HUT ke-73 BNI

BNI Berperan Besar terhadap Perekonomian

BNI Berperan Besar terhadap Perekonomian
Kantor BNI Seoul yang beralamat di Wise Tower lt 8, 6-1, 5-ga, Namdaemun-ro, Jung-gu, Seoul dikunjungi nasabah, Jumat 7 Juni 2019. ( Foto: Istimewa )
Nida Sahara / FMB Jumat, 5 Juli 2019 | 19:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) genap mencapai usia 73 tahun pada 5 Juli 2019. BNI sebagai sebuah organisasi terus memperkuat fundamental bisnis sejak awal kelahiran tahun 1946, untuk tumbuh menjadi salah satu bank terbesar dan berperan penting terhadap perekonomian Tanah Air.

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Muhammad Misbakhun mengatakan, BNI memiliki peran besar terhadap perekonomian di Indonesia, sebagai bank badan usaha milik negara (BUMN) yang memberikan dukungan melalui aktivitasnya.

"BNI punya peran besar dalam memberikan daya dukung pada perekonomian nasional dengan aktivitas BNI sebagai bank milik pemerintah berskala besar, dalam menopang bisnis di semua lini," ucap Misbakhun dihubungi Investor Daily, Jumat (5/7/2019).

Misbakhun menambahkan, BNI berpeluang meningkatkan kinerja korporasi dengan investasi pada penggunaan teknologi informasi, untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman dan bisnis yang semakin berkembang.

BNI telah berkontribusi pada perekonomian nasional melalui setoran pajak dan dividen kepada pemerintah sebesar Rp 46,7 triliun sejak tahun 2014 sampai Mei 2019. Hal tersebut meningkat sejalan dengan profitabilitas BNI yang juga terus tumbuh.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menjelaskan, untuk tahun buku 2018, BNI memberikan 25 persen dividen dari total laba bersih perseroan yang sebesar Rp 15 triliun, atau sebesar Rp 3,75 triliun. Dari total dividen tersebut, setoran dividen untuk pemerintah sebesar Rp 2,25 triliun atau 60 persen dari dividen yang dibagikan kepada pemegang saham BNI.

Baiquni juga menyebutkan, sejak awal tahun sampai dengan Mei 2019, BNI memberikan kontribusi pajak sebesar Rp 6,08 triliun. "Apabila ditotal sejak tahun 2014 sampai dengan Mei 2019 kontribusi BNI kepada negara sebesar Rp 46,7 triliun. Berupa dividen porsi pemerintah sebesar Rp 12,1 triliun dan sisanya pajak kepada negara," papar Baiquni di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Di sisi lain, Baiquni menjelaskan, peranan BNI mendukung perekonomian Indonesia juga tercermin dari salah satu komitmen perseroan untuk mendukung infrastruktur. Sampai dengan Mei 2019 penyaluran kredit infrastruktur BNI tumbuh 6,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 112,5 triliun.

Jika dirinci, dari total kredit infrastruktur tersebut, sebesar 33 persen disalurkan untuk pembangunan jalan tol dan konstruksi. Kemudian, ke sektor ketenagalistrikan sebesar 32 persen, sektor transportasi sekitar 15 persen, telekomunikasi 10 persen, dan 9 persen untuk sektor minyak dan gas bumi.

"Bila dibandingkan, 22 persen dari total kredit BNI itu disalurkan untuk infrastruktur. Di mana kredit untuk BUMN sebesar 66 persen dan non-BUMN sebesar 34 persen di infrastruktur," lanjut Baiquni.

Di sisi lain, sebagai bank milik pemerintah, BNI juga berkomitmen untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Adapun sepanjang tahun 2007 sampai dengan Mei 2019 perseroan telah menyalurkan KUR sebesar Rp 63 triliun kepada lebih dari 580 ribu debitur.



Sumber: Investor Daily