Ini Klarifikasi Bank Bukopin Terkait Masalah Penarikan Dana Nasabah di Sidoarjo

Ini Klarifikasi Bank Bukopin Terkait Masalah Penarikan Dana Nasabah di Sidoarjo
Ilustrasi Bank Bukopin (Foto: Beritasatu.com)
Asni Ovier / AO Jumat, 26 Juni 2020 | 12:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Bukopin mengklarifikasi pemberitaan dan video yang sempat beredar terkait penarikan dana nasabah di cabang Sidoarjo, Jawa Timur. Pada pemberitaan itu disebutkan bahwa pejabat bank tidak mau memberikan penjelasan kepada media atau nasabah.

General Manager Bisnis Regional Bank Bukopin, Bambang Widyatmoko menjelaskan, pejabat cabang Sidoarjo telah berupaya memberikan penjelasan kepada nasabah. Penjelasan diberikan sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.

“Sesuai dengan misi kami sebagai institusi keuangan bahwa memahami dan memberi solusi bagi nasabah tetap menjadi hal yang utama, termasuk kenyamanan saat bertransaksi,” ujar Bambang dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Terkait dengan pemberitaan sebelumnya, Dedi Setiawan Tan, nasabah cabang Sidoarjo yang telah lama menjadi nasabah prioritas dan nasabah loyal Bank Bukopin, mengatakan, pihak bank telah menemuinya dan memberikan penjelasan dengan itikad baik.

“Saya sangat mengapresiasi Bank Bukopin cabang Sidoarjo dalam melayani nasabah. Mereka telah menemui saya. Pada dasarnya, saya memahami penjelasan bank dan kami sudah ada kesepakatan,” ujarnya.

Ke depan, sebagai nasabah yang telah lama dan loyal, Dedi Setiawan mengungkapkan dukungannya dengan rencana penguatan modal dari KB Kookmin Bank. “Bagus itu, kalau pemegang sahamnya komitmen menguatkan modal bank sendiri. Saya ini pengusaha, jadi senang kalau bank tempat saya menyimpan dana semakin kuat dan bisa mendukung juga pengembangan bisnis kami ke depan,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 19 Juni lalu Bank Bukopin mengeluarkan pada siaran pers dengan judul “KB Kookmin Bank Lanjutkan Proses Tambahan Modal di Bank Bukopin”. Hal ini telah meyakinkan kembali publik bahwa proses penguatan modal dari KB Kookmin Bank tetap berjalan sesuai komitmen kedua institusi keuangan ini. Bukti keseriusan komitmen bank terbesar asal Korea Selatan itu di antaranya penyetoran dana segar pada rekening di Bank Bukopin.

“KB Kookmin Bank sedang menyegerakan realisasi proses penambahan modal di Bank Bukopin. Secara regulasi, KB harus menyelesaikan uji tuntas tambahan dan pemenuhan perizinan yang diperlukan untuk memenuhi ketentuan holding KB Financial Group dan regulator di Korea. Tetapi, percayalah, KB sangat serius untuk terlaksananya seluruh proses ini dengan segera, sehingga kami harapkan nasabah dan seluruh stakeholder dapat mendukung kesuksesan hal ini,” ujar Rivan Purwantono, Direktur Utama Bank Bukopin, yang resmi menjabat setelah disetujui RUPS pada 18 Juni lalu.

PT Bank Bukopin Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan yang didirikan pada 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia. Bank Bukopin tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2006 dengan kode emiten BBKP.

Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri atas segmen konsumer dan UKM serta didukung oleh segmen komersial. Sesuai dengan misi “Memahami dan Memberi Solusi kepada Nasabah” Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital, seperti aplikasi “Bukopin Mobile” dan aplikasi perbankan digital “Wokee”.

Per 31 Mei 2020, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (23,4%), KB Kookmin Bank (22,0%), Negara Republik Indonesia (8,9%), dan masyarakat (termasuk Kopelindo). Bank Bukopin beroperasi di 24 provinsi dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 162 kantor kas, 9 Kantor Fungsional, 25 payment point, dan 836 unit ATM, serta tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama.

Sementara, KB Kookmin Bank merupakan bagian dari KB Financial Group. Bank yang berbasis di Korea Selatan tersebut tercatat sebagai bank dengan pencapaian net income terbesar di Korea sepanjang 2019. Saham KB Financial Group tercatat di Korea Exchange (KRX) sejak 10 Oktober 2008 dan di New York Stock Exchange (NYSE) sejak 29 September 2008.

Total aset KB Financial Group per 31 Desember 2019 mencapai KRW 789,6 triliun. Perusahaan itu telah mengembangkan sayap ke pasar global dengan jaringan yang tersebar di Inggris, Amerika Serikat, India, Tiongkok, Hong Kong, Jepang, hingga Selandia Baru. Di Asia Tenggara, Kookmin melakukan ekspansi ke Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Indonesia.

Per 31 Desember 2019, LB Kookmin Bank melayani 31,5 juta nasabah dan mengembangkan aplikasi perbankan digital dan platform mobil “Star Banking” dengan basis nasabah sebanyak 15,5 juta pengguna.

Total aset KB Kookmin Bank mencapai KRW 387,4 triliun (sekitar Rp 4.672 triliun), tumbuh 8,5% dibandingkan dengan posisi aset pada 2018. Pada periode yang sama, laba bersih KB Kookmin Bank mencapai KRW 2.439,1 miliar (sekitar Rp 29.415,5 miliar) atau meningkat 8% secara year on year.



Sumber: BeritaSatu.com