OJK Minta Masyarakat Waspadai Hoax Ajakan Penarikan Dana

OJK Minta Masyarakat Waspadai Hoax Ajakan Penarikan Dana
Ilustrasi OJK. (Foto: Beritasatu Photo / David Gita Roza)
Lona Olavia / FER Rabu, 1 Juli 2020 | 16:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat mewaspadai beredarnya informasi hoax di sosial media yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan.

Baca Juga: OJK Pastikan Reformasi Sektor Keuangan Transparan

"OJK menyampaikan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah informasi hoax dan tidak benar,” tegas Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (1/7/2020).

Berdasarkan data OJK Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman. Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16 persen (di atas ketentuan), sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid atau non-core deposit dan alat likuid atau DPK terpantau pada level 123,2 persen dan 26,2 persen jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

"OJK telah melaporkan informasi hoax ini kepada pihak Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk diusut dan ditindak sesuai ketentuan karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: OJK Dukung Proses Hukum Jiwasraya

Sesuai Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), para penyebar hoax diancam hukuman penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa memastikan informasi tentang keuangan yang diterima adalah informasi yang benar dan valid dengan menghubungi Kontak OJK di nomor 157 atau layanan Whatsapp resmi 081157157157.



Sumber: BeritaSatu.com