Mandiri Syariah Perkuat Layanan Digital Banking

Mandiri Syariah Perkuat Layanan Digital Banking
Direktur IT dan Operation BSM, Achmad Syafii di acara Media Training Mandiri Syariah yang digelar di Padang, Sumatera Barat, 25 Oktober 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Jumat, 25 Oktober 2019 | 16:18 WIB

Padang, Beritasatu.com - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) terus memperluas inovasi digitalnya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabahnya. Tahun ini, BSM menyiapkan anggaran Rp 270 miliar atau meningkat 42 persen (year-on-year) untuk belanja terkait information technology (IT).

Direktur IT dan Operation BSM, Achmad Syafii mengungkapkan, anggaran yang disiapkan ini utamanya digunakan untuk infrastrutur IT, memperkuat sisi keamanan, digitalisasi di back office, dan juga pengembangan mobile banking.

"Digitalisasi layanan terus kita perkuat untuk memberi kemudahan layaknya yang diberikan perusahaan fintech, tetapi tetap menawarkan produk-produk yang terjaga kualitasnya, perlindungannya, dan tentunya syariah,” kata Achmad Syafii di acara Media Training Mandiri Syariah yang digelar di Padang, Sumatera Barat, Jumat (25/102019).

Di BSM sendiri, Syafii menyebut sebagian besar nasabahnya telah melakukan transaksi lewat layanan digital BSM, utamanya mobile banking dan ATM. Hanya tinggal 5 persen saja yang masih memanfaatkan layanan konvensional di kantor-kantor cabang. Karenanya, platform digital yang dimiliki BSM yakni Mandiri Syariah Mobile terus diperkuat dengan menambahkan berbagai fitur-fitur terbaru yang dibutuhkan nasabah.

“Transaksi melalui digital mobile banking sudah sangat pesat menyamai penggunaan ATM. Saat ini, nasabah kita hanya tingga 5 persen saja yang masih ke kantor cabang untuk transaksi yang jumlahnya besar,” terang Syafii.

Ditambahkan Group Head Digital Banking Mandiri Syariah, Riko Wardhana, pengembangan Mandiri Syariah Mobile bukan hanya sekedar menjadi platform untuk layanan perbankan. Berbagai fitur Islami yang dibutuhkan umat muslim juga dihadirkan, mulai dari berzakat, infaq sadaqah, informasi jadwal shalat, arah kiblat, dan masjid terdekat.

Mandiri Syariah juga terus meningkatkan fitur biller, payment, serta menjalin kolaborasi dengan e-commerce untuk memudahkan nasabah bertransaksi melalui Mandiri Syariah Mobile. Ke depan Mandiri Syariah juga tengah mengembangkan pembukaan rekening pertama melalui mobile banking untuk menggaet lebih banyak nasabah.

“Selain Mandiri Syariah Mobile, kami juga mengembangkan chatbot Aisyah yang berfungsi layaknya customer service. Meskipun ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan Aisyah, kemampuan chatbot ini setiap harinya terus kita tingkatkan,” ujar Riko Wardhana.

Perluasan fitur digital ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan berbasis fee (fee based income/FBI) yang naik 26,20 persen dari semula Rp 514 miliar per Triwulan II-2018 menjadi Rp 649 miliar pada triwulan II-2019. Peningkatan FBI tersebut didorong oleh meningkatnya transaksi di e-channel termasuk melalui Mandiri Syariah Mobile. Sampai akhir 2019 ini, BSM menargetkan peningkatan FBI sebesar 30 persen.



Sumber: BeritaSatu.com