Perkuat Struktur Pendanaan, Bank Mantap Akan Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

Perkuat Struktur Pendanaan, Bank Mantap Akan Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun
Bank Mantap dan PT Fidac Inovasi Teknologi melakukan penandatangan kerja sama dalam rangka penyaluran kredit bagi ASN dengan skema peer to peer landing di Jakarta, Rabu (29/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / - )
Mashud Toarik / MT Rabu, 29 Januari 2020 | 13:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Mandiri Taspen (Mantap) berencana kembali menerbitkan obligasi sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun tahun ini. Aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB).

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan, jadwal aksi korporasi ini menyesuikan dengan kebutuhan likuiditas serta momentum pasar. “Kita mau perkuat struktur pendanaan kita dengan penerbitan instrumen-instrumen keuangan, seperti tahun lalu kan kita keluarin obligasi,” ujar Josephus usai acara Penandatanganan kerja sama peer to peer landing dengan PT Fidac Inovasi Teknologi di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Sebagai catatan Bank Mantap telah mengantungi izin penerbitan PUB sebesar Rp 4 triliun hingga tahun 2022. Pada November 2019 lalu Bank Mantap telah menerbitkan PUB Tahap 1 tahun 2019 sebesar Rp 1 trilliun. “Untuk PUB tahun ini belum bisa kita pastikan jadwalnya apakah di semester I atau Semester II, yang pasti tahun ini kita terbitkan,” urai Josephus.

Selain PUB, dikatakan juga tahun ini Perseroan akan mendapatan suntikan tambahan modal sebesar Rp 500 miliar dari induk usahanya yakni Bank Mandiri.

Upaya memacu likuiditas tadi menurut Josephus bertujuan untuk mengejar target pertumbuhan kredit sebesar 30% menjadi Rp 26 triliun dari total kredit yang disalurkan pada tahun 2019 sebesar Rp 20 trilliun.

Bank Mantap optimistis target kredit tersebut akan tercapai mengingat segmen pasar yang dibidik yakni PNS aktif maupun pensiunan yang memiliki potensi cukup besar. Saat ini menurutnya terdapat sebanyak 4,3 juta PNS aktif dan sekitar 2,5 juta pensiunan yang merupakan potensi pasar Bank Mantap. “Kami akan fokus pada segmen itu, tidak akan bergeser ke segmen lain,” imbuhnya.

Terkait komposisi penyaluran kredit dikatakan 80% pada segmen ASN dan Pensiunan, selebihnya sekitar 20% ke segmen mikro dan ritel. Adapun laba bersih menurutnya tahun ini Bank Mantap menargetkan pertumbuhan sebesar 20%-25% dari laba tahun 2019 lalu. “Tahun lalu laba bersih kita tumbuh hampir 30%,” tandasnya.

Peer to Peer Landing

Sementara dalam rangka memenuhi kebutuhan kredit bagi ASN dan Pansiunan, Bank Mantap berupaya terus memperluas dan mempermudah akses pembiayaan bagi segmen tersebut. Salah satunya menjalin kerja sama dengan PT Fidac Inovasi Teknologi.

Kerja sama dalam bentuk peer to peer lending tersebut ditandatangani oleh Direktur Bisnis Bank Mantap Nurkholis Wahyudi dan Direktur Fidac Inovasi Teknologi Harry Fardan Zaini yang disaksikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana serta Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Menurut Josephus K. Triprakoso, dalam optimalisasi manfaat pembiayaan ASN aktif, Bank Mantap bekerjasama dengan PT Fidac Inovasi Teknologi dengan platform aplikasi DUMI membuat produk soft loan berbasis Kredit Tanpa Agunan Payroll yang bertujuan untuk memberikan Pembiayaan cepat dan efisien kepada ASN aktif.

“Para ASN ketika membutuhkan pembiayaan mendadak seperti membayar SPP anak, pajak kendaran bermotor, renovasi rumah, bencana alam dan lain-lain dapat mengambil KTA Payroll menggunakan aplikasi DUMI, diharapkan dengan layanan ini dapat mempermudah calon debitur tanpa ke kantor cabang, sehingga para calon tidak perlu mengeluarkan biaya dan menghabiskan untuk ke kantor cabang,” ujar Josephus.



Sumber: Majalah Investor