Pacu Kredit, BTN Berencana Terbitkan Junior Global Bond US$ 300 Juta.

Pacu Kredit, BTN Berencana Terbitkan Junior Global Bond US$ 300 Juta.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono saat Konferensi Pers Paparan Kinerja Triwulan II/2019 di Jakarta, Jumat (26/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR )
Mashud Toarik / MT Jumat, 26 Juli 2019 | 15:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana menerbitkan junior global bond dengan nilai sebesar US$ 300 juta pada November 2019.

Direktur Utama BBTN, Maryono mengatakan dana hasil aksi korporasi tersebut akan jadi amunisi Perseroan dalam memacu penyaluran kredit di tahun 2020 mendatang.

“Dengan aksi korporasi tersebut, termasuk wholesale funding lain yang kami upayakan, maka posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) BTN diproyeksikan berada di level 19,1% pada Desember 2019. Dengan permodalan tersebut, Bank BTN bersiap memacu kredit pada tahun depan,” urai Maryono dalam Konfrensi Pers Kinerja Kuartal II-2019 BTN di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Direktur BTN, Nixon L Napitupulu menambahkan, selain global bond, BTN sedang melakukan pembicaraan pendanaan dalam bentuk subordinasi bilateral dengan satu lembaga keuangan lokal.

“Setiap tahun BTN menyalurkan pembiayaan untuk sebanyak 250 ribu hingga 300 ribu unit rumah. Ini membuat posisi CAR kita menurun 1%-1,5% setiap tahun, untuk menjaga modal tetap kuat, kami perlu mencari pendanaan eksternal,” imbuhnya.

Setelah dua bentuk pendanaan yang diupayakan tahun ini, pada tahun 2020 mendatang, BTN kata Nixon juga akan melakukan right issue di pasar saham. “Right issue tidak bisa kita lakukan tahun ini, karena waktunya tidak cukup,” katanya Nixon.

Terkait kinerja, pada paruh pertama tahun ini, emiten bersandi saham BBTN tersebut mencatatkan penyaluran kredit yang berada di atas rata-rata industri perbankan.

Per Juni 2019, Bank BTN mencatatkan kenaikan kredit di level 18,78% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp211,35 triliun pada Juni 2018 menjadi Rp251,04 triliun. Sedangkan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kredit industri perbankan hanya naik di level 9,92% yoy per Juni 2019.

Pertumbuhan penyaluran kredit Bank BTN masih ditopang segmen kredit perumahan. Lini bisnis tersebut mencatatkan kenaikan di posisi 19,72% yoy menjadi Rp173,61 triliun. Segmen kredit perumahan tersebut ditopang melesatnya penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menjadi senilai Rp90,75 triliun pada Juni 2019 atau naik 27,55% yoy. KPR Non-subsidi Bank BTN pun tercatat naik sebesar 13,08% yoy menjadi Rp74,39 triliun per Juni 2019.

Rekam jejak kinerja KPR tersebut sukses membuat Bank BTN tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa KPR sebesar 39,56% per Maret 2019. Di lini KPR Subsidi, perseroan juga mendominasi kue pasar sebesar 92,43% per Maret 2019.

Di lini bisnis komersial, Bank BTN juga mencatatkan peningkatan kredit sebesar 17,7% yoy dari Rp38,03 triliun menjadi Rp44,77 triliun per Juni 2019. Peningkatan ini disumbang kenaikan kredit investasi yang melesat sebesar 88,99% yoy menjadi Rp7,28 triliun pada semester I/2019.

Keseluruhan laju kenaikan kredit bank spesialis kredit perumahan ini menyumbang pendapatan bunga perseroan naik di level 19,81% yoy dari Rp10,66 triliun pada semester I/2019 menjadi Rp12,78 triliun. Dengan perolehan tersebut, pendapatan bunga bersih Bank BTN per semester I-2019 menjadi senilai Rp4,71 triliun.

Raihan pendapatan bunga bersih tersebut menyumbang perolehan laba bersih senilai Rp1,3 triliun. Adapun, nilai laba bersih tersebut telah mencapai 50% dari target pada akhir 2019 senilai Rp2,6 triliun.

Kinerja penyaluran kredit Bank BTN juga turut mengerek naik posisi aset perseroan menjadi Rp312,47 triliun atau naik 16,58% yoy dari Rp268,04 triliun pada semester I/2018. Peningkatan aset tersebut juga berada di atas rata-rata pertumbuhan aset industri perbankan nasional di level 7,77% yoy per Mei 2019.

Sementara itu, per Juni 2019, BBTN sukses menghimpun DPK senilai Rp234,89 triliun atau naik 15,89% yoy. OJK merekam kenaikan tersebut melesat jauh di atas kinerja penghimpunan DPK perbankan nasional yang hanya tumbuh di level 7,42% yoy per Juni 2019.

Maryono mengatakan, capaian kinerja di semester I-2019 tersebut menjadi faktor positif dalam memperlancar Perseroan dalam mencari pendanaan termasuk gobal bond.



Sumber: Majalah Investor