Sri Mulyani: Penempatan Dana ke Bank Himbara untuk Dorong Sektor Riil

Sri Mulyani: Penempatan Dana ke Bank Himbara untuk Dorong Sektor Riil
Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR-RI, Senin (29/6/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Herman)
Herman / FER Senin, 29 Juni 2020 | 16:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mendorong perekonomian dan sektor rill agar kembali pulih setelah dihantam pandemi Covid-19, pemerintah pada 25 Juni lalu telah menempatkan uang negara di bank umum milik pemerintah atau Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dengan total Rp 30 triliun.

Baca Juga: Bank BUMN Jangan Dijadikan Tumbal

Penempatan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara Pada Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendapatkan penempatan dana Rp 10 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Rp 5 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Rp 10 triliun, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Rp 5 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, jangka waktu penempatan dana pemerintah di Bank Himbara ini selama tiga bulan dan akan diperpanjang setelah tahap evaluasi dengan tingkat bunga 80 persen dari 7-Day Repo Rate Bank Indonesia (BI7DRR) atau sebesar 3,42 persen.

Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Dana PEN Rp 641,17 Triliun

"Bank Himbara telah menyampaikan informasi penggunaan penempatan uang negara untuk mendukung rencana strategis bisnis perbankan dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi dan menggerakkan sektor riil. Pemerintah akan terus melakukan monitoring dan evaluasi realisasi rencana strategis bisnis perbankan tersebut,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (29/6/2020).

Menkeu merinci, Bank Mandiri menyampaikan akan menggunakan penempatan dana pemerintah untuk penyaluran kredit-kredit produktif, padat karya, ketahanan pangan, dan sistem logistik nasional dengan target penyaluran mencapai Rp 21 triliun.

"Tujuannya untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif sektor riil, mendorong pertumbuhan ekonomi, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan, serta mendukung sistem logistik nasional," papar Sri Mulyani.

Baca Juga: Jokowi Marah, Ini Tanggapan Sri Mulyani

Sementara itu, BRI akan menggunakan dana pemerintah untuk mendukung rencana bisnis berupa rencana ekspansi kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) enam bulan ke depan sebesar Rp 122,50 triliun dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87 persen atau Rp 108,80 triliun.

Untuk Bank BNI akan melaksanakan ekspansi kredit pada sektor riil, baik untuk korporasi, UMKM, dan kredit konsumer dalam tiga bulan ke depan dengan nilai Rp 15,04 triliun. Sedangkan BTN akan memanfaatkannya untuk mendukung rencana penyaluran kredit pada Juli-Desember 2020 sebesar Rp 30,03 triliun yang didominasi oleh penyaluran kredit KPR serta kredit lainnya di sektor perumahan.

"Penyaluran ini diharapkan dapat meningkatkan dampak kepada ekonomi. Kami menyampaikan kepada Bank Himbara, minimal mereka harus menyalurkan tiga kali lipat dari apa yang kita tempatkan di bank tersebut,” ujar Sri Mulyani.

Baca Juga: Menkeu Ajak Masyarakat Lawan Pandemi Covid-19

Menkeu juga menegaskan, penempatan dana pemerintah di Bank Himbara ini tidak boleh digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) atau untuk transaksi valuta asing, melainkan khusus untuk mendorong ekonomi sektor riil.



Sumber: BeritaSatu.com