Pascapemilu, Bukopin Optimistis Kredit Lebih Tinggi

Pascapemilu, Bukopin Optimistis Kredit Lebih Tinggi
Ilustrasi Bank Bukopin ( Foto: Beritasatu.com )
Nida Sahara / FER Rabu, 15 Mei 2019 | 22:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Bukopin Tbk optimistis kinerja pasca pemilihan umum (pemilu) akan lebih bagus pertumbuhannya. Terlihat dari beberapa sektor seperti konsumer dan usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengalami peningkatan di kuartal kedua ini. Sampai akhir tahun, perseroan menargetkan kredit bisa tumbuh 8 persen secara tahunan (year on year/yoy) bisa tercapai.

"Kami lebih optimis ya, apalagi di bulan-bulan ini secara umum di sektor yang kami mau tumbuh itu seperti konsumer dan SME meningkat. Walapun komersil flat, tapi kami lihat segmen ritel itu justru naik, kami optimis akhir tahun 8 persen," ungkap Direktur Keuangan Bank Bukopin, Rachmat Kaimuddin, di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Untuk ekspansi kredit, kata Rachmat, perseroan merencanakan untuk menerbitkan KIK EBA sekitar Rp 1 triliun. Saat ini prosesnya sedang berjalan dan dalam tahap pemeringkatan (rating). Pihaknya mengharapkan tanggal efektif KIK EBA tersebut pada akhir Juni 2019, namun karena terpotong Lebaran maka akan mundur di awal kuartal ketiga, atau sekitar bulan Juli 2019.

"Kami tunggu, karena memang ini barang baru, jadi agak lama dan juga ada Lebaran jadi terpotong. Sekarang lagi tunggu proses rating dan nanti masukkan ke OJK," papar Rachmat.

Penerbitan KIK EBA tersebut digunakan sebagai likuiditas perseroan dalam menyalurkan kredit tahun ini. Selain KIK EBA, Bukopin juga akan menerbitkan surat utang dengan total sekitar Rp 3 triliun.

"Kami inginnya ada bonds juga, tapi itu di kuartal IV karena kami mau audit buku di Juni dulu. Kalau total yang direncanakan dari berbagai surat utang itu Rp 3 triliun." lanjut Rachmat.

Menurut Rachmat, pascapemilu, pasar surat utang di Indonesia mulai menarik, terlebih kondisi Amerika Serikat (AS) yang juga dinilai lebih stabil, sehingga pasar di Indonesia cukup bagus. "Stabilitas akan bagus untuk market, lokal itu masih bagus, jadi kami tidak cari valas, karena eksposur valas kami juga sedikit," ucap Rachmat.

Fokus Tingkatkan CASA

Di sisi lain, anak usaha Bukopin, yakni PT Bank Syariah Bukopin (Bukopin Syariah) fokus dalam mendorong porsi dana murah (CASA). Perseroan melanjutkan program Airport Executive Lounge Free bagi nasabah Tabungan iB Siaga dan iB Siaga Bisnis dengan syarat minimum saldo Rp 25 juta saat bertransaksi.

Direktur Utama Bukopin Syariah, Saidi Mulia Lubis, menyatakan, falitas Airport Executive Lounge Free berlaku di seluruh airport executive lounge yang bekerja sama di seluruh Indonesia yaitu Blue Sky Premier Lounge, Sophire Lounge, dan Concordia Lounge. Selain sebagai salah satu bentuk apresiasi bagi nasabah program ini darapkan dapat meningkatkan sumber dana murah serta menambah customer base.

"Saat ini terdapat 26 airport executive lounge di 19 Bandara yang sudah bekerja sama," kata Saidi.

Saidi menjelaskan, Bukopin Syariah juga telah ditunjuk menjadi Bank penerima setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji dan memiliki tabungan iB haji sebagi sarana bagi nasabah untuk menabung guna memenuhi setoran awal yang terkoneksi dengan Siskohat. Adapun mekanisme setoran awal haji, nasabah membuka tabungan iB Siaga Haji berupa setoran awal Rp 25 juta.

"Bukopin Syariah memiliki 22 outlet untuk melayani pembayaran setoran haji, 97 layanan bank syariah dan nantinya akan ditambah lagi dengan layanan syariah Bank Bukopin yang siap melayani setoran haji sebelum akhir 2019," pungkas Saidi.

 

 



Sumber: Investor Daily