Penyaluran Kredit BTN Tumbuh 4,59% di Kuartal I-2020

Penyaluran Kredit BTN Tumbuh 4,59% di Kuartal I-2020
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pahala N. Mansury saat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, di Jakarta, S Kamis (12/3/2020). (Foto: Beritasatu Photo/Uthan)
Mashud Toarik / MT Jumat, 8 Mei 2020 | 14:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pandemi Covid-19 membuat kinerja hampir semua sektor bisnis mengalami pelambatan, kondisi ini diyakini akan berdampak pada penyaluran kredit serta tingginya risiko kredit bermasalah perbankan.

Kendati begitu agar ekonomi tetap bergerak, bank dituntut harus menjalankan fungsi intermediasinya, disini bank harus mampu menjaga kualitas kredit dan memiliki pencadangan yang kuat.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Pahala N Mansury mengatakan, pihaknya tetap berupaya menjalankan fungsi intermediasi di masa pandemi Covid-19.

“Bank BTN masih konsisten menjalankan fungsi intermediasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mencatatkan pertumbuhan kredit yang posisif pada kuartal I-2020,” urainya dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Jumat (8/5/2020).

Dikatakanya pada kuartal I-2020, penyaluran kredit BTN masih tumbuh sekitar 4,59% atau telah menyalurkan kredit sekitar Rp253,25 triliun. Selain itu rasio-rasio keuangan perseroan juga masih terjaga baik. Adapun kinerja perseroan secara umum menurutya akan diumumkan pada Minggu kedua bulan Mei 2020.

Dikatakanya likuiditas yang cukup dan terjaga, menjadi kunci perbankan agar tetap menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor ekonomi agar tetap produktif. Pahala merinci, sampai dengan Maret 2020, rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio) bank yang dipimpinnya masih dapat dijaga pada tingkat 137,9% jauh di atas ambang yang ditetapkan regulator yaitu 100%.

“Sesuai ketentuan regulasi, kami sudah menyiapkan cadangan terutama untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 yang tidak tahu akan berakhir sampai kapan dan saat ini coverage ratio terjaga di atas 100%,” katanya.

Dengan posisi rasio cadangan terhadap NPL yang sudah di atas 100%, dikatakan pahala akan mengurangi mengurangi pengaruh volatilitas ekonomi pada perolehan laba dan juga permodalan Perseroan.



Sumber: BeritaSatu.com