BRI Rilis Fitur Cash Pick Up Bagi Pedagang Pasar

BRI Rilis Fitur Cash Pick Up Bagi Pedagang Pasar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) rilis fitur cash pick up transaction untuk nasabah termasuk para pedagang di pasar sehingga mereka akan didatangi tenaga pemasar BRI untuk menabung. (Foto: istimewa / isimewa)
Lona Olavia / MPA Kamis, 19 Maret 2020 | 13:37 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) rilis fitur cash pick up transaction untuk nasabah termasuk para pedagang di pasar. Para pedagang akan didatangi langsung tenaga pemasar BRI untuk menabung. Melalui fitur terbaru tersebut, tenaga pemasar mikro (Mantri BRI) bisa melakukan jemput bola setoran simpanan dan setoran pinjaman para nasabah. Simpanan yang diambil mulai dari Rp 20.000-100.000.

“Kami terus melakukan upaya inovasi agar pelaku UMKM terutama nasabah mikro lebih nyaman dalam melakukan transaksi lewat BRI. Saat ini sudah terdapat 28.000 tenaga pemasar mikro yang bisa mendatangi pasar-pasar basah maupun tempat usaha nasabah. Lewat kontribusi mereka, sejak fitur ini dikenalkan tahun ini transaksi cash pick up sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 1 juta pelaku usaha mikro,” jelas Direktur Mikro Bank BRI Supari dalam siaran pers, Kamis (19/3/2020).

BRISPOT merupakan aplikasi khusus para tenaga pemasar mikro BRI untuk memproses pinjaman mikro dan telah digunakan 100% pada tahun 2019. Aplikasi ini berguna untuk menyederhanakan, mengotomasi dan mendigitalisasi proses pengajuan hingga pencairan pinjaman di BRI.

Langkah digitalisasi proses kredit mikro ini sesuai dengan semangat yang diusung oleh BRI yakni go smaller (segmen lebih kecil), go shorter (jangka waktu lebih pendek), go faster (proses lebih cepat) dalam rangka mendorong produktivitas dan efisiensi sehingga go cheaper (harga lebih murah) dapat tercapai.

Lebih lanjut Supari mengatakan dengan adanya fitur cash pick up ini, dampaknya luar biasa. Total volume setoran simpanan justru lebih besar dari setoran pinjaman. “Hingga saat ini fitur cash pick up telah mencapai volume Rp 2,1 triliun dengan rincian Rp 660 miliar setoran pinjaman dan Rp 1,5 triliun simpanan. Dengan demikian, konsep micro saving dan micro payment bakal cepat terwujud melalui BRISPOT ini,” ujarnya. 

Attachments area



Sumber: BeritaSatu.com