BPS: Kuartal II Semua Sektor Tumbuh, Kecuali Pertambangan

BPS: Kuartal II Semua Sektor Tumbuh, Kecuali Pertambangan
Ilustrasi Pertumbuhan Pembangunan (BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim) ( Foto: Uthan A Rachim )
Herman / WBP Senin, 5 Agustus 2019 | 12:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 yang mencapai 5,05 persen year-on-year (YoY).

Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan, dari sisi produksi, pertumbuhan ini didorong oleh hampir semua lapangan usaha. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2019 untuk seluruh sektor tumbuh positif, kecuali pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 0,71 persen,” ungkap Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 persen pada triwulan II-2019 tersebut, maka ekonomi Indonesia semester I-2019 dibanding semester I-2018 tumbuh 5,06 persen.

Suhariyanto juga menyampaikan beberapa peristiwa yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019, antara lain harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional yang secara umum mengalami kenaikan jika dibandingkan kuartal I-2019, namun mengalami penurunan dibandingkan kuartal II-2018. Kondisi perekonomian global pada kuartal II-2019 juga diperkirakan mengalami perlambatan. Hal ini tercermin dari data industrI serta perdagangan di pasar global yang cenderung melemah.

Sementara itu, ekonomi beberapa mitra dagang Indonesia masih tumbuh positif, meskipun lebih melambat. Tiongkok tumbuh 6,2 persen (kuartal II/2019), lebih lambat dibandingkan Q2/2018 yang mencapai 6,7 persen dan Q1/2019 6,4 persen. Amerika Serikat melambat menjadi 2,3 persen (Q2/19) dari 3,2 persen (Q2/18) dan 2,7 persen (Q1/19). Singapura melambat menjadi 0,1 persen (Q2/19), lebih rendah dibandingkan 4,2 persen (Q2/18) dan 1,1 persen (Q1/19). Sedangkan Korea Selatan melambat menjadi 2,1 persen (Q2/19) dari 2,9 persen (Q2/18), namun lebih tinggi dibandingkan 1,7 persen (Q1/19)

Dijelaskan Suhariyanto, terjadi inflasi sebesar 1,69 persen (q-to-q). Namun jika dibandingkan dengan posisi Juni 2018, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen (YoY).

Sementara realisasi belanja pemerintah (APBN) kuartal II-2019 mencapai Rp 582,45 triliun (23,67 persen dari pagu 2019 sebesar Rp 2.461,11 triliun), naik dibandingkan realisasi kuartal II-2018 yang mencapai Rp 524,88 triliun (23,64 persen dari pagu 2018 sebesar Rp 2.220,70 triliun). Realisasi penanaman modal yang tercatat di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baik Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri selama kuartal II-2019 sebesar Rp 200,5 triliun atau naik sebesar 2,8 Persen (q-to-q) dan 13,7 persen (YoY).



Sumber: BeritaSatu.com