Amar Bank Sukses Melantai di Bursa

Amar Bank Sukses Melantai di Bursa
Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsan dan penghargaan Indonesia Best Brand Award 2019 ( Foto: ist / ist )
Fajar Widhiyanto / FW Kamis, 9 Januari 2020 | 12:23 WIB

PT Bank Amar Indonesia sukses melantai di Bursa Efek Indonesia pada Kamis 9 Januari 2020 dengan melepas 1,2 miliar lembar saham melalui penawaran umum perdana atau IPO dengan kode saham AMAR. Dengan nominal saham Rp100 per saham dan harga penawaran umum sebesar Rp174 per lembar saham, jumlah nilai penawaran umum perdana saham secara keseluruhan adalah sebanyak Rp209,885 miliar.

Berdiri pada 15 maret 1991 di Surabaya, Amar Bank dalam beberapa tahun terakhir mengalami transformasi digital dengan mengandalkan Financial Technology bahkan menjadi Fintech bank pertama di Indonesia melalui produk digitalnya, Tunaiku. Tunaiku diluncurkan pada 2014,dan langsung menjadi produk unggulan Amar Bank hingga saat ini.

Sebagai pionir Fintech, Tunaiku menerapkan prinsip kehati-hatian dengan menggunakan Credit Scoring yang telah dikembangkan sejak 2014. Dalam menganalisa kreditnya, Tunaiku menggunakan sebuah algoritma dan predictive analysis, dan juga tetap melakukan proses Know Your Costumer melalui berbagai cara, seperti penggunaan verifikasi kartu identitas KTP dan pertemuan secara langsung antara debitur dengan tim Costumer experience. Melalui mekanisme ini Tunaiku membuka kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya masuk dalam kategori undeserved untuk dilayani oleh Amar Bank.

Tunai ku sendiri telah menyalurkan kredit lebih dari Rp3 triliun sejak diluncurkan pada 2014.

Amar Bank sebagai bagian dari Tolaram Group merupakan Bank Buku 2 dengan total ekuitas Rp1 triliun. Per Desember 2018 asetnya tercatat sebesar Rp1,86 triliun, sementara per November 2019 telah meningkat signifikan menjadi Rp3,4 triliun.

Per November 2019 kredit yang disalurkan tercatat Rp1,9 triliun. Adapun total profit sebelum pajak mencapai Rp98 miliar, dengan pendapatan bunga Rp570 miliar.
Sementara itu net interest margin (NIM) sebesar 18,83%.

Saham Amar Bank mengalami oversubscribed selama masa penawaran umum pada 2-6 Januari 2020.



Sumber: Majalah Investor