LPEI dan Bank Permata Kerja Sama Penjaminan Kredit Ekspor

LPEI dan Bank Permata Kerja Sama Penjaminan Kredit Ekspor
Keterangan foto: Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, Sinthya Roesly, dan Direktur Utama PT Bank Permata Tbk, Ridha Wirakusumah, menandatangani perjanjian kerja sama terkait penjaminan kredit ekspor, di Jakarta, Jumat (4/10/2019) ( Foto: Beritasatu Photo / Nida Sahara )
Nida Sahara / FER Jumat, 4 Oktober 2019 | 17:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menggandeng PT Bank Permata Tbk terkait kerja sama penjaminan kredit ekspor bank untuk pertama kalinya. Untuk tahap pertama kerja sama tersebut, proyek kredit atau pembiayaan ekspor Bank Permata sebesar US$ 50 juta, di mana LPEI akan menjamin 50 persen dari nilai tersebut.

"Karena ini baru pertama, kita mulai dengan small project-nya itu US$ 50 juta dan LPEI akan cover separuhnya. Karena ini baru piloting, kita sepakat 50 persen dari eksposur Permata akan kita jamin," jelas Direktur Eksekutif LPEI, Sinthya Roesly, di Jakarta, Jumat (4/10).

Baca Juga: LPEI Modali Wika Garap Proyek Rusun di Afrika

Kesepakatan antara LPEI dan Bank Permata tersebut merupakan implementasi regulasi yang diamanatkan kepada LPEI dalam Undang-undang (UU) Nomor 2 tahun 2009 pasal 7C, yaitu penjaminan bagi bank yang menjadi mitra penyediaan pembiayaan transaksi ekspor yang telah diberikan kepada eksportir Indonesia.

Selain itu, juga difasilitasi oleh SEOJK Nomor 32/POJK.03/2018 sehingga LPEI sebagai lembaga yang memiliki sovereign status dapat memberikan penjaminan bagi bank dengan pembobotan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) sebesar 0 persen. Aset yang dijamin memiliki kualitas lancar, dan pengecualitan perhitungan batas maksimum pemberian kredit (BMPK) atau batas maksimum penyaluran dana (BMPD).

"Kita tanda tangan perjanjian ini merupakan mandat regulasi, ini momentum cukup baik karena pertama kalinya ada produk penjaminan membantu perbankan dalam pembiayaan ekspor, supaya bank bisa lebih luas memberikan pembiayaan ekspor. Kita cukup konstruktif bangun skema baru ini," ungkap Sinthya.

Baca Juga: PermataBank Fokus Lakukan Transformasi Digital

Sejumlah hal yang menjadi ruang lingkup kerja sama kredit bank yang diberikan LPEI kepada Bank Permata antara lain, pertama kredit dalam bentuk pembiayaan modal kerja, seperti pembiayaan untuk pengadaan bahan baku dan/atau bahan penolong, pembelian bahan baku dari luar negeri, penggantian dan/atau pemeliharaan komponen dan sarana produksi.

Kedua, kredit dalam bentuk pembiayaan investasi, antara lain pembiayaan untuk modernisasi mesin, ekspansi usaha termasuk pembangunan dan perluasan pabrik baru, pembiayaan proyek. Misalnya, pembangunan proyek konstruksi, infrastruktur, kegiatan eksplorasi dan ekploitasi, serta industri pendukung di dalam dan di luar negeri.

"Kesepakatan ini merupakan salah satu langkah untuk memperbesar eksposur bisnis di penjaminan dan asuransi, di mana dengan penjaminan kredit bank maka LPEI mempertegas posisinya sebagai credit enchancer dengan tujuan mendorong perluasan share perbankan untuk memberikan kredit kepada sektor berorientasi ekspor," jelas Sinthya.

Baca Juga: LPEI Dorong Potensi Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Afsel

Sementara itu, Direktur Utama Bank Permata, Ridha Wirakusumah, mengungkapkan, kerja sama tersebut diharapkan ke depannya dapat meningkatkan akses eksportir pada sumber pendanaan sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha dan pada akhirnya dapat meningkatkan ekspor nasional.

"Kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk menjadi bank pertama, ini pecah telur. Dengan pengalaman kami sebagai agen pembangunan yang efisien disertai dengan kredibilitas LPEI, kami berharap kesepakatan ini dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan devisa ekspor sekaligus sebagai bentuk nyata dukungan program pemerintah Indonesia," terang Ridha.



Sumber: Investor Daily