Tambah Modal, Bank Jateng Tingkatkan Kredit Produktif

Tambah Modal, Bank Jateng Tingkatkan Kredit Produktif
Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial Pujiono (kanan) menerima penghargaan BPD Terbaik 2019 versi Majalah Investor untuk kategori modal inti Rp 5 triliun - 30 triliun yang diserahkan oleh Direktur Eksekutif/Kepala Pengaturan PErbankan Otoritas Jasa KEuangan ANtonius Harie. ( Foto: Majalah Investor / Uthan A Rahim )
Windarto / WDR Sabtu, 29 Juni 2019 | 16:00 WIB

Jakarta- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) akan mendapatkan tambahan modal disetor dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah senilai Rp 160 miliar dalam waktu dekat ini. Disampaikan Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng Pujiono, penambanahan modal ini bagian dari upaya Bank Jateng dalam menjalankan proses transformasi. Menurutnya, tiga hal utama yang menjadi tuntutan dalam proses transformasi bank pembangunan daerah (BPD) meliputi permodalan, SDM, dan teknologi.

“Sesuai RUPS bulan April kemarin Pemprov akan menambah Rp 160 miliar sehingga share dari pemprov tetap terjaga di atas 50%,” tuturnya di Jakarta (28/6). Selain dari Pemprov, pemerintah kabupaten dan kota juga biasanya menyertakan modal tambahan setiap tahunnya, meskipun nilainya tidak sebesar yang diberikan Pemprov. Adapun proses penambahan tersebut diperkirakan bisa terlaksana dalam waktu 1-2 bulan ke depan, karena menunggu pengesahan Perda terkait hal ini.

Tambahan modal ini kata Pujiono, terutama digunakan untuk ekspansi kredit. Saat ini 70-80% aset disalurkan dalam bentuk kredit. Di tahun 2019, Bank Jateng lebih fokus untuk memberikan kredit pada skala UMKM dengan porsi mencapai 28%. “Karena kita memiliki misi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah terutama dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan membuka akses bagi para pelaku UMKM yang kesulitan mendapat akses ke perbankan, Bank Jateng hadir di situ. Porsinya saat ini kita jaga pada kisaran 28-30%,” papar Pujiono.

Dari total kredit yang disalurkan Bank Jateng, paling banyak untuk sektor perdagangan dengan porsi hampir 60%. Menurut Pujiono, pada awalnya, sektor konsumer menempati porsi paling besar dengan menguasai 90% kredit, tapi secara bertahap sektor tersebut mulai berkurang dan dialihkan untuk kredit sektor produktif. “Sekarang sektor konsumer turun menjadi 67% dan produktif menjadi 37%. Memang, saat ini Bank Jateng belum bisa memenuhi regulasi untuk mengejar porsi kredit produktif hingga 65%, namun yang penting kami punya progres portfolio kredit produktif terus meningkat,” urainya.

Berdasarkan laporan kinerja hingga kuartal I 2019, Bank Jateng telah menyalurkan kredit sebesar Rp 45,3 triliun, naik dari Rp 42,5 triliun yang tercatat pada periode sama tahun 2018 atau tumbuh 6,63%. Sementara dana pihak ketiga meningkat dari Rp 50 triliun menjadi Rp 51, 5 triliun atau tumbuh 2,88%. Loan to deposit ratio (LDR) tercatat mengalami kenaikan dari 81,9% menjadi 84,3%. Bank Jateng dinobatkan menjadi BPD Terbaik 2019 Versi Majalah Investor untuk Kategori Modal Inti Rp 5 triliun -Rp 30 triliun.



Sumber: Majalah Investor