Hingga Mei, BTN Restrukturisasi Kredit 140 Ribu Nasabah Terdampak Covid-19

Hingga Mei, BTN Restrukturisasi Kredit 140 Ribu Nasabah Terdampak Covid-19
Pekerja sedang membersihan kaca gedung Bank BTN di Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Mashud Toarik / MT Jumat, 15 Mei 2020 | 15:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyampaikan telah melakukan proses restrukturisasi kredit bagi sekitar 140 ribu hingga 160 ribu nasabah dimana mayoritas merupakan debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Direktur Utama BTN Pahala N Mansury merinci, restrukturisasi kredit diberikan bagi sebanyak 30 ribu nasabah pada bulan Maret 2020, kemudian sekitar 40 ribu pada April 2020. Sementara pada Mei ini diperkirakan ada tambahan sebanyak 70 ribu hingga 90 ribu nasabah terdampak Covid-19.

Pahala menegasakan bahwa restrukturisasi hanya diberikan kepada nasabah yang dipastikan terdampak Covid-19 dan tercatat lancar melakukan pembayaran angsuran hingga Februari 2020.

“Kami tidak bisa memperkirakan akan berapa banyak lagi yang akan direstrukturisasi, tapi hingga saat ini kami terus hitung,” ujarnya saat Konfrensi Pers Kinerja Kuartal I-2020 BTN yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom, Jumat (15/5/2020).

Kendati begitu, Pahala menyampaikan restrukturisasi ini tidak akan berdampak pada laba BTN karena sifatnya hanya penundaan pembayaran bunga, apalagi pemerintah akan memberikan subsidi bunga pada bank yang memberikan pelonggaran kredit bagi nasabahnya sebagaimana terdapat pada Perpu No 1/2020 dan PP No 23/2020.

Dalam kesemapatan ini, BTN mengaku tetap optimistis tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja kendati kondisi industri perbankan dan ekonomi nasional tengah mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19.

“Memang akan ada dampak, karena itu BTN akan melakukan revisi target yang tertera dalam RBB, dimana pertumbuhan kredit yang awalnya sebesar 9,5%, akan direvisi menjadi 2%-3%.

Optimisme masih adanya pertumbuhan kredit terutama didorong oleh penyaluran KPR subsisi yang diperkirakan naik sekitar 11% tahun ini. Hal ini kata Pahala karena BTN mendapat kuota penyaluran Selisih Subsisi Bunga (SSB) dari pemerintah sebayak 146 ribu unit rumah di tahun 2020.

Sementara hingga kuartal I-2020, BTN melaporkan penyaluran kredit dan pembiayaan senilai Rp253,25 triliun. Posisi tersebut tumbuh 4,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp242,13 triliun di kuartal I-2019.

Dari total kredit yang disalurkan, per kuartal I-2020 BTN menghasilkan pendapatan bunga senilai Rp6,17 triliun. Dengan kinerja tersebut, laba operasional perseroan sebelum provisi tercatat sebesar Rp870 miliar.

Adapun, untuk tetap menjaga rasio pencadangan yang kuat, Bank BTN terus memupuk provisinya dengan mengalokasikan dari laba operasional. Per kuartal I-2020, coverage ratio perseroan melonjak ke level 105,66% dari 45,07% pada periode yang sama tahun lalu. Dengan alokasi untuk pencadangan tersebut, Bank BTN mencatatkan laba bersih senilai Rp457 miliar pada 31 Maret 2020.

Kemudian, perseroan juga mencatatkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 18,73% pada kuartal I-2020 atau naik 111 basis poin (bps) dari 17,62% di kuartal I-2019. Pahala melanjutkan, bank tabungan spesialis kredit perumahan ini juga aktif mencari pendanaan di luar Dana Pihak Ketiga (DPK). Sehingga, Liquidity Coverage Ratio (LCR) perseroan masih kuat di level 140,51% per 31 Maret 2020.

Bank BTN tercatat menghimpun DPK sebesar Rp221,72 triliun per kuartal I-2020 atau naik 2,73% yoy. Dengan berbagai capaian tersebut, aset bank dengan kode saham BBTN per kuartal I-2020 ini yakni senilai Rp308,19 triliun atau naik 2,27% yoy dari Rp301,35 triliun pada kuartal I-2019.



Sumber: BeritaSatu.com