Komisi VI Apresiasi BNI Restrukturisasi Kredit UMKM Rp 20 Triliun

Komisi VI Apresiasi BNI Restrukturisasi Kredit UMKM Rp 20 Triliun
Anggota Komisi VI DPR yang membidangi BUMN, Mufti Anam. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Amrozi Amenan / FER Senin, 4 Mei 2020 | 21:12 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR yang membidangi BUMN, Mufti Anam, mengapresiasi kiprah bank BUMN yang mulai intens melakukan restrukturisasi kredit untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: UMKM Binaan BNI Turut Produksi APD

"Komitmen menjalankan restrukturisasi kredit oleh industri perbankan sangat penting untuk tetap menjaga keberlangsungan hidup UMKM,” ujar Mufti Anam saat dihubungi, Senin (4/5/2020).

Mufti mencontohkan, sejumlah bank yang telah menjalankan restrukturisasi kredit, seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang telah melakukan restrukturisasi kredit senilai Rp 39,44 triliun terhadap 50.000 nasabah per pekan ketiga April 2020. Dari angka itu, hampir Rp 20 triliun untuk UMKM dengan jumlah debitur lebih dari 42.000 UMKM.

"Langkah yang dilakukan BNI dalam menjalankan restrukturisasi kredit sudah cukup baik, tentu ke depan harus terus dioptimalkan dengan delta penambahan dari waktu ke waktu yang semakin tinggi agar semakin banyak UMKM yang menerima manfaat,” ujarnya.

Baca Juga: BNI Siapkan Skema Restrukturisasi Kredit

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu pun meminta bank-bank BUMN untuk terus memberi kemudahan bagi UMKM melakukan restrukturisasi kredit.

"Semakin bank memberi kemudahan, tentu akan membuat UMKM bisa bernafas lebih panjang, mengurangi potensi PHK dan tetap berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Mufti berharap, langkah progresif melakukan restrukturisasi kredit itu terus dilakukan. Apalagi, saat ini pemerintah sedang menyusun peraturan yang lebih teknis terkait besaran subsidi bunga yang dibayarkan pemerintah sebagai turunan dari Peraturan Menko Perekonomian Nomor 1/2020 tentang Perlakuan Khusus bagi Penerima Kredit Usaha Rakyat Terdampak Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Khofifah Dorong Pemda Gandeng UMKM

Selain restrukturisasi kredit sebagai bagian dari peningkatan kualitas aset perbankan, Mufti berharap bank-bank BUMN juga tetap mengucurkan kredit kendati situasi bisnis penuh risiko. Dia menilai tetap ada sektor prospektif yang layak dibiayai saat pandemi, seperti industri hulu-hilir pertanian, farmasi, makanan, minuman tradisional, maupun alat kesehatan.

"Saya menilai likuiditas bank BUMN masih cukup memadai, apalagi Bank Indonesia sudah melakukan quantitative easing antara lain dengan menurunkan giro wajib minimum (GWM). Bukan tidak mungkin, pelonggaran likuiditas melalui kebijakan moneter BI itu bisa sedikit menjadi amunisi bagi perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor prospektif di masa pandemi," tandas Mufti Anam.



Sumber: BeritaSatu.com