Laba Kuartal III Maybank Naik 2,1%

Laba Kuartal III Maybank Naik 2,1%
ilustrasi Maybank ( Foto: istimewa / Istimewa )
Lona Olavia / FMB Jumat, 29 November 2019 | 15:48 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset catat kenaikan laba bersih 2,1 persen secara tahunan pada kuartal III 2019 menjadi RM 2,0 miliar dibandingkan RM1,96 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan pendapatan juga mengalami kenaikan 14,1 persen, yang berasal dari kenaikan signifikan pendapatan nonbunga bersih sebesar 38,6 persen dan kenaikan pendapatan bunga bersih 6,0 persen.

Dibandingkan kuartal kuartal II 2019, laba bersih mengalami kenaikan 3,0 persen didukung kenaikan pendapatan operasional bersih 10,3 persen. Hal ini disebabkan oleh pendapatan investasi dan perdagangan yang lebih besar serta meningkatnya marjin bunga bersih (NIM) sebesar 13 basis poin (bps) secara kuartalan.

Sementara, untuk periode sembilan bulan hingga September 2019, pendapatan operasional bersih tumbuh 5,3 persen secara tahunan didukung kenaikan pendapatan non bunga sebesar 12,5 persen dan pertumbuhan pendapatan non bunga 2,6 persen. Tetapi PBT Group turun tipis menjadi RM 7,75 miliar dari RM 7,81 miliar per September 2018, sementara laba bersih sebesar RM 5,75 miliar dibandingkan RM 5,79 miliar tahun lalu.

“Ketidakpastian iklim operasional masih berlanjut dan kami tetap berhati-hati mengingat kondisi geo-politik yang berkepanjangan. Meskipun demikian, kami ditopang dengan hasil yang stabil dan akan fokus untuk mewujudkan peluang di regional, terutama di ASEAN dan Greater Tiongkok,” ucap Maybank Chairman, Datuk Mohaiyani Shamsudin dalam siaran pers, Jumat (29/11).

Sementara, Group President & CEO Datuk Abdul Farid Alias mengatakan, grup fokus pada kedisiplinan penentuan harga, posisi modal dan likuiditas yang kuat serta manajemen risiko dan efisiensi operasional yang baik menjadi prioritas utama dalam beberapa bulan mendatang.

“Tahun ini merupakan tahun yang menantang bagi beberapa nasabah kami karena terjadinya pertumbuhan yang melambat di perdagangan global. Oleh karena itu, kami secara proaktif bekerja sama dengan debitur untuk merestrukturisasi fasilitas pinjaman mereka. Sementara itu, kami akan terus berhati-hati dalam mengelola kualitas aset kami serta meningkatkan portofolio kami,” ujarnya.

Sementara, secara keseluruhan grup mencatat pertumbuhan sebesar 3,4 persen didukung operasional Malaysia yang tumbuh 5,3 persen di atas pertumbuhan industri sebesar 3,8 persen, serta ekspansi kredit di pasar seperti Greater Tiongkok dan Indo-Tiongkok.

Simpanan grup naik 5,5 persen, didukung pertumbuhan yang kuat masing-masing sebesar 7,5 persen, 6,0 persen dan 4,5 persen di Malaysia, Singapura dan Indonesia, sebagai bagian dari strategi Group untuk fokus pada penurunan biaya dana serta menjaga posisi likuiditas yang kuat. "Ini menghasilkan peningkatan LDR Group menjadi 92,5 persen per September 2019 dari 94,4 persen tahun lalu," sebutnya.

Grup juga catat peningkatan NIM menjadi 2,32 persen. Tetapi, untuk periode sembilan bulan, NIM Group turun tipis sebesar 5 bps menjadi 2,27 persen dari 2,32 persen tahun lalu karena dampak reduksi Base Lending Rate (BLR). Terkait permodalan, rasio likuiditas grup juga pada tingkat yang sehat sebesar 141,5 persen, jauh di atas persyaratan peraturan sebesar 100 persen.

Lebih lanjut, diakui Mohaiyani mengingat perang perdagangan yang sedang berlangsung yang mempengaruhi bisnis secara global, terutama di Singapura, grup mencatat rasio kredit bruto naik tipis menjadi 2,67 persen dari 2,65 persen pada periode yang sama tahun lalu. "Manajemen portofolio kredit grup yang proaktif akan terus menjadi fokus utama mengingat prospek yang dinamis di iklim global," tutupnya. 



Sumber: Suara Pembaruan