidak penting. “Tundalah pengeluaran yang tidak penting sampai uangmu cukup,” ujar Vishal.

Keempat, tidak menyiapkan pengeluaran untuk hal darurat.

Menurut Vishal, empat kesalahan terbesar perencanaan keuangan itu sering dilakukan masyarakat, karena ternyata tingkat literasi keuangan di Indonesia masih rendah.

“Menurut data OJK, indeks literasi keuangan di Indonesia baru di angka 29,7%. Karena itu, Amar Bank dan produk fintech Amar Bank, yakni Tunaiku, gencar melakukan literasi keuangan kepada masyarakat dengan memanfaatkan platform Website, Facebook, Instagram, dan majalah Swara” kata Vishal.

Selain itu, lanjut Vishal, Amar Bank dan Tunaiku juga menggelar kelas Swara, seminar perencanaan keuangan yang digelar secara online bagi generasi milenial. “Kami buka satu topik, misalnya Menikah on Budget,” ungkap Vishal.

Saat ini, Amar Bank memiliki aset sebesar Rp2 triliun dengan jumlah nasabah Tunaiku mencapai 200 ribu orang dengan pinjaman mulai Rp2 juta-Rp20 juta.