Bank Jateng Perkuat Layanan Internet Banking

Bank Jateng Perkuat Layanan Internet Banking
Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng Pujiono : Pengembangan teknologi untuk memberikan layanan secara optimal ( Foto: Majalah Investor / Uthan A Rahim )
Windarto / WDR Senin, 1 Juli 2019 | 20:15 WIB

Jakarta-Teknologi (teknologi informasi/digital) menjadi salah satu syarat bagi perbankan untuk dapat bersaing mengikuti tuntutan zaman. Tidak hanya bank nasional, bank pembangunan daerah pun (BPD) pun dituntut memiliki layanan berbasis digital agar dapat selaras dengan perubahan itu. PT BPD Jawa Tengah (Bank Jateng) termasuk yang memiliki perhatian serius dalam proses transformasi dengan memperkuat pilar-pilar perubahan tersebut.

Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial Pujiono menyatakan, ada tiga hal terkait proses transformasi BPD yakni terkait permodalan, SDM, dan teknologi. Ketiga hal tersebut saat ini tengah dijalankan Bank Jateng untuk keberhasilan proses transformasi. Terkait permodalan, Bank Jateng sedang mengupayakan agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku pemegang saham bisa menambah setoran modal.

Adapun terkait SDM, tutur Pujiono, manajemen sedang melakukan akselerasi pelatihan-pelatihan baik dari level pelaksana hingga manajemen paling tinggi agar bisa meningkatkan kapabilitas dan kualitas SDM.

Sementara dari sisi teknologi, Bank Jateng sedang melakukan enhancement teknologi yang ada, sehingga nasabah bisa menggunakan layanan internet banking secara optimal. Sejak 2019 internet bankin sudah dimanfaatkan untuk nasabah juga di tingkat pelaporan dan internal, sehingga ke depan bisa lebih baik dalam menangani proses akuisisi.

Enhancement IT juga, tutur Pujiono dilakukan untuk menarik nasabah-nasabah baru yang menginginkan layanan internet banking. “ Saya kira sudah banyak pengusaha yang memanfaatkan ini untuk transaksi.
Memang belum semua nasabah memiliki internet banking , jadi terus kami sosialisasikan secara bertahap dan terus melakukan edukasi. Ini yg dulu jadi tuntutan nasabah, kreditnya di bank jateng, tapi tabungannya di bank lain, alasananya karena bank jateng belum punya internet banking,” papar Pujiono di Jakarta akhir pekan lalu.

Bank Jateng menginvestasikan dana senilai Rp 100 untuk enhancement IT ini. Salah satu yang dilakukan saat ini adaalah migrasi kartu nasabah ke kartu chip. Menurut Pujiono saat ini sudah 30% migrasi tersebut dilakukam dan tahun ini diharapkan bisa mencapai 50%. Tahun depan proses migrasi tersebut bisa dirampungkan hingga 100%.

Bank Jateng pun sudah menerapkan cash management system (CMS) untuk nasabah korporasi, seperti pemerintah daerah, SP2D, perpajakan retribusi, pasar, juga Samsat. Sementara untuk pembukaan rekening secara online, saat ini sedang dikembangkan Bank Jateng.



Sumber: Majalah Investor