Tetapkan RBB 2020, BTN Targetkan Pertumbuhan Kredit Moderat 10%

Tetapkan RBB 2020, BTN Targetkan Pertumbuhan Kredit Moderat 10%
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N. Mansury bersama Komisaris Utama Candra M Hamzah saat memotong tumpeng pada acara Hari Ulang Tahun KPR BTN ke 43 di Jakarta, Selasa (10/12/2019). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan )
/ MT Jumat, 10 Januari 2020 | 19:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo berharap PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dapat menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tahun 2020.

Untuk itu menurutnya BTN harus mampu melakukan inovasi untuk menjalankan peran sebagai BUMN dengan menjadi value creator dan berkontribusi positif mendukung pembangunan namun juga menjaga long term sustainability.

Harapan ini diungkapkan Kartika saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Bank BTN dalam rangka membahas strategi dan Rencana Bisnis Bank (RBB) BTN tahun 2020 di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Lebih jauh dikatakan, saat ini BTN telah memiliki bran yang sangat baik, tapi ekosistem BTN harus digarap termasuk dengan para developer. Kartika juga mendorong penyelesaian backlog dengan meningkatkan KPR non subsidi dan KPR subsidi khususnya yang menyasar segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), TNI, ASN, Polri dan milenial.

“Untuk hal ini, kita harus duduk bersama dengan para pemangku kepentingan untuk mendanai Program sejuta rumah ini dapat kita jalankan secara efektif namun dengan risiko yang terjaga,” katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers BTN.

Sementara terkait target-target yang ditetapkan dalam RBB, Direktur Utama BTN, Pahala N Mansury menyampaikan pihaknya merencanakan target bisnis yang moderat di 2020 dengan target pertumbuhan kredit sekitar 10% atau sama dengan asumsi pertumbuhan kredit yang dipatok BI yaitu sekitar 10%-11% dibandingkan tahun 2019.

Kredit tersebut menurut Pahala, akan difokuskan ke sektor perumahan khususnya KPR bagi segmen milenial. Sedangkan Dana Pihak Ketiga ditargetkan tumbuh sekitar 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan mengandalkan pertumbuhan dana murah .

“Tahun 2020, kami fokus pada perbaikan kualitas bisnis Bank BTN, baik portofolio kredit,funding maupun layanan ke nasabah karena itu lebih penting saat ini bagi Bank BTN untuk menghadapi peluang dan tantangan tahun 2020 dengan menyiapkan fondasi bisnis sejalan dengan model bisnis yang mengadaptasi dinamika pasar,” kata Pahala.

Terkait dengan ketersediaan anggaran subsidi selisih bunga, Pahala menjelaskan bahwa Bank BTN sudah menyikapinya dengan menyiapkan model bisnis untuk menjawab tantangan pasar KPR. “Kami harus lebih memperkuat porsi KPR Non Subsidi dari kalangan milenial dengan inovasi produk layanan perbankan berbasis digital yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” tegas Pahala.

Pahala optimistis bahwa Bank BTN masih dapat menangkap peluang di segmen properti karena masih tingginya permintaan rumah kecil serta makin maraknya sentra pertumbuhan ekonomi baru akibat pembangunan infrastruktur, perkembangan tempat wisata dan akan dibangunnya Ibu Kota Baru.

Selain itu, sebagai Bank dengan pangsa pasar KPR terbesar, BTN akan terus mendukung Program Sejuta Rumah Pemerintah sehingga BTN tetap berkontribusi ada program sejuta rumah Pemerintah, “Tahun 2020, kami tetap berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam program sejuta rumah dengan membuat model bisnis yang inovatif dengan mengoptimalkan big data analytic sehingga kekuatan BTN di KPR bisa ikut mendorong pertumbuhan dana murah, transaksi, serta fee based income,” jelasnya.



Sumber: Majalah Investor