Upaya Nasabah BTPN Syariah Meraih Mimpi (Bagian Keempat-selesai)

Kejutan Umroh Gratis untuk Cariningtyas

Kejutan Umroh Gratis untuk Cariningtyas
Distribution Head II BTPN Syariah Dwiyono Bayu Winantio (kiri) dan Direktur BTPN Syariah M. Gatot Adhi Prasetyo (kanan) usai menyerahkan undangan umroh gratis kepada Cariningtyas (tengah), nasabah inspiratif prasejahtera BTPN Syariah, di kediamannya di Desa Lenggenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada 22 Agustus 2019. ( Foto: Investor Daily / Happy Amanda Amalia )
Happy Amanda Amalia / PYA Senin, 9 September 2019 | 09:42 WIB

PATI, beritasatu.com – Peran wanita, disadari sangat penting bagi semua orang karena kehadirannya mampu menciptakan kebahagiaan keluarga. Di pelosok negeri ini, tersebar wanita-wanita perkasa yang disebut sebagai “Ibu” yang turut berjuang demi keluarga mewujudkan hidup yang lebih baik, meraih sejahtera.

Walau berasal dari keluarga prasejahtera, para ibu ini tetap memiliki mimpi besar baik untuk keluarganya maupun untuk lingkungan sekitar. Tidak ingin berpangku tangan dan hanya berharap kepada suami, para wanita yang didominasi ibu rumah tangga itu mulai menggerakkan tangan-tangan terampilnya sehingga melahirkan sejumlah karya, mulai dari bantal, mebel, souvenir, laundry, mukena, tas anyama, batik, songket, sampai makanan ringan.

Untuk memulai usaha-usaha tersebut, tentunya dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Dan umumnya, rintangan awal bagi para ibu adalah soal ketersediaan modal, yang kemudian membuatnya terpaksa mengubur impiannya.

Adalah BTPN Syariah yang sampai saat ini menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif (unbankable). Melalui model bisnis BTPN Syariah yang unik, yaitu mengkombinasikan misi bisnis dan sosial (do good do well) itulah, keluarga prasejahtera jadi memiliki kesempatan untuk mengejar mimpinya.

Beberapa waktu lalu, Investor Daily bersama beberapa media nasional dan lokal berkesempatan memenuhi undangan BTPN Syariah mengunjungi Semarang untuk melihat bagaimana bank itu menjalankan bisnis pembiayaan sekaligus berinteraksi dengan para nasabah inspiratif.

Di sela-sela kunjungan ke Semarang, BTPN Syariah mengajak rekan-rekan wartawan melanjutkan perjalanan hingga sampai di Desa Lenggenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) untuk bertemu nasabah inspiratif prasejahtera lain yang tekun mengajak ibu-ibu tetangga sekitar untuk bergabung dengan BTPN Syariah.

Ibu rumah tangga bernama Cariningtyas ini menjalankan usaha warung mie ayam di depan rumahnya, setelah suaminya meninggal dunia dua bulan lalu. Sebelumnya, bersama suami, Cariningtyas sempat berjualan mie ayam keliling menggunakan gerobak.

Menurut Cariningtya, dirinya telah menjadi nasabah BTPN Syariah sejak 2016 dengan mendapat pinjaman awal sebesar Rp 2 juta. Dari pinjaman itu, dia menjalankan usaha bersama mendiang suami sampai akhirnya memperoleh pinjaman lagi sebesar Rp 11 juta, yang digunakannya untuk mengembangkan usaha mie ayam dan memperbaiki warung – yang dahulu hanya terbuat dari bambu.

“Hasil keuntungan dari jualan mie ayam untuk menghidupi anak dan saya sisihkan Rp 50 ribu untuk menabung. Kalau keuntungan per hari bisa mencapai Rp 200 ribu,” ujarnya.

Akan tetapi, kedatangan tim BTPN Syariah pusat bersama rekan media ke kediaman Cariningtyas bukanlah kunjungan biasa, melainkan membawa misi penting untuk memberikan undangan umroh gratis kepada ibu tiga anak itu, sebagai salah satu dari 295 nasabah yang beruntung melalui seleksi yang sangat ketat.

Pemberian undangan golden ticket umrah gratis tersebut langsung diberikan oleh Direktur BTPN Syariah M. Gatot Adhi Prasetyo di kediaman Cariningtyas, dengan disaksikan oleh Distribution Head II BTPN Syariah Dwiyono Bayu Winantio, Branch Manager BTPN Syariah Semarang Dewi Susilowati, Business Coach Jateng 1 Anom Arditta, serta rekan-rekan community officer (CO) dan beberapa nasabah lain yang tergabung dalam sentra/kelompok Bunga Lili yang diketuai Cariningtyas.

Awalnya Cariningtyas menduga kedatangan tim BTPN Syariah adalah kunjungan biasa, namun tanpa diduga kedatangannya kali ini membawa kejutan yang membuat ibu berusia 43 tahun menangis terharu dan bingung, jika harus meninggalkan keluarga, mengingat dirinya adalah tulang punggung keluarga dan baru dua bulan ditinggal oleh mendiang suaminya.

Dia mengatakan bahwa sebenarnya yang punya impian ke Tanah Suci Mekkah adalah almarhum suaminya. “Sebelumnya suami saya ingin kalau dapat hadiah umrah, dia yang berangkat. Tapi ini sudah meninggal,” katanya seraya meneteskan air mata haru.

Dwiyono pun menambahkan bahwa Cariningtyas tidak perlu khawatir mengenai keberangkatan karena semua akan ditanggung oleh BTPN Syariah termasuk soal pemberian uang saku. Bahkan, saat keberangkatan ke Mekkah pada 25 November 2019, Cariningtyas akan didampingi oleh CO.

Menurut Gatot, pemberian hadiah umrah ini sebagai bentuk syukur di usia BTPN Syariah kelima tahun, sekaligus untuk mengapresiasi para nasabah yang mampu mengembangkan usaha dari uang pinjaman dan memberikan inspirasi kepada warga sekitar agar memiliki semangat wirausaha.

“Kedatangan kita kesini dari Jakarta, bersama teman-teman ingin menyampaikan terimakasih karena ibu bersama anggota sudah bersama-sama BTPN Syariah membangun kelompok dengan sangat baik. Ibu juga usahanya berkembang dan terus mengumpulkan kawan-kawan untuk ada disini terus. Itu bentuk tanggung jawab, niat baik ibu untuk mengajak semua disini untuk tumbuh bersama karena memang itulah mimpinya BTPN Syariah,” ujarnya.

Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin menyampaikan, bahwa ada indikator-indikator untuk menjadi nasabah inspiratif yakni tidak hanya mengembangkan usaha, melainkan juga ada peningkatan usaha yang jelas, dan yang terpenting adalah dia sudah mampu mensejahterakan keluarganya, juga yang paling penting adalah mampu mensejahterakan sekitarnya.

“Tadi kan sudah diceritakan bahwa dia terus mengajak teman-temannya yang lain untuk terus masuk ke BTPN Syariah," katanya.

Cariningtyas mengatakan saat ini anggotanya sudah ada 16 orang dan akan ada tambahan dua anggota lagi.



Sumber: Investor Daily