Sri Mulyani Puji Strategi BRI Kembangkan UMKM

Sri Mulyani Puji Strategi BRI Kembangkan UMKM
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menjadi  pembicara kunci di acara BRI Group Economic Forum 2020, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (29/1/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Novy Lumanauw)
Novy Lumanauw / FER Rabu, 29 Januari 2020 | 20:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, memuji strategi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang fokus mengembangkan bisnis di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"UMKM memiliki multiplier effect dan jangkauan luas untuk menggencarkan inklusi keuangan,” kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara kunci pada BRI Group Economic Forum 2020, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah terus mencari titik keseimbangan antara mendorong dan mendukung ekonomi dan kemajuan sosial, tetapi pada saat yang sama harus menjaga kesehatan dan sustainability APBN 2020.

Fokus APBN 2020, menurut Sri Mulyani, masih sama seperti tahun sebelumnya di mana 20 persen dialokasikan untuk pembangunan bidang pendidikan, kesehatan sebesar 5 persen dan jaring pengaman sosial (social safety net).

"Artinya seperti yang Pak Sunarso katakan, fokus kita ke UMKM. Itu the right focus, secara tradisional BRI kuat di situ, dan penetrasi di level masyarakat bawah menjadi fokus pemerintah untuk intervensi. Di sinilah kita membutuhkan tangan-tangan seperti BRI,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani berharap, Bank BRI yang memiliki daya jangkau luas ke masyarakat ikut membantu pemerintah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Ini mengingat masih ada bagian dari masyarakat Indonesia yang belum tersentuh oleh layanan keuangan modern.

"Dibutuhkan mindset dan bisnis model yang berbeda untuk fokus pada sektor UMKM. Pak Sunarso pernah bertugas di Pegadaian, saya tidak perlu mengajari. Sektor UMKM sudah ada di DNA-nya, kalau DNA CEO sudah punya, tinggal SDM mengikutinya,” jelas Sri Mulyani.

Sementara itu, Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, penyaluran kredit perseroan sepanjang 2019 mayoritas ke sektor UMKM dan ke depan BRI akan tetap fokus pada sektor itu.

“Sekarang sudah turun juga porsi korporasinya dan porsi UMKM kita sudah 78 persen. Tahun depan kami ingin lebih tinggi dari angka tersebut,” kata Sunarso.

Sepanjang 2019, BRI mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 915,69 triliun, tumbuh 8,4 persen secara year on year (yoy). Angka pertumbuhan kredit Bank BRI tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional yang tumbuh 6,08 persen.

"Untuk 2020 kami targetkan pertumbuhan kredit 10 persen hingga 11 persen. Kita fokus ke mikro. Kita pacu pertumbuhan lebih cepat,” jelas Sunarso.

Pertumbuhan kredit pada segmen mikro menjadi salah satu penyokong utama kinerja BRI sepanjang 2019. Sunarso mengungkapkan, penyaluran kredit mikro yang pada 2019 lalu tumbuh double digit 12,19 persen, menjadi salah satu faktor utama pendukung pertumbuhan kredit perseroan.

Selain tumbuh positif di atas rata-rata industri, BRI juga mampu menjaga kualitas kredit di level ideal yakni non-performing loan (NPL) 2,80 persen dengan NPL coverage mencapai 153,64 persen.

Sepanjang tahun lalu, Bank BRI membukukan laba sebesar Rp 34,4 triliun, tumbuh 6,1 persen secara yoy. Sementara aset BRI tercatat Rp 1.416,95 triliun, tumbuh 9,41 persen dibandingkan aset akhir 2018 sebesar Rp 1.296,9 triliun.

"Prinsipnya, kami mengadakan acara ini ingin mendapat sinyal yang akan dijadikan panduan untuk mengelola kinerja keuangan secara hati-hati, itu yang paling penting. Ini pasti terkait bagaimana kami menetapkan target pertumbuhan sepanjang tahun. Kita harus tetap optimistis untuk mengelola segala mancam tantangan dan lainnya,” tandas Sunarso.



Sumber: Investor Daily