Bank DKI Dukung Program Pangan Murah Jakarta

Bank DKI Dukung Program Pangan Murah Jakarta
Ilustrasi Bank DKI. (Foto: Istimewa)
Lenny Tristia Tambun / MPA Kamis, 13 Februari 2020 | 10:39 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan Bank DKI Bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI, PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Dharma Jaya dan Perumda Pasar Jaya menggelar Program Pangan Murah Jakarta.

“Bank DKI siap mendukung pelaksanaan program pangan murah. Karena program ini, merupakan upaya Pemprov DKI untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan harga murah bagi warganya. Kolaborasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam hal ini Dinas KPKP DKI dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilakukan untuk mewujudkan hal itu,” kata Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Lebih lanjut Herry Djufraini menjelaskan program yang berlangsung setiap bulan ini menjual daging sapi seharga Rp 35.000 per kilogram (kg), daging kerbau Rp30.000 per kg, daging ayam Rp8.000 per kg, telur ayam Rp10.000 per 15 butir, beras Rp 30.000 per 5 kg, ikan kembung Rp13.000 per kg, dan susu UHT Rp 30.000 per karton (24 pak).

“Program ini menyasar kelompok masyarakat tertentu. Antara lain pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Pegawai Harian Lepas (PHL) dengan pendapatan UMP, Guru Honorer/Tenaga pendidik NON PNS, serta penghuni rusun milik Pemprov DKI Jakarta

Adapun lokasi penyaluran Pangan Murah Jakarta itu digelar setiap hari Senin hingga Sabtu dari pukul 08.00 – 17.00 WIB di outlet-outlet Dharma Jaya, pasar-pasar kelolaan Perumda Pasar Jaya, JakGrosir, JakMart dan Gerai Kewirausahaan Terpadu.

“Selain itu, Program Pangan Murah Jakarta juga bisa dikunjungi di sejumlah rusun dan RPTRA yang telah dijadwalkan Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta,” ujar Herry Djufraini.

Menurutnya, program Pangan Murah ini terbukti telah menjadi instrumen pengendali inflasi yang efektif serta dapat menjadi program percontohan untuk diterapkan di seluruh Indonesia.

Karenanya, Bank DKI dan BUMD terkait akan menyampaikan sharing implementasi Sinergi BUMD untuk mensukseskan program ini pada seminar nasional BPD seluruh Indonesia pada rangkaian acara penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda periode ke-2 Tahun XXX Bank DKI-2020 di Mercure Ancol tanggal 22 Februari 2020.

Untuk pemerataan distribusi, Herry Djufraini menjelaskan terdapat beberapa mekanisme transaksi subsidi pangan. Pertama, penerima subsidi hanya berhak mendapat satu jenis komoditi dalam sebulan dan dapat bertransaksi di hari berikutnya untuk komoditi yang belum ditransaksikan.

Kedua, komoditi tidak bersifat akumulatif. Ketiga, komoditi susu hanya diperuntukkan bagi pemegang KJP Plus.

Keempat, penerima subsidi hanya berhak memilih salah satu daging Sapi atau Kerbau. Serta kelima, Penyedia Jasa Orang Lainnya Orang Perongan (PJLP) Pemprov DKI Jakarta sudah harus terdaftar terlebih dahulu sebelum bertransaksi.

 



Sumber: BeritaSatu.com