Dampak Korona, Transaksi Kartu Kredit BRI Melambat

Dampak Korona, Transaksi Kartu Kredit BRI Melambat
Direktur Konsumer Bank BRI, Handayani. (Foto: Beritasatu Photo / Lona Olavia)
Lona Olavia / FER Kamis, 27 Februari 2020 | 18:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dampak virus korona membuat pertumbuhan transaksi kartu kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bakal melambat pada kuartal I-2020.

Baca: BRI Bidik 500.000 Agen BRILink

"Kita harapkan transaksi kartu kredit tumbuh 25 persen hingga 30 persen jadi Rp 20 triliun tahun ini, memang melambat di kuartal I ini. Tapi, kalau Januari ini biasanya agak turun. Kalau untuk jumlah kartu beredarnya targetnya tambah 250.000 menjadi 2 juta kartu," kata Direktur Konsumer Bank BRI, Handayani, saat acara pameran wisata BRI Europe Travel by Turkish Airlines, di Senayan City, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Adapun penggunaan transaksi kartu kredit BRI terbesar untuk ritel dan groceries, disusul travel. Di sisi lain, Handayani mengatakan banyak traveler yang menahan untuk berpergian keluar negeri menyusul merebaknya virus ini ke beberapa negara.

"Dengan kondisi virus korona yang banyak membuat nasabah menahan spending dan membatasi pengeluaran untuk tertentu saja maka dengan kondisi demikian kita banyak membuat program yang lebih menawarkan promo untuk kebutuhan inti, misalnya supermarket dan untuk resto kafe," ujar Handayani.

Baca: Jokowi Minta Promosi Wisata dan MICE Ditingkatkan

Sementara itu, guna mendorong jumlah transaksi kartu kredit, BRI bekerja sama dengan Turkish Airlines selenggarakan BRI Europe Travel Fair pada 27 Februari-1 Maret 2020 di Atrium Senayan City, Jakarta.

"Eropa cukup aman, memang ada beberapa negara yang terjangkit juga, tapi tidak banyak. Jadi, kami melihatnya cukup bisa manageble dan dalam tiga hari pameran ditargetkan kita bisa dapatkan sales Rp 5 miliar," kata Handayani.

Tiket yang ditawarkan dalam BRI Europe Travel Fair 2020 cukup beragam. Selain tiket PP Jakarta - Istanbul Rp 7jutaan, ada juga Jakarta - Athena mulai Rp 7,6 juta. Kemudian tiket Jakarta - Amsterdam mulai Rp 7,8 juta.

Lalu Jakarta - Vienna dan Jakarta - Venice dengan masing-masing harga mulai dari Rp 8,1 juta. Sementara untuk harga tiket Jakarta - Copenhagen dan Jakarta - Paris mulai dari Rp 8,3 juta.

Untuk Jakarta - Roma dibanderol dari Rp 8,4 juta. Lalu tiket PP Jakarta - Berlin atau Jakarta - Dusseldorf mulai Rp 8,6 juta. Selain itu, Jakarta - Frankfurt mulai dari Rp 8,9 juta. Sementara untuk Jakarta - London, harga dimulai dari Rp 9,7 juta.

"Tiket ini berlaku hingga 31 Desember 2020," ucap Handayani.



Sumber: BeritaSatu.com