Naik 5,36%, Laba BRI Capai Rp 24,8 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Naik 5,36%, Laba BRI Capai Rp 24,8 Triliun

Kamis, 24 Oktober 2019 | 12:41 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) hingga kuartal III 2019 menorehkan laba Rp 24,8 triliun atau tumbuh 5,36 persen year on year. Persentase kenaikan laba menurun dibandingkan tahun lalu yang naik double digit seiring dengan peningkatan biaya pencadangan sebagai amunisi untuk menjaga kenaikan risiko kredit (non performing loan/NPL).

"(Laba, red) 2015 kita hanya tumbuh 2 persen, tahun berikutnya 5 persen, tahun berikutnya baru tumbuh double, sekarang single. Ada kenaikan NPL, jadi ada kenaikan biaya cadangan untuk cover risiko yang terjadi. Apabila restrukturisasi berhasil akan memperkuat laba di waktu mendatang. Ini prinsip mengelola balance sheet," ujar Direktur Utama BRI Sunarso dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Hingga akhir September 2019, BRI secara konsolidasi telah menyalurkan kredit senilai Rp 903,14 triliun atau tumbuh 11,65 persen, lebih tinggi dari industri sebesar 8,59 persen (data OJK bulan Agustus 2019) dengan NPL 3,08 persen (bank only) dan 2,94 persen secara konsolidasi. Kenaikan kredit macet ini terutama dialami oleh segmen korporasi, seperti di industri semen dan tekstil. Di mana, untuk semen dan tekstil telah dicanangkan pencadangan hingga 100 persen. Sedangkan, pencadangan ke Krakatau Steel ditetapkan 60 persen.

"Ada beberapa segmen industri yang manufaktur yang terkendala dalam pertumbuhannya, jadi kita lihat sebagai potential risk. Di industrinya sedang menghadapi tantangan dan kita meresponnya secara prudent," imbuhnya.

Apabila dirinci, penyaluran kredit oleh BRI, terbesar disalurkan ke kredit mikro yang tercatat Rp 301,89 triliun atau tumbuh 13,23 persen yoy dengan proporsinya mencapai sepertiga dari keseluruhan kredit bank pelat merah tersebut. Disusul, kredit konsumer Rp 137,29 triliun atau tumbuh 7,85 persen yoy, kredit ritel dan menengah Rp 261,67 triliun atau tumbuh 14,80 persen yoy dan kredit korporasi BRI Rp 202,30 triliun.

“Jika ditotal, porsi kredit UMKM mencapai 77,60 persen dari keseluruhan kredit BRI, di mana angka ini berhasil kami tingkatkan secara perlahan dan targetnya proporsi kredit UMKM bisa mencapai 80 persen di tahun di tahun 2022,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Sunarso, selama Januari hingga September 2019, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp 77,26 triliun kepada 3,6 juta debitur, di mana pencapaian ini setara dengan 88,83 persen dari alokasi penyaluran KUR yang di-breakdown pemerintah di tahun 2019. "KUR sampai akhir tahun targetnya Rp 86,97 triliun, sampai September sudah Rp 77,26 triliun. Kalau ditotal sejak diberlakukan KUR dari tahun 2015 maka BRI sudah menyalurkan KUR Rp 312,72 triliun kepada 16,22 juta nasabah," sebut ia.

Bank BRI, sambungnya berkomitmen untuk terus fokus dalam melakukan ekspansi bisnis di segmen mikro dengan melakukan strategi go smaller, go shorter, go faster. Beberapa langkah nyata yang telah dilakukan oleh Bank BRI untuk memperkuat bisnis mikro di antaranya yakni digitalisasi bisnis proses dengan menggunakan BRISPOT, penguatan big data segmen mikro, peningkatan kapabilitas SDM serta melakukan rejuvenasi produk pinjaman mikro.

Selain itu, Bank BRI juga memiliki strategi untuk terus memperluas customer base segmen mikro. Di antaranya melalui peningkatan kapasitas anggota Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI, program BRIncubator, pembentukan kluster unggulan di setiap kantor cabang BRI di seluruh Indonesia dan pemberdayaan penerima Kartu Tani dan Kartu Kusuka (Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan).

Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank BRI tercatat menghimpun dana sebesar Rp 959,24 triliun atau tumbuh 9,91 persen yoy lebih tinggi daripada industri sebesar 7,62 persen (data OJK bulan Agustus 2019). Giro BRI tumbuh 21,77 persen yoy menjadi Rp 171,85 triliun, tabungan BRI tumbuh 9,20 persen yoy menjadi Rp 384,02 triliun dan deposito tumbuh 6,16 persen yoy menjadi Rp 403,37 triliun.

Di mana, pertumbuhan giro dan tabungan yang lebih tinggi dibandingkan deposito mampu mendongkrak dana murah (CASA) BRI. Pada kuartal III 2019 CASA BRI tercatat 57,95 persen, meningkat dibandingkan kuartal III 2018 sebesar 56,46 persen.

Selain itu, dari sisi Fee Based Income (FBI) mampu tumbuh double digit sebesar 12,03 persen yoy atau sebesar RP 9,74 triliun. Adapun, aset mencapai Rp 1.305,67 triliun atau tumbuh 10,34 persen yoy. Untuk rasio perbankan lainnya, LDR BRI tercatat 94,15 persen dan CAR 21,89 persen. “Angka LDR ini kami nilai sangat moderat dan CAR yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan Bank BRI di masa mendatang,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Penggabungan BUMN Pangan Perkuat Transformasi Ekosistem Pangan

Penggabungan BUMN tidak berdampak pada karyawan yang digabung dan tidak ada pengurangan.

EKONOMI | 21 September 2021

POPS Worldwide Jembatani Strategi Komunikasi Brand dengan Kreator Lokal

POPS Worldwide perusahaan penyedia hiburan berbasis digital menjembati strategi komunikasi brand dengan kreator lokal.

EKONOMI | 21 September 2021

Jawab Tantangan Erick Thohir, Tiga Startup Ini Resmi Berkolaborasi

Bumoon.io, Wastelab Indonesia dan Sampangan, resmi berkolaborasi untuk mendukung strategi pemerintah dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup.

EKONOMI | 21 September 2021

Garuda Indonesia Tambah Fitur Baru di Aplikasi KirimAja

Garuda Indonesia menghadirkan fitur pick up atau penjemputan barang dalam layanan aplikasi KirimAja.

EKONOMI | 21 September 2021

BUJT Waskita Toll Road dan 23 Bank Sepakat Teken Restrukturisasi Rp 3,8 T

PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Waskita Toll Road (WTR) merestukturisasi pinjaman dengan 23 bank.

EKONOMI | 21 September 2021

Konstruksi Terowongan Silaturahmi Rampung, Begini Penampakannya

Kempupera telah menyelesaikan konstruksi terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta.

EKONOMI | 21 September 2021

LPEI Dukung Vaksinasi di Kawasan Wisata Danau Toba

LPEI mendukung percepatan kekebalan kelompok atau herd immunity di wilayah penyangga kawasan wisata Danau Toba.

EKONOMI | 21 September 2021

Royal Prima Buyback Saham Rp 10 Miliar

Royal Prima Tbk (PRIM), emiten di bidang layanan kesehatan berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 10 miliar.

EKONOMI | 21 September 2021

Kebijakan Suku Bunga Rendah untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

"Seluruh kebijakan BI adalah pro-growth atau mendorong pertumbuhan ekonomi," tegas Perry Warjiyo.

EKONOMI | 21 September 2021

Nusantara Infrastructure Incar Proyek JORR Elevated Cikunir-Ulujami Rp 20 Triliun

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) melalui anak usaha PT Marga Metro Nusantara (MMN) mengincar proyek (JORR) Elevated Cikunir – Ulujami.

EKONOMI | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Tren Kasus Covid-19 Global Tak Memberi Dampak Signifikan pada Perkembangan di Indonesia

Tren Kasus Covid-19 Global Tak Memberi Dampak Signifikan pada Perkembangan di Indonesia

KESEHATAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings